Media Inggris Mulai Curiga, Jangan-jangan Timnas Indonesia Memang Tak Akan Bisa Menang Lawan Arab Saudi: Mereka Sudah Dipilih!
- AFC
tvOnenews.com - Laga Timnas Indonesia vs Arab Saudi di round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 semakin menarik untuk dibahas.
Menjelang pertandingan, tak hanya faktor teknis saja yang menjadi perhatian. Faktor non-teknis juga menjadi salah satu hal penting dalam sebuah pertandingan.
Media ternama asal Inggris, The Guardian, menyoroti dugaan ketimpangan besar dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
- Kolase tvOnenews.com / AFC / Instagram/thomhaye
Dalam laporannya, media tersebut menyebut Arab Saudi dan Qatar mendapat keuntungan luar biasa dibanding negara lain, termasuk Timnas Indonesia.
Selama delapan hari penentuan menuju tiket Piala Dunia 2026, enam negara Asia akan saling sikut untuk dua tempat tersisa.
Namun menurut The Guardian, langkah Arab Saudi dan Qatar tampak jauh lebih ringan karena mereka bermain di kandang sendiri dan mendapat waktu istirahat lebih lama.
Arab Saudi dan Qatar Dianggap Dapat Privilege di Kualifikasi Piala Dunia 2026
The Guardian menjelaskan bahwa Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menunjuk Arab Saudi dan Qatar sebagai tuan rumah grup pada babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 tanpa menjelaskan kriteria seleksinya.
Empat negara lain, Indonesia, Irak, Oman, dan Uni Emirat Arab (UEA), sebelumnya sudah mengajukan diri sebagai tuan rumah atau meminta tempat netral, namun semuanya ditolak. Keputusan itu menimbulkan pertanyaan besar soal transparansi dan keadilan AFC.
- PSSI
Keuntungan bagi tuan rumah bukan cuma soal dukungan publik, tapi juga soal jadwal istirahat.
Arab Saudi dan Qatar punya waktu enam hari jeda antar laga, sedangkan tim lain, termasuk Indonesia, hanya diberi waktu tiga hari alias 72 jam.
Pelatih Timnas Oman, Carlos Queiroz, jadi salah satu pihak yang paling vokal.
Dalam wawancaranya dengan The Guardian, ia menyebut situasi ini tidak adil dan tidak profesional.
“Qatar bermain enam hari kemudian, mereka sudah tahu hasil sebelumnya dan tahu apa yang harus dilakukan. Ini belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Queiroz.
Load more