Respons Berkelas John Herdman, Tetap Puji Peran Ramadhan Sananta di Tengah Banjir Kritik
- Instagram - Ramadhan Sananta
tvOnenews.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menunjukkan sikap berkelas dengan membela anak asuhnya, Ramadhan Sananta, yang tengah dihujani kritik setelah laga lawan Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026.
Di tengah tekanan publik, Herdman justru menegaskan bahwa Sananta memiliki peran vital dalam skema permainan Skuad Garuda.
Pertandingan melawan Timnas Bulgaria yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Senin (30/3/2026) menjadi sorotan besar.
Namun sebelum laga tersebut, perhatian publik justru tertuju pada performa Sananta saat menghadapi Timnas Saint Kitts and Nevis.
Sananta dipercaya tampil sebagai bagian dari trio lini depan bersama Ole Romeny dan Beckham Putra.
Meski tidak mencetak gol, kontribusinya dinilai penting dalam membuka ruang bagi rekan-rekannya.
Sananta bermain selama 72 menit sebelum akhirnya digantikan oleh Mauro Zijlstra.
Namun, performa tersebut tetap menuai kritik dari sebagian penggemar sepak bola Tanah Air. Banyak yang menyoroti minimnya kontribusi gol dari striker yang kini membela DPMM FC tersebut.
- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
Menanggapi hal itu, Herdman tidak tinggal diam. Dalam sesi konferensi pers usai latihan, ia secara tegas membela Sananta dan menilai kritik yang diberikan sudah melewati batas.
“Kita butuh Ramadhan Sananta. Saya sangat kecewa dengan kritik yang diterima pemuda itu,” ujar Herdman.
Menurutnya, Sananta adalah tipe pemain yang bekerja keras untuk tim, bukan sekadar mengejar statistik gol.
Ia bahkan membandingkan peran Sananta dengan striker top dunia seperti Olivier Giroud, yang dikenal memiliki kontribusi besar dalam permainan tim meski tidak selalu mencetak gol.
“Jika Anda melihat Olivier Giroud, dia tidak mencetak gol di Piala Dunia, tetapi tidak ada yang mengkritik penampilannya karena apa yang dia lakukan untuk tim. Sananta adalah pemain seperti itu,” jelas Herdman.
Lebih lanjut, Herdman mengungkapkan bahwa pergerakan Sananta sangat membantu pemain lain seperti Ole Romeny dan Beckham Putra dalam mendapatkan ruang di lini serang.
Peran sebagai “pembuka ruang” ini menjadi bagian penting dalam strategi menyerang Timnas Indonesia.
Selain aspek teknis, Herdman juga menyoroti sisi emosional dari kritik yang diterima Sananta.
- tvOnenews.com - Taufik Hidayat
Ia menyayangkan adanya komentar negatif di media sosial yang bisa berdampak pada mental pemain muda.
"Dia adalah warga negara Indonesia yang sangat bangga dan sulit untuk membaca dan melihat ini beberapa hal yang telah dikatakan tentang pemuda itu. Saya pikir kita harus menjadi lebih baik sebagai sebuah negara," tegasnya.
Pernyataan Herdman ini pun menuai respons positif dari para suporter.
Banyak yang menilai sang pelatih menunjukkan tanggung jawab penuh terhadap pemain yang ia pilih, sekaligus menjaga moral tim agar tetap solid.
“Padahal kritiknya mah jelas kok ke Sananta. Cuma sebagai Coach emang udah tugasnya melindungi pemain,” komentar netizen.
Di sisi lain, ada pula yang tetap memberikan kritik, namun dengan pendekatan yang lebih konstruktif.
“Betul kemarin Sananta banyak bantu buka ruang, tapi fans kecewa terhadap Sananta karena dapat banyak peluang tapi nggak ada yang gol, control jelek, finishing jelek, kalah body mulu,” kata yang lain
Situasi ini menunjukkan dinamika yang wajar dalam dunia sepak bola, di mana ekspektasi tinggi sering kali berbanding lurus dengan kritik tajam.
Namun, kehadiran sosok pelatih seperti Herdman yang mampu melindungi pemainnya menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas tim.
Dengan laga melawan Bulgaria yang semakin dekat, perhatian kini tertuju pada bagaimana Sananta merespons kepercayaan yang diberikan.
Dukungan dari pelatih dan rekan setim diharapkan mampu menjadi motivasi tambahan untuk menunjukkan performa terbaik di lapangan. (adk)
Load more