John Herdman Sampai Rela Boyong Istri dan Anak Tinggal di Indonesia: Kita Harus Memahami Negara Ini
- Kolase tvOnenews.com
tvOnenews.com - Kehadiran John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia langsung mencuri perhatian publik.
Bukan hanya karena rekam jejaknya yang mentereng di level internasional, tetapi juga karena keputusan datang ke Indonesia bersama istri dan anak-anaknya.
Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Herdman menegaskan bahwa memahami sepak bola Indonesia tak bisa dilakukan dari jarak jauh, apalagi hanya lewat laporan dan statistik.
Hal itu disampaikannya dalam jumpa pers perkenalan di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1/2026).
- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
"Saya harus mendalami budaya di negara ini, karena itu saya mengajak istri dan anak-anak saya untuk merasakan pengalaman di Indonesia dan memahami apa arti ini sebenarnya," kata John Herdman.
Menurut pelatih asal Inggris itu, kehadiran fisik dan keterlibatan langsung menjadi kunci untuk memahami karakter bangsa dan sepak bolanya.
"Saya harus benar-benar merasakan negara ini. Saya tidak hanya berdiri untuk memahami. Saya harus hadir di banyak tempat untuk memahami nilai bangsa ini," ujarnya.
Bagi Herdman, Timnas Indonesia bukan sekadar proyek teknis, melainkan representasi identitas nasional yang harus dipahami secara utuh.
"Ketika datang ke Indonesia, saya harus memahami apa itu tim Garuda sebenarnya, demi lolos ke Piala Dunia 2030," ucap pelatih yang membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 ini.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa target jangka panjang Herdman jauh melampaui sekadar hasil instan. Ia ingin membangun fondasi yang kuat, dari budaya, mentalitas, hingga sistem.
Dalam sesi perkenalan yang sama, Herdman membeberkan pendekatan yang akan ia gunakan dalam waktu dekat.
Ada tiga tahap utama yang menjadi pegangan awalnya bersama skuad Garuda.
"Saya pikir dalam jangka pendek yang dilakukan adalah melakukan evaluasi, meluangkan waktu untuk mendengar dan memahami pengalaman orang-orang," kata Herdman.
- tvonenews.com - Ilham Giovani
Ia mengaku sudah mengevaluasi perjalanan Timnas Indonesia dalam dua tahun terakhir, termasuk kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026 yang menurutnya sangat tipis.
"Anda tahu, itu nyaris tercapai, sangat dekat, tetapi pada akhirnya gagal. Dan, kita harus memahami di mana letak kesenjangan itu."
Untuk itu, Herdman mulai membangun komunikasi langsung dengan para pemain kunci.
"Itu dilakukan dengan berbicara kepada kapten, membentuk kelompok kepemimpinan untuk benar-benar memahami apa yang mereka alami," terangnya.
Herdman menilai pembenahan internal menjadi fondasi penting sebelum berbicara soal hasil.
"Jadi ini adalah periode untuk mendengar, memahami, memastikan bahwa semua pihak yang perlu saya dengarkan benar-benar didengar. Setelah itu, baru mengambil tindakan," jelas eks pelatih Timnas Kanada ini.
Ia menekankan pentingnya standar tinggi, sistem yang jelas, serta struktur performa modern agar Timnas Indonesia mampu bersaing secara konsisten.
Agenda FIFA Series pada Maret disebut Herdman sebagai momentum pertama untuk mulai menerapkan ide-idenya di lapangan.
"Ini adalah langkah penting. Kami memiliki peluang yang sangat baik pada bulan Maret untuk mengambil langkah pertama bersama," kata Herdman.
Tak menunggu lama, pelatih berusia 50 tahun itu mengaku sudah mulai bekerja sejak hari pertama.
"Saya sudah mulai berkomunikasi dengan kapten dan beberapa pemimpin kunci. Saya telah menghubungi lebih dari 60 pemain untuk memberi tahu mereka bahwa saya ada di sini, saya mengamati," tutur dia.
Herdman diketahui telah tiba di Indonesia sejak Sabtu (10/1).
Ia datang bersama keluarga sebagai bentuk komitmen penuh untuk menetap dan bekerja total di Tanah Air.
Dalam menjalankan tugasnya, Herdman juga akan didampingi oleh Cesar Marius Philippe Meylan sebagai asisten pelatih.
PSSI resmi memperkenalkan Herdman sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia pada Selasa (13/1/2026). Dalam pernyataan perdananya, ia langsung menyampaikan ambisi besar.
“Ini kesempatan untuk membawa Indonesia ke panggung dunia,” ujar Herdman.
“Saya berharap bisa membawa pengalaman dan keahlian saya untuk membawa Indonesia ke panggung dunia,” imbuhnya.
Herdman menggantikan Patrick Kluivert dan dikabarkan dikontrak hingga 2027, dengan opsi perpanjangan sampai 2030 jika target tercapai.
Dengan pengalaman 15–20 tahun meloloskan tim ke Olimpiade dan Piala Dunia, Herdman menegaskan bahwa tugasnya kali ini bukan sekadar melatih.
Langkah membawa keluarga, pendekatan humanis, serta visi jangka panjang yang jelas membuat era baru Timnas Indonesia resmi dimulai, dengan harapan Garuda benar-benar bisa terbang lebih tinggi di panggung dunia. (tsy)
Load more