Sederhana tapi Patrick Kluivert Tak Bisa, Ini Alasan John Herdman Tetap Dipuji Meski Timnas Indonesia Kalah
- tvonenews.com - Ilham Giovani
tvOnenews.com - Kekalahan Timnas Indonesia di final FIFA Series 2026 dari Bulgaria dengan skor tipis 0-1 tidak sepenuhnya menghadirkan kekecewaan.
Justru, di balik hasil tersebut, sosok pelatih John Herdman mendapat pujian dari publik.
Banyak suporter dan netizen menilai ada perubahan signifikan dalam permainan Timnas Indonesia dibandingkan sebelumnya, termasuk saat masih ditangani Patrick Kluivert.
Laga yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (30/3/2026), berjalan cukup sengit.
Timnas Indonesia tampil dominan dalam penguasaan bola dan mampu menekan Bulgaria hampir sepanjang pertandingan.
Namun, satu momen krusial di babak pertama menjadi pembeda. Pelanggaran yang dilakukan Kevin Diks terhadap Zdravko Dimitrov di kotak penalti membuat wasit menunjuk titik putih setelah melihat tayangan VAR.
Eksekusi Marin Petkov pun sukses membawa Bulgaria unggul 1-0 hingga akhir pertandingan.
Meski kalah, performa Timnas Indonesia justru menuai apresiasi. Banyak yang menilai permainan skuad Garuda jauh lebih terorganisir, agresif, dan berani dalam menekan lawan.
- ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
Salah satu akun di media sosial sepak bola di X bahkan menyoroti dominasi Indonesia dalam laga tersebut.
“Secara permainan Timnas Indonesia jauh lebih unggul malam ini, Bulgaria dikurung dan nyaris sepanjang pertandingan didominasi. Hanya kurang beruntung kebobolan via penalti,” tulis akun Extra Time Indonesia.
Komentar positif lainnya juga bermunculan. Publik mulai melihat arah permainan yang lebih jelas di bawah kepemimpinan John Herdman.
“Masih cukup positif dan optimis ke depannya sama JH. Dua match main bagus, apalagi lawan Bulgaria bisa tampil dominasi aja juga sudah bagus,” tulis netizen lain.
Namun, yang paling mencuri perhatian bukan hanya soal taktik atau hasil pertandingan, melainkan sikap Herdman setelah laga berakhir.
Pelatih asal Inggris tersebut terlihat bersama tim kepelatihannya turun langsung ke lapangan untuk menyapa dan berterima kasih kepada suporter Garuda.
Momen ini menjadi simbol kedekatan antara tim dan pendukung.
Hal sederhana ini justru menjadi pembeda mencolok dibandingkan era sebelumnya.
- Vidio.com
Banyak netizen membandingkan sikap Herdman dengan Patrick Kluivert, yang saat itu mendapat kritik karena dianggap kurang menunjukkan kedekatan dengan suporter.
Dalam salah satu momen saat Timnas Indonesia kalah di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026 lawan Arab Saudi, Kluivert terlihat tetap berada di bangku cadangan tanpa menghampiri fans.
Hal ini kembali diungkit oleh netizen sebagai perbandingan.
“Gak kayak yang katanya ‘tim kepelatihan terbaik’, duduk di bench dan ketika gak lolos langsung balik ke kampung halamannya,” sindir netizen.
Perbedaan pendekatan ini dinilai positif dalam membangun hubungan emosional antara tim dan suporter.
Selain itu, Herdman juga dinilai mampu memberikan kepercayaan diri kepada para pemain.
Ia tidak hanya fokus pada hasil akhir, tetapi juga proses dan perkembangan tim secara keseluruhan.
Di bawah asuhannya, Timnas Indonesia terlihat lebih berani memainkan bola, tidak mudah panik saat ditekan, serta mampu menciptakan peluang meski menghadapi lawan dengan peringkat lebih tinggi.
Kekalahan dari Bulgaria memang menjadi catatan, tetapi cara bermain dan sikap yang ditunjukkan oleh tim serta pelatih justru menjadi sinyal positif bagi masa depan sepak bola Indonesia. (adk)
Load more