Bung Ropan Bicara Jujur soal John Herdman: Belum Pernah Ada Pelatih Timnas Indonesia yang Mau Melakukan Itu
- Kitagaruda.id
tvOnenews.com - Kiprah perdana John Herdman bersama Timnas Indonesia akan segera tiba.
Ajang FIFA Series 2026 menghadirkan duel kontra St. Kitts and Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jumat (27/3/2026), yang bukan sekadar laga uji coba biasa.
Ini adalah panggung pembuktian bagi pelatih asal Inggris tersebut.
Datang dengan reputasi mentereng usai membawa Kanada tampil di Piala Dunia 2022, Herdman kini memikul ekspektasi besar dari suporter Garuda.
Laga ini menjadi tolok ukur awal sejauh mana sentuhan tangannya mampu mengangkat performa skuad Merah Putih.
Menurut pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan, momen ini menjadi kesempatan emas bagi Herdman untuk menjawab rasa penasaran publik.

- ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/YU
“Saya pikir ini adalah panggung John Herdman yang pertama bersama Timnas Indonesia sekaligus sebagai ajang pembuktian. Karena banyak orang yang masih penasaran,” ujar Ronny Pangemanan dikutip dari kanal YouTube Nusantara TV.
Bung Ropan (sapaan akrabnya) menilai Herdman membawa kesan awal yang menjanjikan.
Bukan hanya soal taktik, tetapi juga komitmennya terhadap sepak bola Indonesia.
“Kalau saya lihat, dia ini auranya bagus. Karena, dia bersedia membawa keluarganya untuk tinggal di Jakarta. Ini tidak mudah. Tidak ada pelatih-pelatih sebelumnya yang bersedia melakukan itu,” ujar Bung Ropan.
Keputusan tersebut dinilai sebagai bentuk keseriusan.
Dalam konteks sepak bola modern, kehadiran keluarga pelatih di negara tempatnya bekerja sering dianggap sebagai sinyal komitmen jangka panjang dan kedekatan emosional dengan proyek yang diemban.
Selain itu, Herdman juga menunjukkan fleksibilitas dalam bekerja sama dengan federasi.
Ia menerima keinginan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk melibatkan asisten pelatih lokal dalam staf kepelatihannya.
“Dia juga bisa mengikuti permintaan PSSI untuk menggunakan asisten pelatih lokal. Ini bagi saya adalah satu hal yang positif. Dia tidak membawa gerbong asisten pelatih yang banyak, tetapi hanya satu sampai dua orang saja,” tambah dia.
Langkah ini sejalan dengan visi pembinaan berkelanjutan.
Transfer ilmu dan pengalaman dari pelatih berkelas dunia kepada talenta kepelatihan lokal menjadi bagian penting dalam membangun fondasi sepak bola nasional yang lebih kuat.
Dalam persiapan menuju FIFA Series 2026, Herdman disebut berada dalam posisi yang relatif menguntungkan.
Ia tidak dihadapkan pada kebutuhan mendesak untuk merombak komposisi pemain secara besar-besaran.
“Saya rasa, selama masa persiapan ini, John Herdman juga diuntungkan karena tidak perlu banyak merombak pemain. Dia juga tidak perlu mengambil pemain-pemain lagi untuk dinaturalisasi karena waktunya mepet,” kata Ropan.
“Kalau untuk kepentingan Piala Asia 2027 yang akan berlangsung tahun depan, penambahan pemain masih okelah. Namun, untuk saat ini kekuatan Timnas Indonesia sebetulnya sudah mumpuni,” ia menambahkan.

- instagram timnas indonesia
Secara struktur, skuad Garuda kini dihuni kombinasi pemain lokal terbaik dan diaspora yang berkarier di Eropa.
Stabilitas ini memberi ruang bagi Herdman untuk fokus menyempurnakan sistem permainan, bukan melakukan eksperimen ekstrem.
Jika melihat ranking FIFA, Indonesia memang berada di atas calon lawan. Saat ini Merah Putih menempati posisi ke-122 dunia, sedangkan St. Kitts and Nevis berada di peringkat 154.
“Untuk ukuran FIFA Series melawan St. Kitts and Nevis, kualitas Timnas Indonesia kan berada di atas mereka. Dari peringkat saja sebetulnya sudah jauh. Kita berada di peringkat ke-122 FIFA, mereka berada di 154 FIFA,” ujar Ropan.
Ia juga menyoroti kualitas individu pemain Indonesia yang kini berkarier di Eropa, seperti Jay Idzes, Emil Audero, Kevin Diks, dan Maarten Paes.
“Mereka juga tidak memiliki pemain-pemain yang berkarier di liga-liga besar Eropa. Sedangkan kita punya Jay Idzes yang bermain di Sassuolo, Emil Audero bermain di Cremonese, Verdonk di Lille OSC,” kata Bung Ropan.
“Ada juga Kevin Diks di Gladbach. Apalagi Maarten Paes saat ini bermain di Ajax. Jadi, secara kedalaman skuad, kita itu sudah lebih bagus daripada lawan. Namun, sepak bola tidak bisa hanya melihat itu saja. Itu bukan jaminan,” lanjut dia.
Jay Idzes sendiri tercatat memperkuat US Sassuolo Calcio, sementara Emil Audero bermain untuk US Cremonese.
Kevin Diks berkarier di Borussia Monchengladbach, dan Maarten Paes memperkuat AFC Ajax.
Kehadiran pemain-pemain dengan pengalaman kompetisi Eropa jelas menjadi nilai tambah bagi Indonesia.
Namun, Herdman tentu paham bahwa sepak bola tak melulu soal nama besar dan statistik di atas kertas.
Menghadapi St. Kitts and Nevis bukan hal baru bagi Herdman.
Saat masih melatih Timnas Kanada, ia pernah bertemu tim tersebut pada November 2018 dan hanya menang tipis 1-0.
“John Herdman pasti sudah tahu dengan situasi ini. Karena punya pengalaman melatih Timnas Kanada, dia juga pernah menghadapi St. Kitts and Nevis. Mereka saat itu bisa menang dengan susah payah,” ujar Ropan.
Pengalaman itu menjadi pelajaran berharga. Tim-tim kawasan Karibia dikenal memiliki fisik kuat, kecepatan, serta disiplin bertahan yang kerap menyulitkan lawan yang secara teknis lebih unggul.
Herdman sendiri dikenal sebagai pelatih dengan pendekatan detail dan berbasis analisis data.
Ia sukses membawa Kanada lolos ke putaran final Piala Dunia 2022 di Qatar, sebuah pencapaian bersejarah setelah absen selama 36 tahun.
Fondasi permainan kolektif, transisi cepat, serta kedisiplinan menjadi ciri khas racikannya.
Meski diunggulkan, laga ini tetap menjadi ujian nyata bagi Herdman.
Fokus utama bukan hanya skor akhir, melainkan bagaimana ia menyusun komposisi tim, membaca ritme pertandingan, dan melakukan penyesuaian taktik.
“Jadi, Herdman tahu ini adalah tim yang kuat. Meski tidak punya pemain-pemain hebat, lawan kita ini tetap tim yang baik. Nah, di sinilah yang ditunggu, kejelian dan kecerdasan seorang John Herdman dalam meramu starting eleven terbaik,” katanya.
Debut di hadapan puluhan ribu suporter di GBK akan menjadi panggung emosional sekaligus teknis bagi Herdman.
Jika mampu menghadirkan permainan solid dan kemenangan meyakinkan, kepercayaan publik akan menguat.
Sebaliknya, hasil kurang memuaskan bisa memunculkan tanda tanya dan keraguan di kalangan penggemar.
(tsy)
Load more