Skandal Drone Kembali Dibahas Setelah Penunjukkan John Herdman Sebagai Pelatih Timnas Indonesia
- Major League Soccer
Jakarta, tvOnenews.com - PSSI sudah menunjuk John Herdman sebagai pelatih baru Tim Nasional Indonesia. Namun pria asal Inggris ini memiliki catatan soal skandal drone yang sempat menimpanya.
John Herdman merupakan sosok pelatih bertangan dingin. Dirinya sukses meningkatkan kualitas sepakbola di Kanada ketika menangani Tim Nasional di level putri dan putra.
Bersama tim nasional putri Kanada, Herdman sukses mempersembahkan medali perunggu di Olimpiade. Juru racik taktik berusia 50 tahun ini sukses membawa tim nasional putra Kanada lolos ke Piala Dunia 2022.
Namun bukan berarti pencapaian dia berakhir tanpa noda. Dilansir dari laman Talk Sports, dari hasil investigasi, Herdman disebut terlibat dalam pengunaan drone ilegal untuk memata-matai lawan menjelang Olimpiade Paris 2024.
Hasil investigasi menyimpulkan bahwa Herdman layak menerima surat teguran atas perannya dalam skandal drone tersebut. Aksinya ini dilakukan saat masih menahkodai timnas putri Kanada.
"Tuan Herdman terbukti melakukan pelanggaran berdasarkan Kode Disiplin Canada Soccer. Komite memutuskan bahwa sanksi yang tepat adalah surat teguran," demikian bunyi pernyataan resmi Federasi sepakbola Kanada dilansir dari laman Talk Sports, Sabtu (3/1/2026)
Atas sanksi teguran yang diberikan, Herdman buka suara. "Saya menerima keputusan Komite Disiplin, yang berakhir dengan teguran tanpa skorsing atau denda, dan dengan demikian menutup perkara ini," ujarnya.
“Saya ingin menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada para pemain dan staf yang berdiri di samping saya selama proses ini. Kesediaan Anda untuk maju dan membela budaya yang kami bangun bersama sangatlah berharga," lanjutnya.
Sementara pelatih tim nasional putri saat itu, Bev Priestman, dijatuhi larangan melatih selama satu tahun oleh badan pengatur sepak bola dunia FIFA atas perannya dalam insiden tersebut, proses disipliner tetap diluncurkan terhadap Herdman.
"Kami menciptakan sebuah tim yang dipersatukan oleh rasa saling menghormati dan nilai-nilai bersama, dan saya berterima kasih atas dukungan Anda," jelas dia.
"Sepanjang karier saya, saya selalu memimpin dengan integritas, transparansi, dan rasa hormat yang mendalam terhadap sepak bola. Hal itu tidak berubah," imbuh mantan pelatih Selandia Baru ini.
Load more