Lupakan Pascal Struijk, John Herdman Dikabarkan Pantau Ketat Pemain Berdarah Medan Calon Tandem Ole Romeny
- Instagram @lukevickery11
tvOnenews.com - John Herdman langsung memasang standar tinggi sejak resmi menakhodai Timnas Indonesia.
Pelatih asal Inggris itu tak sekadar menatap prestasi regional, melainkan membidik level yang jauh lebih besar: membuka jalan menuju Piala Dunia 2030.
Sejak awal, Herdman menegaskan bahwa kualitas skuad menjadi kunci utama.
Ia percaya, intensitas permainan dan kecerdasan taktik hanya bisa dibangun jika Timnas Indonesia diperkuat pemain yang terbiasa bersaing di level elite.

- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
Dalam pengenalannya, Herdman menyebut pentingnya kehadiran pemain kategori Level 1 dan Level 2, yakni mereka yang berkompetisi di lima liga top dunia atau liga dengan standar serupa.
Bagi mantan pelatih Timnas Kanada tersebut, rekam jejak karier adalah cerminan kualitas yang tak bisa dimanipulasi.
Sejalan dengan visi tersebut, perhatian kembali tertuju pada pemain keturunan Indonesia yang berkarier di Eropa dan luar negeri.
Sedikitnya sembilan nama kini disebut-sebut layak masuk radar PSSI untuk proses naturalisasi.
Beberapa di antaranya adalah Dani van den Heuvel, Laurin Ulrich, Jenson Seelt, hingga Pascal Struijk.

- REUTERS/Chris Radburn
Dua nama terakhir bahkan digadang-gadang sebagai opsi ideal untuk memperkuat lini pertahanan Garuda.
Pengalaman Struijk bersama Leeds United dan Seelt di VfL Wolfsburg dinilai mampu menghadirkan ketenangan di lini belakang, terutama jelang Piala Asia 2027.
Namun, peluang Struijk memperkuat Indonesia masih menemui hambatan, lantaran sang pemain telah menyatakan belum tertarik membela Merah Putih.
Di tengah ketidakpastian sektor belakang, fokus pun bergeser ke lini depan. Nama Luke Vickery mencuat sebagai kandidat yang paling memungkinkan untuk segera diproses.

- Instagram - Luke Vickery
Winger Macarthur FC itu tampil cukup konsisten di Liga Australia musim ini dengan kontribusi dua gol dan dua assist dari 12 pertandingan.
Usianya yang masih muda, ditambah kekuatan fisik serta ketajaman di sisi kanan serangan, membuatnya dinilai cocok dengan kebutuhan Timnas Indonesia saat ini.
Pengamat sepak bola nasional, Bung Harpa, menilai Vickery memiliki profil permainan yang sejalan dengan gaya Ole Romeny.
“Kalau kita bicara yang naturalisasi, ada satu juga nih satu pemain yang cukup berpotensi kalau dinaturalisasi,” kata Bung Harpa.
“Ini pemain posisinya sebenarnya kayak Ole Romeny, aslinya FR, forward right, tapi punya clinical yang bagus, umurnya masih muda, physical strenght-nya ok,” lanjutnya.
Bung Harpa juga meyakini bahwa Luke Vickery bukan sekadar wacana. Ia menilai sang pemain hampir pasti sudah masuk dalam pantauan langsung John Herdman.
“Ini mungkin atau hampir pasti masuk radarnya John Herdman. Bisa jadi juga salah satu dari 60 pemain yang dikontak sama dia,” ujar Bung Harpa.
Secara regulasi, Vickery memenuhi syarat untuk membela Timnas Indonesia. Ia memiliki darah Indonesia dari sang nenek di pihak ibu yang lahir di Medan.
Selain itu, pengalamannya di level internasional juga sudah teruji. Vickery pernah membela Timnas Australia U-19 dan tampil di Piala AFF U-19 2024 yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
Padatnya agenda Timnas Indonesia sepanjang 2026, mulai dari FIFA Series, FIFA Matchday, hingga Piala AFF, menuntut kedalaman skuad yang lebih kompetitif.
Kini, perhatian publik tertuju pada satu pertanyaan besar: apakah Luke Vickery akan menjadi pemain naturalisasi pertama di era John Herdman? (asl)
Load more