GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sebelum Era Shin Tae-yong, Timnas Indonesia Sempat Bersinar di Zaman Soeharto, Begini Kisah Emasnya

Masih ingat kejayaan Timnas Indonesia di Era Soeharto? simak kisahnya, yang tak kalah mentereng di era skuad Garuda Merah Putih di era kepalatian Shin Tae-yong.
Sabtu, 13 September 2025 - 22:56 WIB
Timnas Indonesia sempat bersinar di zaman Soeharto.
Sumber :
  • Tangkapan layar - YouTube LastTeacher / Wikimedia

tvOnenews.com - Keberhasilan Timnas Indonesia yang saat ini berhasil mencapai putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 membuat masyarakat kembali mengingat kembali masa-masa gemilang Garuda pada zaman kepresidenan Soeharto, Presiden kedua RI.

Meski, sudah bukan bagian dari Timnas Indonesia sejak awal tahun 2025. Tapi bukan rahasia umum lagi, era kebangkitan dan meningkatnya performa Timnas Indonesia itu di era kepelatihan Shin Tae-yong.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pelatih asal Korea Selatan itu juga yang sosok berjasa membawa timnas Indonesia membuat sejarah dengan berhasil mencapai putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 untuk yang pertama kalinya.

Di tengah dinamika sepak bola Indonesia saat ini, banyak yang mulai mengenang kembali masa-masa kejayaan Timnas Indonesia di era Presiden Soeharto.

Meski tak pernah tampil di Piala Dunia, skuad Garuda di masa itu dikenal disegani di kawasan Asia Tenggara, bahkan Asia.

Dukungan penuh dari pemerintah, infrastruktur yang mulai dibangun, serta semangat nasionalisme yang tinggi membuat timnas tampil solid di berbagai ajang internasional.

Mulai dari SEA Games hingga Piala Merdeka, nama-nama seperti Ronny Pattinasarany, Bob Hippy, hingga Herry Kiswanto menjadi ikon kebanggaan publik.

Stadion selalu penuh, rakyat menyatu dalam euforia, dan sepak bola menjadi alat pemersatu bangsa.

 

Meskipun kurang vokal mengenai sepak bola dibandingkan dengan Presiden pertama Ir. Soekarno, di era kepemimpinan Soeharto justru muncul sejumlah prestasi yang hingga kini diingat oleh masyarakat Indonesia.

{{imageId:349889}}

Soeharto, yang lahir di Desa Kemusuk, Bantul, Yogyakarta pada tanggal 8 Juni 1921, memegang jabatan sebagai Presiden Republik Indonesia selama lebih dari 30 tahun.

Walaupun dia tidak sering hadir langsung di stadion karena berbagai alasan dan kesibukan, seperti pengalaman melihat kerusuhan di PON, perkembangan sepak bola Indonesia tetap berlangsung pesat di masa pemerintahannya.

Salah satu bentuk perhatiannya terlihat saat ia menghadiri perayaan ulang tahun PSSI. Dari peristiwa tersebut, lahir kompetisi Piala Soeharto yang menjadi fondasi bagi terbentuknya liga semi-profesional pertama di tanah air.

PSSI mengumumkan secara resmi peluncuran kompetisi Galatama (Liga Sepak Bola Utama) dalam Sidang Paripurna pada 6-8 Oktober 1978, dengan musim pertamanya dimulai pada tahun 1979.

Kehadiran Galatama tidak hanya menggugah semangat masyarakat, tetapi juga menarik perhatian sponsor besar untuk mendukung tim-tim yang ikut berpartisipasi.

Timnas Garuda Perkasa di Asia Tenggara

Tidak hanya dalam hal kompetisi, namun juga pencapaian Timnas Indonesia di masa Kepresidenan Soeharto cukup mengesankan. Garuda berhasil meraih medali emas di SEA Games pada tahun 1987 dan 1991.

Pencapaian ini baru terulang lagi di SEA Games 2023, saat Timnas U-22 mengalahkan Thailand dengan skor 5-2 di final yang diadakan di Kamboja.

Ini berarti setelah 32 tahun pasca era Soeharto, Indonesia akhirnya kembali merasakan medali emas SEA Games.

Pada periode tersebut, Timnas Garuda dikenal sebagai tim yang ditakuti di kawasan Asia Tenggara, bahkan sanggup bersaing melawan klub-klub dan negara-negara kuat di tingkat dunia.

Ajax Amsterdam, Arsenal, serta Timnas Brasil pernah menjadi lawan uji coba bagi Indonesia.

Peristiwa paling bersejarah terjadi pada tahun 1974, saat Garuda mengalahkan Uruguay dengan skor 2-1. Meskipun Uruguay merupakan juara dunia dua kali (1930 dan 1950).

Lahirnya Generasi Emas

Keberhasilan itu tak terlepas dari inisiatif pengembangan atlet muda pada masa Soeharto.

Banyak bakat Indonesia pada masa itu mendapatkan kesempatan untuk belajar di luar negeri, termasuk mendapatkan beasiswa sepak bola di Eropa.

Beberapa atlet bahkan sempat merasakan suasana tim besar seperti Sampdoria di Italia.

Sekarang dengan pencapaian Timnas Indonesia yang berhasil mencapai putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, masyarakat berharap momen bersejarah di zaman Soeharto dapat terulang kembali.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Garuda Muda dianggap memiliki kesempatan untuk maju lebih jauh, bahkan menciptakan sejarah baru dengan mencapai putaran final. (amr/ind)


 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Polres Bojonegoro Ungkap Kasus Korupsi Dana Desa dan 60 Perkara PPA Sepanjang 2024–2025

Polres Bojonegoro Ungkap Kasus Korupsi Dana Desa dan 60 Perkara PPA Sepanjang 2024–2025

Satuan Reserse Kriminal Polres Bojonegoro mencatatkan pengungkapan sejumlah perkara menonjol dalam periode kepemimpinan AKP Bayu Adjie Sudarmono sebagai Kasat Reskrim.
Polri Ungkap Status Hukum Istri AKBP Didik dan Aipda Dianita Terkait Kasus Penyalahgunaan Narkotika

Polri Ungkap Status Hukum Istri AKBP Didik dan Aipda Dianita Terkait Kasus Penyalahgunaan Narkotika

Polisi mengungkap fakta baru di balik penetapan tersangka terhadap Kapolres Bima Kota nonaktif, AKBP Didik Putra Kuncoro dalam kasus penyalahgunaan narkotika.
Temukan Kembali Kebahagiaan di Barcelona, Marcus Rashford Ogah Pulang ke Manchester United

Temukan Kembali Kebahagiaan di Barcelona, Marcus Rashford Ogah Pulang ke Manchester United

Marcus Rashford menemukan kembali senyumnya di Catalunya. Sempat berada dalam situasi sulit di Manchester United, ia kini menikmati babak baru di Barcelona.
Jadi Mualaf dan Umrah, Ini Profil Kathleen Souza Pemain Brasil Al Nassr FC yang Dapat Hidayah Jelang Ramadhan

Jadi Mualaf dan Umrah, Ini Profil Kathleen Souza Pemain Brasil Al Nassr FC yang Dapat Hidayah Jelang Ramadhan

Kabar tersebut diumumkan langsung oleh Al Nassr FC Wanita melalui akun resmi klub pada Selasa (17/2/2026). Keputusan Kathleen Souzaa menjadi mualaf pun disambut hangat oleh rekan-rekan setimnya dengan merayakannya sebelum latihan tim.
Simak Jadwal Imsakiyah Muhammadiyah 1 Ramadhan 1447 H/ 2026 M untuk Wilayah D.I.Yogyakarta dan Sekitarnya

Simak Jadwal Imsakiyah Muhammadiyah 1 Ramadhan 1447 H/ 2026 M untuk Wilayah D.I.Yogyakarta dan Sekitarnya

Warga muslim Muhammadiyah kini tengah bersiap untuk melakukan shalat tarawih, PP Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026
Hasil Pantauan Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Hilal 1 Ramadhan 2026 Tidak Terlihat Hari Ini

Hasil Pantauan Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Hilal 1 Ramadhan 2026 Tidak Terlihat Hari Ini

Kantor wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta melaksanakan rukyatul hilal untuk penentuan awal Ramadhan 1447 Hijriah pada Selasa (17/2/2026).
background

Pekan ke-22

Waktu yang ditampilkan adalah WIB

Trending

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam mulai curiga dengan strategi PSSI untuk menghadapi Piala AFF 2026. Jangan-jangan Timnas Indonesia akan panggil banyak pemain naturalisasi di AFF.
Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Siapa Neraysho Kasanwirjo? Bek Belanda bernama Jawa ini kerap disebut calon diaspora Timnas Indonesia. Seperti apa garis keturunan sang pemain serbabisa itu?
Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Di bagian depan rumah memang tertera tulisan Gg Kutai Utara No. 1 yang selama ini dikenal sebagai kediaman Jokowi bersama keluarga.
Bersinar di Red Sparks, Megawati Hangestri Sudah Diperkenalkan sebagai Pemain Asing Sejak Awal di Jakarta Pertamina Enduro

Bersinar di Red Sparks, Megawati Hangestri Sudah Diperkenalkan sebagai Pemain Asing Sejak Awal di Jakarta Pertamina Enduro

Megawati Hangestri membuktikan kualitasnya bersama Jakarta Pertamina Enduro (JPE) di Proliga 2026. Sejak awal musim sudah “diperkenalkan” sebagai pemain asing
Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 seri Bogor, yang akan diramaikan oleh sejumlah laga seru termasuk penentu nasib Bandung BJB Tandamata dan Megawati Hangestri bersama skuad Pertamina Enduro tak akan main.
Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi dugaan pencabulan santriwati oleh pengasuh ponpes di Jepara terungkap. Kasus disebut terjadi berulang sejak 2025 dan kini ditangani polisi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT