GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pernah Hancurkan Mimpi Timnas Indonesia Juara Piala AFF 2010, Safee Sali Akhirnya Bicara Jujur: Sebenarnya Waktu Itu...

Safee Sali akhirnya bicara jujur setelah Malaysia pernah hancurkan mimpi Timnas Indonesia jadi juara Piala AFF 2010. Begini katanya...
Rabu, 9 Juli 2025 - 11:15 WIB
Legenda Timnas Malaysia Safee Sali
Sumber :
  • Kolase tvOnenews

tvOnenews.com – Nama Safee Sali mungkin masih meninggalkan luka bagi penggemar Timnas Indonesia.

Bagaimana tidak? Striker tajam asal Malaysia itu menjadi momok menakutkan saat membobol gawang Garuda dalam laga final Piala AFF 2010.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak tanggung-tanggung, tiga gol ia sumbangkan ke gawang Indonesia, sekaligus mengantarkan Malaysia meraih gelar juara untuk pertama kalinya dalam sejarah turnamen.

Legenda Malaysia, Safee Sali
Legenda Malaysia, Safee Sali
Sumber :
  • Instagram - Safee Sali

 

Namun beberapa waktu lalu, melalui sebuah wawancara di kanal YouTube Chandra Margatama, Safee Sali buka suara soal kisah di balik kemenangan besar tersebut.

Ia membuat pengakuan mengejutkan yang mungkin belum banyak diketahui publik Indonesia.

Meski tampil gemilang dan menjadi top skor turnamen, Safee mengakui bahwa tekanan yang ia rasakan kala itu sangat besar.

Bahkan, ketegangan sudah menghantui dirinya sejak sebelum laga dimulai.

"Ada (pressure), ada, karena mau datang ke stadium GBK pressure-nya udah ada," kata Safee Sali dikutip tvOnenews.com dari kanal YouTube Chandra Margatama.

Safee menyebut atmosfer di Stadion Utama Gelora Bung Karno sangat menegangkan, apalagi dengan dukungan luar biasa dari puluhan ribu pendukung Timnas Indonesia.

Mantan Istri Ceritakan Kronologi Safee Sali Ceraikan Dirinya, Diceraikan Lewat VN, Begini Isinya
Mantan Istri Ceritakan Kronologi Safee Sali Ceraikan Dirinya, Diceraikan Lewat VN, Begini Isinya
Sumber :
  • istimewa - VIva

 

Tekanan mental semakin kuat ketika ia dan rekan-rekannya mendapat arahan khusus dari pihak keamanan.

"Sebelum masuk briefing pun, kami udah disarankan oleh pihak keselamatan untuk tidak over reacting kalau kita ada celebration untuk menang atau gol," jelas Safee.

Walau sudah mendapat peringatan untuk menahan ekspresi saat merayakan gol, Safee tetap melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Indonesia.

Namun, ia memastikan perayaan itu tetap dalam batas wajar.

"Itu spontan, celebration yang cuma cium bendera di jersey aja," ujarnya.

Lebih lanjut, Safee juga memberikan pandangannya soal kekalahan Indonesia di final tersebut.

Ia menyadari bahwa Tim Garuda saat itu sangat diunggulkan karena tampil impresif sepanjang turnamen. 

Namun, menurutnya, justru kepercayaan diri berlebihan bisa menjadi salah satu penyebab kegagalan.

"Tau (animo kemenangan Indonesia), emang tau banget, karena ya Indonesia kan udah lolos semua peringkat, jadi untuk menghadapi Malaysia ini ya mungkin Indonesia terlalu yakin. Terlalu yakin pada kebolehan," ucapnya.

Ia mengingatkan bahwa dalam dunia sepak bola, penting untuk tetap rendah hati dan menghormati kekuatan lawan.

"Jadi dalam sepak bola kita tidak boleh terlalu yakin, kita harus respek pihak lawan, kita harus bekerja keras, dan insyaallah hasilnya akan ada kalau kita bekerja keras," pungkasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengakuan jujur dari Safee Sali ini menjadi pengingat bahwa kemenangan di lapangan tak hanya ditentukan oleh teknik dan strategi, tetapi juga oleh mentalitas, kerja keras, dan sikap saling menghormati antar pemain.

Sebuah pelajaran yang relevan hingga kini, di tengah euforia besar para suporter sepak bola di kawasan Asia Tenggara. (tsy)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kapan Shalat Tarawih Pertama Muhammadiyah, NU, Pemerintah Indonesia Dilakukan pada Ramadhan 2026? Catat Waktunya

Kapan Shalat Tarawih Pertama Muhammadiyah, NU, Pemerintah Indonesia Dilakukan pada Ramadhan 2026? Catat Waktunya

Umat Islam di Indonesia menantikan pengumuman resmi penetapan 1 Ramadhan dari pemerintah melalui sidang isbat untuk menentukan kapan puasa dan shalat tarawih
Media Vietnam Ketar-ketir John Herdman akan Bawa Timnas Indonesia Balik ke Era Shin Tae-yong

Media Vietnam Ketar-ketir John Herdman akan Bawa Timnas Indonesia Balik ke Era Shin Tae-yong

Media Vietnam mulai khawatir John Herdman akan membawa Timnas Indonesia kembali ke era Shin Tae-yong dari segi penggunaan taktik di atas lapangan. Apa katanya?
Kronologi Pesaing Persib di ACL Two Dapat Sanksi WO oleh AFC, Ternyata Musim Lalu Sudah Untungkan Klub Singapura

Kronologi Pesaing Persib di ACL Two Dapat Sanksi WO oleh AFC, Ternyata Musim Lalu Sudah Untungkan Klub Singapura

Keputusan itu diambil AFC setelah CAHN terbukti menurunkan dua pemain yang tidak memenuhi syarat tampil.
Sebut Ditipu Vicky Prasetyo Rp700 Juta, Nunun sampai Cerai dengan Suaminya: Rumah Tangga Saya Hancur

Sebut Ditipu Vicky Prasetyo Rp700 Juta, Nunun sampai Cerai dengan Suaminya: Rumah Tangga Saya Hancur

Vicky Prasetyo terlibat kasus dugaan penipuan. Korban mengungkapkan sang artis meminjam uang Rp700 juta dan menjanjikan suaminya jadi cawabup Bandung Barat.
Geger! Mal Ciputra Cibubur Kebakaran, Damkar Pastikan Api Sudah Padam

Geger! Mal Ciputra Cibubur Kebakaran, Damkar Pastikan Api Sudah Padam

Insiden kebakaran melanda pusat perbelanjaan di Mal Ciputra Cibubur, Jalan Alternatif Cibubur, Kota Bekasi, Selasa (17/2/2026).
Ustaz Adi Hidayat Ungkap Tiga Amalan Pokok Ramadhan, Bukan Sekadar Tahan Lapar dan Haus

Ustaz Adi Hidayat Ungkap Tiga Amalan Pokok Ramadhan, Bukan Sekadar Tahan Lapar dan Haus

Ustaz Adi Hidayat menjelaskan tiga amalan pokok Ramadhan yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh agar puasa menghasilkan takwa dan ampunan Allah SWT.
background

Pekan ke-22

Waktu yang ditampilkan adalah WIB

Trending

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam mulai curiga dengan strategi PSSI untuk menghadapi Piala AFF 2026. Jangan-jangan Timnas Indonesia akan panggil banyak pemain naturalisasi di AFF.
Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Siapa Neraysho Kasanwirjo? Bek Belanda bernama Jawa ini kerap disebut calon diaspora Timnas Indonesia. Seperti apa garis keturunan sang pemain serbabisa itu?
Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Masa depan pemain pinjaman AC Milan, Samuel Chukwueze menjadi bahan pembicaraan jelang bursa transfer musim panas.
Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 seri Bogor, yang akan diramaikan oleh sejumlah laga seru termasuk penentu nasib Bandung BJB Tandamata dan Megawati Hangestri bersama skuad Pertamina Enduro tak akan main.
Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Di bagian depan rumah memang tertera tulisan Gg Kutai Utara No. 1 yang selama ini dikenal sebagai kediaman Jokowi bersama keluarga.
Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi dugaan pencabulan santriwati oleh pengasuh ponpes di Jepara terungkap. Kasus disebut terjadi berulang sejak 2025 dan kini ditangani polisi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT