Timnas Indonesia Bisa Punya Ronaldo dari Liga Australia, Winger Keturunan Medan Buat Geger A-League dan Layak Jadi Opsi Naturalisasi
- x.com/mfcbulls
Jakarta, tvOnenews.com - Pemain berdarah Medan, Luke Vickery, tampil gemilang bersama Macarthur FC di Liga Australia. Winger yang kerap disandingkan dengan gaya bermain Cristiano Ronaldo ini berpotensi menjadi opsi naturalisasi bagi Timnas Indonesia.
Sepanjang musim ini, publik sepak bola Australia, khususnya penggemar A-League, dibuat terkesima oleh aksi sensasional Luke Vickery. Pemain berusia 20 tahun itu sukses mencuri perhatian lewat penampilan eksplosifnya bersama Macarthur FC di kasta tertinggi Liga Australia.
Sorotan terhadap Vickery semakin menguat setelah ia kembali menunjukkan kualitasnya pada pekan ke-14 A-League musim 2025–2026. Dalam laga yang digelar Sabtu (24/1/2026) sore WIB, ia dipercaya turun sejak menit awal dan menjawabnya dengan performa impresif.
Menghadapi tim kuat Melbourne City, Vickery tampil agresif di sisi sayap serangan. Kecepatan dan determinasi tinggi miliknya berujung satu gol penting yang mengantar Macarthur FC menang telak dengan skor 6-2.
Kemenangan besar tersebut menjadi hasil krusial bagi Macarthur FC dalam persaingan papan atas musim ini. Tambahan tiga poin membuat mereka kini menempati peringkat ketiga klasemen sementara dengan koleksi 23 poin.
Secara individu, gol ke gawang Melbourne City semakin menegaskan konsistensi Luke Vickery di level profesional. Ia kini telah mencatatkan lima gol dan dua assist dari total 17 penampilan sepanjang musim.
Catatan tersebut tergolong impresif untuk pemain berposisi winger yang masih berusia sangat muda. Tak heran jika sejumlah pihak mulai membandingkan gaya bermain Luke Vickery dengan Cristiano Ronaldo pada fase awal kariernya.
Berdasarkan analisis yang beredar, termasuk dari cuplikan video akun futboll.indonesia, Vickery memiliki atribut menyerang yang komplet. Ia mengandalkan kecepatan, keberanian melakukan cut inside, serta tembakan keras dan akurat dari luar kotak penalti.

- Instagram @lukevickery11
Tak hanya itu, pergerakan tanpa bola Vickery juga dinilai matang di atas rata-rata pemain seusianya. Kombinasi fisik khas pemain didikan Australia dan kelincahan membuatnya kerap menjadi ancaman serius bagi lini belakang lawan.
Daya tarik Vickery bagi publik Indonesia semakin besar karena latar belakang garis keturunannya. Winger Macarthur FC itu diketahui memiliki darah Indonesia dari sang nenek yang lahir di Medan, Sumatera Utara.
Fakta tersebut membuat Luke Vickery memenuhi syarat naturalisasi sesuai regulasi FIFA. Riwayat keluarganya pun terbilang unik karena melintasi beberapa negara dan benua.
Ayah Vickery berdarah Australia, sementara sang ibu berasal dari Amerika Serikat. Neneknya yang lahir di Medan sempat tinggal di Indonesia hingga usia sembilan tahun sebelum menetap di Belanda dan kemudian pindah ke Amerika Serikat.
Dengan latar belakang tersebut, Vickery sejatinya memiliki peluang membela Amerika Serikat, Australia, maupun Indonesia. Meski memegang paspor Amerika Serikat dan Australia, peluang memperkuat Skuad Garuda masih terbuka karena ia belum mencatatkan caps resmi di level senior.
Nama Luke Vickery juga bukan sosok asing bagi publik sepak bola nasional. Pada 2024 lalu, ia sempat tampil di Surabaya bersama Timnas Australia U-19 pada ajang Piala AFF U-19 di Stadion Gelora Bung Tomo.
Saat itu, ia masih berstatus pemain Western United U-21 sebelum akhirnya sempat tanpa klub dan kini bersinar bersama Macarthur Bulls. Pengalaman bermain di Indonesia tentu menjadi nilai tambah jika PSSI serius mendekatinya.
Potensi naturalisasi Vickery sejalan dengan visi pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman. Pelatih asal Inggris tersebut secara terbuka menyatakan kesiapannya memanfaatkan pemain diaspora untuk memperkuat kedalaman skuad.

- Instagram - Luke Vickery
Herdman menilai Indonesia membutuhkan pemain yang terbiasa dengan intensitas tinggi untuk bersaing di level elite. Ia menegaskan pentingnya pemain yang telah ditempa di liga kompetitif.
“Untuk bersaing di level dunia, Anda membutuhkan pemain level satu dan dua,” ujar Herdman dalam salah satu pernyataannya. “Pemain yang terbiasa dengan intensitas dan kecerdasan taktik sepak bola modern.”
Pernyataan tersebut menjadi sinyal positif bagi pemain diaspora yang tengah bersinar, termasuk Luke Vickery di A-League. Liga Australia dikenal sebagai kompetisi yang menuntut fisik kuat dan tempo permainan cepat.
Jika PSSI bergerak cepat, Luke Vickery berpeluang menjadi tambahan ideal di lini serang Timnas Indonesia. Gaya bermainnya bisa memberi dimensi baru bagi Skuad Garuda di masa depan.
Kini, dengan performa yang terus menanjak dan latar belakang keturunan Indonesia dari Medan, pertanyaan besar pun mengemuka. Akankah “Ronaldo” dari A-League ini segera mengenakan seragam Merah Putih dalam waktu dekat.
(sub)
Load more