John Herdman Langsung Bicara soal Keunggulan Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 usai Kalah dari Bulgaria
- tvonenews.com - Ilham Giovani
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkap bahwa timnya bisa punya faktor X untuk Piala Asia 2027. Hal ini disampaikan setelah kekalahan dari Bulgaria.
Skuad Garuda gagal meraih hasil maksimal di FIFA Series 2026. Mereka menderita kekalahan dengan skor 0-1 ketika menghadapi Bulgaria pada Senin (30/3/2026) malam kemarin WIB.
Gol Marin Petkov melalui eksekusi penalti pada menit ke-38 menjadi satu-satunya pembeda. Publik Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pun gagal untuk menyaksikan Timnas Indonesia juara.
Sebab, di paruh kedua, berbagai upaya dari pemain Timnas Indonesia tidak membuahkan hasil. Tendangan Ole Romeny dan tandukan Rizky Ridho hanya dimentahkan oleh mistar gawang.
Meskipun menderita kekalahan dalam pertandingan ini, Timnas Indonesia mendapatkan pujian dari John Herdman. Sang pelatih asal Inggris mengaku melihat potensi besar dari skuad.
Permainan Herdman mendapatkan pujian dari publik, namun sang pelatih justru memuji para pemainnya. Sebab, mereka mampu menerapkannya dalam waktu singkat, terlepas dari minimnya waktu persiapan.
“Dan secara taktik, untuk dapat melakukan apa yang telah kami lakukan dalam waktu singkat, saya rasa saya mengatakan ini ketika saya menerima pekerjaan ini, ada beberapa pekerjaan internasional lain yang saya pertimbangkan,” kata Herdman dalam konferensi pers setelah laga.
Menurut Herdman, hal ini bisa menjadi faktor yang sangat penting di Piala Asia 2027 mendatang. Sebab, para pemainnya sangatlah cerdas.
“Tetapi saya pikir kesadaran taktik dan disiplin kelompok ini akan menjadi faktor X di AFC. Dan kami memiliki beberapa pemain yang sangat cerdas. Dan yang saya lihat adalah para pemain lokal dan diaspora semakin dekat. Secara taktik dan budaya,” tambahnya.
Herdman menyadari bahwa dirinya kini punya tugas untuk menjadi ayah bagi para pemain Timnas Indonesia. Dia pun mengharapkan bantuan dari Steven Vitoria, yang notabenenya adalah mantan pemain Timnas Kanada.
“Dan tugas saya, seperti yang saya katakan kepada mereka, saya sudah cukup tua sekarang untuk menjadi ayah bagi sebagian dari mereka. Saya punya seorang putra yang usianya hampir sama. Bagi sebagian orang, saya akan menjadi figur ayah. Untuk mengatakan yang sebenarnya dan menetapkan standar,” tandasnya.
“Dan bagi yang lain, saya akan menjadi kakak laki-laki. Dan, seorang mentor. Dan bersama-sama, Anda tahu, selama saya di sana, saya memiliki kelompok kepemimpinan yang luar biasa. Steven Vitoria, yang berada di staf saya, para pemimpinlah yang membawa Kanada lolos ke Piala Dunia, bukan pelatih,” tambahnya.
“Pelatih memberdayakan kelompok, mendukung kelompok, membimbing kelompok, dan mereka mengambil kendali tim ketika saat-saat sulit datang. Selalu. Jadi saya akan membangun dengan fondasi yang telah kita miliki. Terima kasih,” pungkas Herdman. (rda)
Load more