3 Alasan Timur Kapadze Layak Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Nomor 1 Belum Pernah Dilakukan Patrick Kluivert dan Shin Tae-yong
- AFC
- AFC
Pernah Juara di Asia Tengah
Juru taktik berusia 44 tahun tersebut pernah membawa Timnas Uzbekistan juara CAFA Cup 2024-2025. CAFA Nations Cup adalah kompetisi antarnegara anggota CAFA (kawasan Asia Tengah).
Tepatnya saat Kapadze masih menjadi pelatih kepala. Ia juga meloloskan Timnas Uzbekistan ke Piala Dunia 2026. Namun, perannya digantikan oleh Fabio Cannavaro, dan kini menjadi asisten pelatih.
Dengan pernah menjadi juara di level tim nasional, maka kualitasnya bisa dibilang tidak diragukan lagi. Ia juga akan memiliki kepercayaan diri yang tinggi.
Prestasi Kapadze di atas belum pernah dilakukan oleh dua mantan pelatih Timnas Indonesia, yakni Patrick Kluivert dan Shin Tae-yong. Keduanya sama-sama belum pernah membawa Garuda juara.
Sudah Mengenal Sepak Bola Asia dan Punya Rekor Apik
Kapadze telah bekerja di kursi kepelatihan Uzbekistan sejak 2018 silam. Saat itu, ia berstatus sebagai caretaker. Setelah itu, ia pernah menjadi pelatih kepala Timnas Uzbekistan U-19 dan U-23.
Kapadze kemudian diangkat lagi jadi pelatih kepala Timnas Uzbekistan pada 22 Januari 2025 untuk menggantikan Srečko Katanec. Ia membawa timnya tidak terkalahkan.
Sejak ditukangi Kapadze, Serigala Putih itu menjadi negara yang ditakuti lawan. Dalam 8 laga dari Januari-Oktober 2025, Kapadze membawa timnya meraih 5 kemenangan dan tiga hasil seri.
Kapadze sudah mengenal negara-negara Asia yang pernah menjadi lawannya, ditambah memiliki rekor apik. Hal ini menjadi salah satu alasan dia layak jadi juru taktik skuad Garuda.
Sudah Mengenal Indonesia
Kapadze dinilai sudah mengenal Indonesia. Pasalnya, ia pernah membawa Uzbekistan U-23 melibas Timnas Indonesia U-23 2-0 di semifinal Piala Asia U-23 2024.
Sementara ketika masih menjadi pemain, Kapadze pernah bermain di Indonesia ketika membela Uzbekistan di Piala Asia 2007. Sehingga, sedikitnya ia sudah mengetahui kultur sepak bola Tanah Air.
Saat ini, Kapadze masih menjadi asisten pelatih Fabio Cannavaro di Timnas Uzbekistan. Dengan posisinya bukan sebagai pelatih kepala, bukan tidak mungkin ia memilih Indonesia jika ada tawaran.
Load more