5 Fakta Menarik St Kitts and Nevis, Lawan Perdana Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
- Facebook Saint Kitts and Nevis Football Association
tvOnenews.com - Timnas Indonesia akan membuka perjalanan di ajang FIFA Series 2026 dengan menghadapi wakil zona CONCACAF, St Kitts and Nevis.
Di atas kertas, skuad Garuda memang lebih difavoritkan, namun tim asal Karibia itu menyimpan sejumlah fakta menarik yang patut diketahui sebelum duel berlangsung.
Turnamen ini sendiri menjadi panggung penting bagi Indonesia sebagai tuan rumah grup, di mana selain St Kitts and Nevis, tim asuhan John Herdman juga dijadwalkan berjumpa Bulgaria dan Kepulauan Solomon dalam format kompetisi mini antarkonfederasi.
Untuk lebih jelasnya, simak 5 fakta menarik St Kitts and Nevis, calon lawan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026.
1. Punya Julukan Unik dan Akar Sejarah
St Kitts and Nevis dikenal dengan julukan The Sugar Boyz, yang berkaitan erat dengan sejarah panjang negara kepulauan tersebut sebagai penghasil tebu dan gula di kawasan Karibia.
Organisasi sepak bola mereka, SKNFA, sudah berdiri sejak 1932 di Basseterre, namun baru menjadi anggota resmi CONCACAF dan FIFA pada 1992.
Laga internasional pertama mereka tercatat pada 1938 saat menghadapi Grenada dan kalah 2-4.
Meski memiliki sejarah panjang, prestasi internasional tim ini terbilang terbatas. Hingga kini mereka belum pernah mengangkat trofi di turnamen resmi.
2. Prestasi dan Kiprah di Turnamen
Pencapaian terbaik St Kitts and Nevis datang ketika menembus final Caribbean Cup 1996 sebelum kalah dari Trinidad dan Tobago.
Mereka juga sempat mencicipi panggung CONCACAF Gold Cup 2023, meski harus menelan kekalahan di semua laga fase grup.
Dalam perjalanan kualifikasi internasional, tim ini pernah mencapai babak lanjutan zona CONCACAF menuju Piala Dunia 1998. Namun langkah mereka terhenti sebelum fase lebih jauh.
Dari segi ranking FIFA, jarak kekuatan cukup terlihat.
St Kitts and Nevis berada di sekitar posisi ke-154 dunia dengan sekitar 1035 poin, sementara Indonesia berada di kisaran peringkat ke-122 dengan lebih dari 1140 poin.
Dalam sejarahnya, mereka pernah menyentuh peringkat terbaik ke-73 pada 2017 sebelum mengalami penurunan performa.
3. Dipenuhi Pemain Diaspora
Menariknya, komposisi skuad The Sugar Boyz dipengaruhi warisan kolonial Inggris.
Banyak pemainnya lahir atau berkarier di Inggris, termasuk beberapa nama berpengalaman di level kompetisi profesional.
Load more