Media Belanda Bongkar Masa Kelam John Herdman: Keluarga Bermasalah sampai Hampir Meregang Nyawa
- Irish Football Association
tvOnenews.com - Â John Herdman tengah menjadi sorotan usai PSSI mengumumkannya sebagai pelatih baru Timnas Indonesia pada Sabtu (3/1/2026).
Ia menempati kursi kepelatihan Timnas Indonesia yang kosong usai ditinggal Patrick Kluivert pada pertengahan Oktober 2025 lalu.
Kehadiran sosok pelatih 50 tahun ini diharapkan bisa membawa perubahan dan peningkatan positif bagi skuad Garuda.
Penunjukkan John Herdman sebagai pelatih baru Timnas ini tak hanya menjadi perbincangan hangat di Tah]nah Air saja.
- PSSI
Media Belanda, Voetbal Nieuws, juga ikut menyoroti sosok baru juru arsitek Tim Nasional Indonesia.
Voetbal Nieuws bahkan sampai mengungkapkan kisah masa kecil John Herdman.
Menurut laporan media tersebut, pelatih asal Inggris itu memiliki latar belakang yang tak mudah.
Herdman tumbuh di Consett, Inggris Utara, bersama orang tua yang terbilang bermasalah.
Dalam laporan Voetbal Nieuws, ayah Herdman menderita gangguan bipolar, sedangkan sang ibu kecanduang alkohol.
"Dia (John Herdman) tumbuh dengan ayah yang mengidap gangguan bipolar dan ibu yang memiliki masalah kecanduan alkohol," tulis laporan Voetbal Nieuws, dipetik Selasa (6/1).
Mirisnya lagi, saat berusia 16 tahun John Herdman pernah hampir meregang nyawa usai menjadi korban pemukulan.
"Pada usia enam belas tahun, ia tinggal di perumahan sosial. Suatu hari di sekolah, ia dipukuli dengan sangat parah sehingga nyawanya sempat terancam," tambah media tersebut.
Sepak bola dan tinju menjadi bentuk pelampiasan Herdman dari berbagai kekerasan dan trauma yang ia alami.
"Tinju dan sepak bola menjadi pelampiasannya, dan minatnya pada psikologi olahraga muncul sejak dini karena kehidupan rumah tangganya yang kompleks," tulis Voetbal Nieuws.
Ketertarikan pelatih 50 tahun itu pada psikologi olahraga sejak dini juga membuatnya menjadi sosok yang penuh empati, termasuk kepada anak asuhnya.
Selain itu, semangat dan keberaniannya juga menjadi faktor penting dalam membimbing dan memimpin tim-tim yang iatangani selama ini.
"Latar belakang ini menjadikannya seorang pelatih dengan empati yang kuat dan kemauan yang teguh. Semangat juangnya terlihat jelas dalam cara dia membimbing timnya: sebagai sebuah tim, dengan keberanian, dan seringkali sebagai tim yang diremehkan," tambah media Belanda itu.
Load more