Kalahkan Timnas Indonesia, Pelatih Jepang Hajime Moriyasu Terima Gaji Fantastis Bawa Samurai Biru ke Piala Dunia 2026
- AFC
Jakarta, tvOnenews.com - Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) serius dengan mengikat pelatih Hajime Moriyasu hingga akhir Piala Dunia 2026.
Seusai mengalahkan Timnas Indonesia dengan skor telak 6-0, Jepang sudah dipastikan lolos ke Piala Dunia 2026.
Sementara itu, skuad Garuda harus terus berjuang pada babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
JFA sebelumnya telah memperpanjang kontrak pelatih kepala tim nasional Jepang, Hajime Moriyasu, hingga akhir Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Dari laporan media lokal Jepang, langkah itu menandai sejarah baru dalam sepak bola Samurai Biru.
Untuk pertama kalinya, pelatih yang memimpin tim di Piala Dunia sebelumnya mendapat perpanjangan kontrak untuk edisi berikutnya.
Lantas, berapa gaji yang diterima Hajime Moriyasu selama menjabat sebagai kepala pelatih Timnas Jepang.
Dalam kontrak barunya, Moriyasu akan menerima gaji tahunan sebesar 300 juta yen atau sekitar 2,1 juta euro, setara Rp36,75 miliar.
Jumlah ini merupakan bayaran tertinggi yang pernah diberikan JFA kepada pelatih tim nasional.
Jika dibandingkan secara global, nominal tersebut menempatkan Moriyasu di posisi ke-10 dalam daftar pelatih dengan bayaran tertinggi di antara peserta Piala Dunia Qatar 2022, sebagaimana dilansir oleh Finance Football.
Tiga pelatih teratas dalam daftar tersebut antara lain:
Hansi Flick (Jerman) dengan gaji €6,5 juta atau sekitar Rp113,75 miliar, Gareth Southgate (Inggris) sebesar €5,8 juta atau Rp101,5 miliar, dan Didier Deschamps (Prancis) menerima €3,8 juta atau sekitar Rp66,5 miliar.
Meski Moriyasu berada jauh di bawah nama-nama besar tersebut, keputusan memperpanjang kontraknya mencerminkan kepercayaan tinggi federasi terhadap stabilitas dan kemajuan tim nasional Jepang di bawah kepemimpinannya.
Moriyasu, 54 tahun, sebelumnya memimpin Jepang hingga babak 16 besar Piala Dunia 2022 di Qatar setelah mencatat kemenangan impresif atas Jerman dan Spanyol pada babak penyisihan grup.
Di tengah banyaknya kritik terhadap strategi dan rotasi pemainnya, JFA tetap menilai Moriyasu berhasil membangun fondasi yang kuat bagi generasi baru sepak bola Jepang.(lgn)
Load more