News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Media Belanda Mulai Curiga, Sebut Ada ‘Orang Penghubung’ di Balik Polemik Paspor Pemain Timnas Indonesia

Media Belanda soroti peran Fardy Bachdim dalam polemik paspor pemain Timnas Indonesia. Disebut sebagai “penghubung”, kasus ini picu kontroversi di Eredivisie.
Minggu, 5 April 2026 - 06:54 WIB
Jay Idzes Akhirnya Jujur, Usai Timnas Indonesia Gagal di Final FIFA Series 2026 Kami Kehilangan Mimpi untuk ke Piala Dunia 2026
Sumber :
  • instagram Jay Idzes

tvOnenews.com - Sorotan terhadap polemik “paspoort gate” yang melibatkan pemain naturalisasi Timnas Indonesia kini memasuki babak baru.

Media Belanda mulai mengaitkan nama Fardy Bachdim sebagai sosok penting di balik proses perekrutan pemain diaspora.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus ini sendiri tengah menjadi perhatian luas di Belanda, terutama setelah sejumlah pemain harus menepi akibat persoalan administrasi yang belum tuntas.

Beberapa pemain yang terdampak antara lain Dean James (Go Ahead Eagles), Justin Hubner (Fortuna Sittard), Tim Geypens (FC Emmen), serta Nathan Tjoe-A-On (Willem II).

Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Tidak Dikenal di Negara Asal Tapi Punya 4 Juta Followers di Instagram
Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Tidak Dikenal di Negara Asal Tapi Punya 4 Juta Followers di Instagram
Sumber :
  • tvOnenews-Taufik Hidayat

Mereka untuk sementara tidak bisa beraktivitas penuh bersama klub masing-masing karena masih menunggu kejelasan terkait status kewarganegaraan dan izin kerja di kompetisi Belanda.

Harian besar Belanda, Algemeen Dagblad, menurunkan laporan khusus yang mengupas peran Fardy Bachdim dalam fenomena ini.

Media tersebut menyebut Fardy sebagai figur yang kerap muncul dalam berbagai momen penting proses naturalisasi pemain Indonesia.

Mulai dari dokumentasi bersama pemain di Eropa hingga kehadirannya dalam seremoni pengambilan sumpah kewarganegaraan.

"Tidak mengejutkan karena Bachdim punya jejaring besar di Belanda dan Indonesia," tulis media tersebut, seperti dikutip dari Voetbal Primeur.

"Ia dulu aktif sebagai pelatih usia muda dan mempunyai sekolah sepak bola di sana."

Dalam laporannya, Algemeen Dagblad bahkan menyematkan julukan khusus untuk Fardy Bachdim: “Sang Penghubung”.

Perannya disebut sebagai pihak yang menjembatani komunikasi antara pemain berdarah Indonesia di Belanda dengan PSSI.

Media tersebut juga menyoroti kehadiran Fardy dalam berbagai momen penting, termasuk saat mendampingi pemain seperti Jay Idzes ketika masih membela Venezia, hingga saat proses naturalisasi pemain lain di Kedutaan Besar Indonesia di Brussels.

"Gambaran besarnya jelas," tulis AD lagi.

"Para pemain dijual mimpi sepak bola dan mungkin, berdasarkan mereka yang terlibat, tidak memperhatikan dengan seksama konsekuensi bermain bagi Indoensia."

"Mereka berpikir soal pengembangan di dalam lapangan bukan tentang paspor, izin kerja, visa tinggal, dan isu-isu legal lainnya."

Menariknya, media Belanda juga membandingkan situasi ini dengan Maarten Paes.

Kiper tersebut dinilai lebih berhati-hati dalam mempertimbangkan dampak perubahan kewarganegaraan.

Saat kembali ke Ajax Amsterdam dari FC Dallas pada Februari 2026, Paes disebut telah mempelajari secara detail konsekuensi hukum yang mungkin timbul.

Peran agensi yang menaunginya, SEG, juga disebut membantu menghindarkannya dari potensi masalah serupa.

Dalam laporannya, Algemeen Dagblad mempertanyakan sejauh mana pemahaman pihak-pihak terkait terhadap aturan migrasi dan regulasi pemain di Belanda.

"Belum jelas apakah Bachdim tidak tahu soal peraturan migrasi ketat atau secara sadar mengacuhkannya bersama pemain-pemain di bawah naungannya," tulis AD lagi.

Hingga kini, Fardy Bachdim belum memberikan pernyataan resmi terkait sorotan tersebut.

Kasus ini memperlihatkan betapa kompleksnya regulasi sepak bola modern, terutama terkait perpindahan kewarganegaraan pemain.

Perubahan status dari warga Uni Eropa menjadi non-Uni Eropa berdampak besar pada aspek administratif seperti izin kerja, kontrak, hingga kelayakan bermain di liga tertentu.

Dalam konteks Eredivisie, aturan tersebut sangat ketat dan bisa berdampak langsung pada klub maupun pemain.

Saat ini, publik masih menunggu keputusan dari otoritas sepak bola Belanda terkait kasus yang melibatkan para pemain tersebut.

Apakah ini murni kesalahan administratif, atau ada kelalaian dalam proses naturalisasi, semuanya masih dalam tahap penyelidikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Yang jelas, polemik ini tidak hanya berdampak pada pemain, tetapi juga membuka diskusi lebih luas tentang tata kelola naturalisasi dan perlindungan karier atlet di level internasional.

(tsy)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

30 Jam Terjebak Teruntuhan, Wanita Korban Gempa Kolombia Selamat

30 Jam Terjebak Teruntuhan, Wanita Korban Gempa Kolombia Selamat

Tim penyelamat di Kota Cali, Kolombia berhasil mengevakuasi seorang wanita bernama Diana yang terjebak selama sekitar 30 jam di bawah reruntuhan akibat gempa bumi kuat yang melanda negara tersebut
Karhutla Belum Padam, Penutupan Wisata Gunung Bromo Diperpanjang hingga 15 Agustus

Karhutla Belum Padam, Penutupan Wisata Gunung Bromo Diperpanjang hingga 15 Agustus

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengumumkan perpanjangan penutupan melalui akun Instagram resminya @bbtnbtsbromotenggersemeru.
Bilal Hasan Menang KO di Dana White's Contender Series, The Indo Ninja Menanti Kontrak UFC dari Dana White

Bilal Hasan Menang KO di Dana White's Contender Series, The Indo Ninja Menanti Kontrak UFC dari Dana White

Petarung MMA Indonesia, Bilal Hasan mengaku menanti kontrak UFC dari Dana White usai meraih kemenangan impresif lewat KO di Dana White's Contender Series.
Perusak Bendera Merah Putih di Bantul dan Palang KA Sleman Dipastikan Orang yang Sama, Polisi Bongkar Motifnya

Perusak Bendera Merah Putih di Bantul dan Palang KA Sleman Dipastikan Orang yang Sama, Polisi Bongkar Motifnya

Polisi memastikan aksi perusakan bendera Merah Putih di Kabupaten Bantul dan palang perlintasan kereta api (KA) di Kabupaten Sleman pada 9 Agustus 2026 dilakukan oleh orang yang sama. 
Sidang Perdana Kasus Daycare Little Aresha Digelar Pekan Depan, 5 Hakim Siap Adili 13 Terdakwa

Sidang Perdana Kasus Daycare Little Aresha Digelar Pekan Depan, 5 Hakim Siap Adili 13 Terdakwa

Perkara dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha segera memasuki babak persidangan. Sidang perdana terhadap 13 terdakwa dijadwalkan digelar pekan depan di Pengadilan Negeri Yogyakarta. 
Sidang Perdana Kasus Pelecehan Santriwati Ponpes Ndholo Kusumo di Pengadilan Negeri Pati Digelar Tertutup

Sidang Perdana Kasus Pelecehan Santriwati Ponpes Ndholo Kusumo di Pengadilan Negeri Pati Digelar Tertutup

Mantan pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Ashari, terdakwa dalam perkara dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah santriwatinya, mulai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Pati, Selasa (11/8/2026).

Trending

Cara Nonton Live Streaming Dana White's Contender Series Bilal Hasan Vs Mridul Saikia Pagi Ini

Cara Nonton Live Streaming Dana White's Contender Series Bilal Hasan Vs Mridul Saikia Pagi Ini

Berikut cara nonton live streaming pertarungan Dana White's Contender Series, salah satunya ada pertarungan antara Bilal Hasan melawan Mridul Saikia.
Link Live Streaming Dana White's Contender Series: Tarung Pagi Ini, Ada Duel Bilal Hasan Vs Mridul Saikia

Link Live Streaming Dana White's Contender Series: Tarung Pagi Ini, Ada Duel Bilal Hasan Vs Mridul Saikia

Link live streaming Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026). Bilal Hasan akan menantang Mridul Saikia untuk memperebutkan tiket ke UFC.
No Sensor! Ini Tampang Gadis Baju Putih yang Inisiatif Tukar Sebotol Miras dengan Hafalan Ad-Dhuha

No Sensor! Ini Tampang Gadis Baju Putih yang Inisiatif Tukar Sebotol Miras dengan Hafalan Ad-Dhuha

Inilah tampang jelas dari gadis baju putih yang diduga sebagai inisiator dalam menawarkan sebotol miras gratis dengan hafalan surat Ad-Dhuha di booth Newport.
Jadwal Dana White's Contender Series Hari Ini: Bilal Hasan Tantang Petarung India Demi Tiket UFC

Jadwal Dana White's Contender Series Hari Ini: Bilal Hasan Tantang Petarung India Demi Tiket UFC

Jadwal Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026). Petarung MMA Indonesia, Bilal Hasan akan menantang atlet asal India untuk membuka jalan menuju panggung UFC.
Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka-bukaan soal berbagai konflik agraria. Menurutnya, sengketa yang melibatkan klaim aset BUMN hingga TNI-Polri dinilai paling kompleks.
Hasil Dana White's Contender Series: Bilal Hasan Cetak Sejarah, Hantam Mridul Saikia Sampai KO Dalam 45 Detik!

Hasil Dana White's Contender Series: Bilal Hasan Cetak Sejarah, Hantam Mridul Saikia Sampai KO Dalam 45 Detik!

Hasil Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1, Bilal Hasan berhasil membantai lawannya lewat KO kilat di ronde pertama.
Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Terungkap fakta baru soal pelaku mutilasi Depok bernama Saepul (26). Saepul diduga menderita penyakit HIV. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT