Timnas Indonesia Berpeluang Datangkan Gelandang Rp399 Miliar Berdarah Manado, Bisa Gusur Posisi Thom Haye
- Instagram/kennethtaylor_ | Instagram/thomhaye
tvOnenews.com - Timnas Indonesia kembali terseret dalam pusaran kabar besar bursa transfer Eropa.
Gelandang muda asal Belanda, Kenneth Taylor, resmi bergabung dengan SS Lazio setelah ditebus dari Ajax Amsterdam dengan nilai transfer mencapai 15 juta euro atau sekitar Rp300 miliar.
Taylor sebelumnya sempat dikaitkan dengan Timnas Indonesia karena disebut memiliki garis keturunan dari sang ibu yang berasal dari Manado, Sulawesi Utara.

- Instagram @Kennethtaylor_
Di tengah strategi naturalisasi dan pemantauan pemain diaspora yang gencar dilakukan federasi, rumor tersebut sempat memantik optimisme.
Terlebih sejak era kepelatihan John Herdman, proyek pembangunan tim memang diarahkan untuk menghadirkan pemain-pemain dengan kualitas, intensitas, dan pengalaman Eropa.
Kini Taylor memasuki babak baru dalam kariernya. Ia telah menandatangani kontrak berdurasi 4,5 tahun bersama Lazio.
Klub berjuluk Biancocelesti itu memproyeksikannya sebagai pengganti Matteo Guendouzi yang hengkang ke Fenerbahçe.
Bahkan, manajemen berharap ia bisa segera terdaftar untuk laga Serie A melawan Hellas Verona.
Sebagai produk akademi Ajax, Taylor bukan nama sembarangan. Ia sudah terbiasa tampil di Eredivisie, mencicipi Liga Champions, hingga merasakan tekanan Liga Europa.
Pengalaman tersebut membuat nilai transfer Rp300 miliar terasa logis bagi gelandang 23 tahun itu. Kini, nilai pasar sang bintang mencapai Rp399 miliar berdasarkan data Transfermarkt.
Dari sisi permainan, Taylor dikenal sebagai gelandang box-to-box dengan mobilitas tinggi. Ia piawai menjaga keseimbangan tim, aktif membantu pertahanan, sekaligus progresif dalam distribusi bola.
Karakter seperti ini sangat sesuai dengan pendekatan taktik Herdman yang mengedepankan transisi cepat dan permainan dinamis.
Lalu bagaimana dampaknya bagi skuad Garuda, khususnya untuk Thom Haye?

Saat ini, Thom Haye masih menjadi salah satu jangkar utama lini tengah Timnas Indonesia.
Perannya dalam mengatur tempo dan menjaga ritme permainan cukup sentral. Namun jika suatu saat Taylor benar-benar membuka peluang membela Merah Putih, persaingan di sektor tersebut otomatis meningkat.
Secara teori, keduanya bisa saling melengkapi. Haye menawarkan pengalaman dan kontrol permainan, sementara Taylor menghadirkan energi, agresivitas, dan daya jelajah luas.
Load more