Shin Tae-yong Sentil Pemain Indonesia Soal Pola Hidup Tak Profesional: Kalau Seenaknya, Main Tarkam Saja!
- AFC
Jakarta, tvOnenews.com - Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong memberikan pesan khusus untuk para punggawa skuad Garuda. Bahkan, ia menyinggung terkait mentalitas yang harus diterapkan sebagai pemain profesional.
Kehadiran Shin Tae Yong di Jakarta kembali mengundang sorotan publik sepak bola nasional. Meski tak lagi menjabat sebagai pelatih Timnas Indonesia, sosok asal Korea Selatan itu tetap menjadi figur yang didengar pendapatnya.
Dalam sebuah agenda yang digelar di Jakarta pada Jumat (20/2), Shin Tae-yong pun dimintai pandangannya mengenai perkembangan pemain sepak bola Indonesia. Ia pun menyampaikan pesan yang menurutnya paling krusial untuk dijalankan para pemain.
Shin Tae-yong secara tegas menempatkan disiplin sebagai aspek yang tidak bisa ditawar dalam dunia sepak bola profesional. Menurutnya, tanpa pola hidup yang teratur dan komitmen tinggi, kualitas pemain akan sulit berkembang.
Ia menilai banyak pemain masih memandang remeh hal-hal mendasar di luar lapangan. Padahal, kebiasaan sehari-hari memiliki pengaruh besar terhadap performa saat bertanding.
"Jadi, untuk menjaga kondisi yang fit memang paling penting, dasar dan disiplin. Jadi, enggak boleh seenaknya saja," ujar Shin Tae-yong di Jakarta, Jumat (20/2).
Pesan tersebut menegaskan bahwa menjaga kebugaran bukan hanya soal latihan di lapangan. Pola makan, waktu istirahat, hingga aktivitas harian harus dikontrol secara profesional.
Shin Tae-yong bahkan mengingatkan bahwa sikap sembarangan hanya akan membuat pemain sulit bersaing di level tertinggi. Ia menyindir bahwa mentalitas seperti itu lebih cocok untuk sepak bola amatir.
"Mulai dari makanan dan kegiatan sehari-hari harus benar-benar profesional banget. Jadi, enggak boleh seenaknya. Kalau seenaknya itu, ya mungkin main di tarkam saja!" tegas Shin Tae-yong.
Tarkam sendiri merupakan singkatan dari tarikan kampung, yakni turnamen sepak bola amatir yang lazim digelar di lingkungan kampung. Ajang tersebut umumnya bersifat hiburan dan tidak menerapkan standar profesional yang ketat.
Selain menyoroti kedisiplinan, Shin Tae-yong juga menekankan pentingnya fondasi teknik dalam sepak bola. Ia menilai bahwa tanpa dasar permainan yang benar, sulit bagi Indonesia untuk melangkah ke level yang lebih tinggi.
Pembinaan usia dini, menurutnya, harus dijalankan dengan metode yang tepat dan berkesinambungan. Proses yang konsisten akan melahirkan pemain dengan pemahaman taktik dan teknik yang lebih matang.
Pengalamannya selama lebih dari lima tahun di Indonesia membuatnya cukup memahami potensi yang dimiliki sepak bola Tanah Air. Ia melihat adanya kemajuan, terutama dalam upaya membangun sistem pembinaan dari level akar rumput.
"Jadi, [Indonesia harus] mulai dari fondasi yang harus dibangun benar-benar baik, benar-benar proses yang benar," ucap mantan pelatih tim nasional Korea Selatan tersebut.
Shin Tae-yong pun mengaku memiliki keyakinan besar terhadap masa depan sepak bola Indonesia. Ia percaya, dengan proses yang benar dan keseriusan semua pihak, perkembangan signifikan bisa tercapai.
"Dan, saya salah satu orang yang benar-benar percaya sepak bola Indonesia akan berkembang lebih jauh daripada sekarang," ucap Shin Tae-yong.
Sebagai catatan, Shin Tae Yong sempat dipercaya PSSI menangani Timnas Indonesia sejak Desember 2019. Masa kerjanya berakhir pada Januari 2025, namun hingga kini ia masih kerap datang ke Indonesia dan menunjukkan perhatiannya terhadap kemajuan sepak bola nasional. (igp/fan)
Load more