Timnas Indonesia Beruntung Waktu itu Tak Termakan Pansos Sosok ini dan Lebih Pertahankan Shin Tae-yong, Baru Ditunjuk Pimpin Ajax, Malah jadi 'Badut' Eropa
- Tangkapan Layar
Beberapa bulan kemudian, Heitinga resmi ditunjuk menjadi pelatih kepala Ajax di Eredivisie. Namun, perjalanan awalnya di klub raksasa Belanda itu tidak mulus. Dari 12 pertandingan, Ajax hanya meraih 4 kemenangan, 4 imbang, dan 4 kekalahan.
Kekalahan telak 5-1 dari Chelsea menimbulkan kritik keras dari para penggemar. Saat itu, fans meneriakkan “Johnny, pergilah” karena Heitinga memutuskan mengganti pemain favorit mereka, Oscar Gloukh, menyusul kartu merah Kenneth Taylor.
Heitinga menanggapi kritik dengan tenang: “Saya mengerti emosinya. Memang singkat, tapi tentu saja, itu sesuatu yang tidak ingin Anda dengar. Para suporter juga kecewa dengan kartu merah itu, dan Oscar adalah pemain yang dengan senang hati akan Anda saksikan di stadion. Tapi jika kami hanya punya sepuluh pemain, saya harus membuat pilihan.” ucapnya dilansir dari de Telegraaf.
Ia juga menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil demi strategi tim. “Saya ingin bermain dengan formasi ‘enam’ kedua dan memilih Jorthy Mokio, yang bisa melakukannya dengan lebih baik. Saya juga ingin menjaga tempo di sayap dengan Mika Godts dan Raul Moro. Saya mengerti ketidakpuasan ini, tetapi yang saya rasakan sangat positif—bukan untuk saya, tetapi untuk seluruh klub—adalah saya mendengarkan setiap lagu Ajax di lima belas menit terakhir. Itu juga Ajax. Para penggemar tetap bangga dengan klub. Tetapi rasa sakit yang mereka rasakan, kami juga rasakan.”
Meskipun menghadapi tekanan, Heitinga tetap optimistis untuk pertandingan berikutnya.
“Kita lihat saja nanti saat latihan, dan dalam lima belas menit pertama melawan Chelsea, kami bergantian merasakan momen baik dan buruk. Kami bermain dengan sepuluh orang melawan salah satu tim terbaik di dunia, dan kami harus menghabiskan semua yang ada di piala. Tapi saya melihat banyak peluang dan pemain yang bersemangat.”
Load more