GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pelatih Sassuolo  Fabio Grosso Tidak Menyesal Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, Dicoret: Kami Harus Menjadi Lebih Baik, Namun Hari ini....

Jay Idzes dicoret Sassuolo jelang bela Timnas Indonesia, Fabio Grosso buka suara. Sassuolo memilih tidak menyertakan Idzes dalam laga Coppa Italia kontra Como
Jumat, 26 September 2025 - 19:18 WIB
Pelatih Sassuolo Fabio Grosso dan Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes
Sumber :
  • Sassuolo / instagram Jay Idzes

tvOnenews.com - Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, mendapat kabar kurang menyenangkan di tengah euforia pemanggilannya ke skuad Garuda. 

Bek andalan Sassuolo itu resmi dipanggil Patrick Kluivert untuk memperkuat Indonesia pada putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, hanya beberapa jam setelah pengumuman, Idzes justru tidak masuk dalam daftar pemain Sassuolo pada laga Coppa Italia melawan Como. 

Keputusan tersebut menjadi sorotan, apalagi Timnas Indonesia tengah serius menyiapkan diri menghadapi Arab Saudi dan Irak pada Oktober mendatang.

Seperti diketahui, Indonesia akan melakoni dua laga krusial di Arab Saudi pada 9 dan 12 Oktober 2025. Kedua pertandingan itu dipandang sebagai ujian berat karena menentukan langkah Garuda dalam persaingan menuju Piala Dunia 2026. 

Pelatih Patrick Kluivert pun telah merilis daftar 28 pemain pada Rabu (24/9/2025), dengan menghadirkan sejumlah wajah lama yang sebelumnya absen karena cedera, seperti Maarten Paes dan Ole Romeny. Kehadiran mereka diharapkan memperkuat tim setelah melewatkan laga internasional bulan September.

Namun, tidak semua pemain beruntung masuk skuad. Beberapa nama dicoret karena minim menit bermain di klub, termasuk Mees Hilgers dan Marselino Ferdinan. 

Jay Idzes saat memperkuat Sassuolo
Jay Idzes saat memperkuat Sassuolo
Sumber :
  • Instagram @jayidzes

 

Di sisi lain, Jay Idzes tetap dipercaya mengingat perannya sebagai kapten timnas. Sayangnya, status itu kontras dengan situasinya di klub. 

Sassuolo memilih tidak menyertakan Idzes dalam laga Coppa Italia kontra Como yang digelar di Stadio Giuseppe Sinigaglia.

Fabio Grosso, pelatih Sassuolo, menegaskan bahwa dirinya tidak menyesali keputusan tersebut. Ia menilai hasil buruk melawan Como bukan karena rotasi pemain, melainkan karena lawan tampil lebih dominan. 

“Saya akan menurunkan tim yang sama lagi. Como lebih baik ketimbang kami dari segala hal; mereka memainkan laga dengan baik dan karena itu pantas untuk lolos,” kata Grosso, dilansir dari situs resmi Sassuolo.

Neroverdi kalah telak 0-3 dari Como, sebuah hasil yang menambah tekanan pada tim. Grosso mengakui anak asuhnya tidak cukup tajam di lini serang. 

“Kami tahu bahwa mereka akan menyerang kami. Kami seharusnya bermain dengan lebih baik di lini serang, dengan kualitas yang lebih,” sambungnya.

Selain itu, Grosso juga menyoroti kelemahan timnya dalam membaca situasi di lapangan. Menurutnya, Sassuolo harus belajar lebih baik agar tidak mengulang kesalahan serupa. 

“Kami tidak bagus dalam membaca beberapa situasi. Kami harus menjadi lebih baik, namun hari ini kami tidak mampu melakukannya. Itulah kesalahan dan pujian kami,” tambahnya.

Pelatih Sassuolo Fabio Grosso
Pelatih Sassuolo Fabio Grosso
Sumber :
  • REUTERS/Ciro De Luca

 

Pelatih berusia 47 tahun itu menekankan bahwa Sassuolo harus segera berbenah, meskipun tanpa Jay Idzes sekalipun. Ia menilai timnya punya kapasitas lebih baik dari apa yang ditunjukkan di laga tersebut. 

“Kami harus mempersiapkan diri dengan baik dan cepat. Hari ini, kami tidak tampil dengan bagus dan kami meninggalkan lapangan dengan dua hasil negatif,” ucap Grosso.

Lebih lanjut, Grosso menyesalkan gol-gol yang bersarang ke gawang Sassuolo, sebagian besar lahir dari bola mati dan kesalahan pertahanan. 

“Saya mengharapkan yang lebih baik. Kami kebobolan dari bola mati dan dua jalan keluar; kami harusnya bisa lebih baik,” jelasnya.

Meski kecewa, Grosso tidak ingin larut dalam hasil negatif itu. Ia segera mengalihkan fokus ke Serie A, tepatnya menghadapi Udinese di laga berikutnya. “Kami harus segera meningkatkan level; kami tidak boleh terlalu santai. Kini, kami perlu fokus kepada laga melawan Udinese,” pungkasnya.

Bagi Timnas Indonesia, situasi Idzes di klub tentu menimbulkan tanda tanya, meski posisinya di skuad Garuda tetap aman. 

Dengan status kapten dan peran vital di lini belakang, kehadiran Idzes diharapkan mampu menjaga soliditas pertahanan menghadapi Arab Saudi dan Irak. Apalagi, lawan-lawan tersebut memiliki kualitas serangan yang jauh di atas rata-rata tim Asia Tenggara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Patrick Kluivert kini dituntut memanfaatkan skuadnya secara maksimal. Kehadiran pemain-pemain Eropa seperti Idzes, Paes, dan Romeny menjadi tambahan kekuatan penting. 

Namun, konsistensi dan kebugaran tetap jadi tantangan utama. Putaran keempat kualifikasi ini bisa menjadi titik balik ambisi Indonesia untuk melangkah lebih jauh, dan dukungan para pemain kunci seperti Jay Idzes sangatlah krusial. (udn)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tiga Korporasi Batu Bara yang Ditetapkan Tersangka Oleh KPK Diduga Menjadi Alat Gratifikasi Rita Widyasari

Tiga Korporasi Batu Bara yang Ditetapkan Tersangka Oleh KPK Diduga Menjadi Alat Gratifikasi Rita Widyasari

Tiga korporasi telah ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan gratifikasi per metric ton batu bara menjerat mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari.
Tradisi Seabad, Tarawih 23 Rakaat di Ponpes Mambaul Hikam Blitar Tuntas dalam Tujuh Menit

Tradisi Seabad, Tarawih 23 Rakaat di Ponpes Mambaul Hikam Blitar Tuntas dalam Tujuh Menit

Pondok Pesantren Mambaul Hikam yang berlokasi di Desa Mantenan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, memiliki tradisi unik dalam pelaksanaan salat tarawih.
Prabowo Tunjuk Purnawirawan TNI Jadi Dirut BPJS Kesehatan, Ini Rekam Jejak hingga LHKPN Prihati Pujowaskito

Prabowo Tunjuk Purnawirawan TNI Jadi Dirut BPJS Kesehatan, Ini Rekam Jejak hingga LHKPN Prihati Pujowaskito

Mayjen TNI dr. Prihati Pujowaskito, Sp.JP (K)., FIHA., M.M.R.S. lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 29 Maret 1967. Ia merupakan lulusan Sepa PK TNI tahun 1990.
Meski 4 Pemain Abroad Dicoret, Pandit Ini Yakin Timnas Indonesia Tetap Solid di FIFA Series 2026

Meski 4 Pemain Abroad Dicoret, Pandit Ini Yakin Timnas Indonesia Tetap Solid di FIFA Series 2026

Meski kehilangan empat pemain kunci, menurut salah satu pandit, Bung Ropan, Timnas Indonesia di bawah arahan John Herdman akan tetap jadi skuad yang solid.
Kuasa Hukum Sebut AKBP Didik Konsumsi Narkoba Sejak Tahun 2019: Sudah Ketergantungan

Kuasa Hukum Sebut AKBP Didik Konsumsi Narkoba Sejak Tahun 2019: Sudah Ketergantungan

Rofiq Anshari, Kuasa Hukum Eks Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro mengungkapkan bahwa kliennya telah mengonsumsi narkotika sejak tahun 2019.
KPK Ungkap Alasan Perpanjang Masa Cekal Eks Menteri Agama Gus Yaqut dan Gus Alex Hingga Agustus 2026

KPK Ungkap Alasan Perpanjang Masa Cekal Eks Menteri Agama Gus Yaqut dan Gus Alex Hingga Agustus 2026

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memperpanjang masa cekal terhadap tersangka kasus korupsi kuota haji, Yaqut Cholil Qoumas dan Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex.
background

Pekan ke-22

Waktu yang ditampilkan adalah WIB

Trending

Jadwal Proliga 2026, Kamis 19 Februari: Ada Big Match Jakarta Popsivo Polwan vs Bandung BJB Tandamata

Jadwal Proliga 2026, Kamis 19 Februari: Ada Big Match Jakarta Popsivo Polwan vs Bandung BJB Tandamata

Jadwal Proliga 2026 hari ini, yang akan diramaikan dengan duel seru di sektor putri antara Jakarta Popsivo Polwan vs Bandung BJB Tandamata yang akan menjadi pembuka di Seri Bogor.
AFC Banned Persib Bandung Akibat Terjadi Pitch Invasion dan Pelemparan Botol usai Pertandingan Kontra Ratchaburi FC di 16 Besar ACL 2?

AFC Banned Persib Bandung Akibat Terjadi Pitch Invasion dan Pelemparan Botol usai Pertandingan Kontra Ratchaburi FC di 16 Besar ACL 2?

Kericuhan di GBLA usai Persib vs Ratchaburi jadi sorotan AFC. Maung Bandung terancam denda besar hingga sanksi laga tanpa penonton di kompetisi Asia berikutnya.
Emil Audero Bisa Minder? Kiper Eropa 199 Cm Berdarah Surabaya Siap Panaskan Persaingan di Timnas Indonesia

Emil Audero Bisa Minder? Kiper Eropa 199 Cm Berdarah Surabaya Siap Panaskan Persaingan di Timnas Indonesia

Timnas Indonesia kembali dihadapkan pada potensi tambahan amunisi baru di bawah mistar. Kiper jangkung Eropa ini bisa bikin Maarten Paes dan Emil Audero minder?
Pantas Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Berbondong-bondong Pindah ke Super League, Bung Harpa Singgung soal Gaji

Pantas Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Berbondong-bondong Pindah ke Super League, Bung Harpa Singgung soal Gaji

Bung Harpa mencoba menelusuri apa penyebab banyaknya pemain naturalisasi yang memutuskan untuk pindah ke Super League. Salah satu yang disorot soal gaji mereka.
3 Hukuman Berat Ini Hantui Persib Bandung, Pengulangan Sanksi Bisa Buat AFC ...

3 Hukuman Berat Ini Hantui Persib Bandung, Pengulangan Sanksi Bisa Buat AFC ...

Meski secara finansial Persib tetap mendapat pemasukan miliaran rupiah dari AFC, ada potensi sanksi yang bisa menghantui dalam sidang Komite Disiplin dan Etik AFC dalam beberapa hari ke depan.
Mauro Zijlstra Mengaku Kaget dengan Gaya Main Liga Indonesia

Mauro Zijlstra Mengaku Kaget dengan Gaya Main Liga Indonesia

Penyerang Timnas Indonesia Mauro Zijlstra mengaku terkejut usai menjalani debut bersama Persija Jakarta di ajang Super League 2025/2026. Ia menilai gaya bermain
Kisah Pilu Punch, Bayi Monyet di Jepang Bawa Boneka Orangutan Gegara Dibuang sang Ibu: Kini Temukan Induk Asuhnya

Kisah Pilu Punch, Bayi Monyet di Jepang Bawa Boneka Orangutan Gegara Dibuang sang Ibu: Kini Temukan Induk Asuhnya

Seekor bayi monyet, Punch selalu membawa boneka orangutan di Kebun Binatang Ichikawa, Jepang. Ia mulai diterima kera lain dan mendapat induk asuhnya viral.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT