Bandingkan Gaya John Herdman dengan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia, Bung Binder: Sama Gilanya
- Instagram @shintaeyong7777/Major League Soccer
tvOnenews.com - Setiap kehadiran pelatih baru Timnas Indonesia sudah pasti membawa warna tersendiri, khusunya dalam cara bermain.
Hal itu terlihat jelas saat pengamat sepak bola nasional, Binder Singh, membedah gaya tiga pelatih berbeda: Patrick Kluivert, Shin Tae-yong, dan John Herdman.
Dalam analisanya, Binder menyoroti bagaimana pendekatan taktik masing-masing pelatih memengaruhi karakter permainan skuad Garuda, mulai dari tempo, struktur, hingga intensitas di lapangan.
Patrick Kluivert: Menyerang Cepat, Tapi Belum Nyetel
- instagram patrick kluivert
Di era Patrick Kluivert, Timnas Indonesia diarahkan untuk bermain ofensif dengan tempo tinggi.
Skema ini menekankan distribusi bola cepat ke depan guna menekan pertahanan lawan sejak awal.
Namun, menurut Binder, pendekatan tersebut belum sepenuhnya cocok dengan karakter pemain Indonesia.
Permasalahan utama terletak pada jarak antarpemain yang kurang rapat serta tempo permainan yang terlalu dipaksakan.
"Secara konsep tidak salah, tapi pertanyaannya apakah pemain kita mampu bermain dengan tempo tinggi, passing-passing cepat ke depan dengan tidak menjaga jarak di antara satu sama lainnya?," ujar Binder Singh, dilansir dari kanal YouTube Nusantara TV.
Ia juga menyinggung soal kecenderungan Kluivert yang ingin menggunakan empat bek, meski sempat kembali ke tiga bek usai hasil kurang memuaskan.
John Herdman: Lebih Tenang, Fleksibel, dan Terstruktur
- instagram timnas indonesia
Berbeda dari pendahulunya, John Herdman dinilai membawa pendekatan yang lebih adaptif.
Permainan Timnas kini terlihat lebih rapi dengan jarak antarpemain yang terjaga dan alur bola yang tidak terburu-buru.
Dalam fase build-up, Herdman kerap menggunakan tiga bek tengah, dengan dukungan pemain sayap yang fleksibel turun membantu pertahanan.
Pendekatan ini membuat tim lebih seimbang antara menyerang dan bertahan.
Binder menilai para pemain kini tampil lebih nyaman dan tidak bermain dalam tekanan berlebihan.
"Tapi di bawah Herdman saya melihat para pemain jaraknya dekat dan mereka tidak terburu-buru memberikan umpan. Jadi mereka tidak bermain di bawah beban. Ini kalau kita bandingkan dengan Patrick Kluivert," katanya.
Shin Tae-yong: Pressing Intens yang Masih Terasa
- Instagram Shin Tae-yong777
Meski telah berganti pelatih, gaya khas Shin Tae-yong ternyata belum sepenuhnya hilang.
Intensitas pressing tinggi yang dulu menjadi ciri khas masih terlihat dalam permainan Timnas saat ini.
Pada era Shin, Indonesia dikenal dengan gaya bermain defensif-reaktif yang mengandalkan energi besar dan kecepatan transisi.
Strategi tersebut cukup efektif, terutama saat menghadapi tim yang lebih kuat.
"Shin Tae-yong ingin para pemain bermain dengan intensitas pressing yang sangat kuat. Pokoknya kalau ada pemain menguasai bola, tutup itu pemain. Tekel tapi bukan untuk pelanggaran. Tekel, ambil bola, dapat bola, switching play harus cepat," ucap Binder.
Yang menarik, Binder melihat kesamaan antara Herdman dan Shin dalam hal agresivitas pressing.
"Dengan Shin Tae-yong, Timnas sering bermain defend and reactive football. Dia tahu bahwa pemain kita mayoritas pemain muda, punya level energi yang tinggi. Kalau kita bandingkan pressing dari Herdman, sama gilanya seperti era Shin Tae-yong."
Menurutnya, perbedaan utama terletak pada kematangan tim.
Saat ini, skuad Garuda dinilai sudah lebih siap secara mental dan taktik dibandingkan masa awal Shin Tae-yong membangun tim.
Debut John Herdman bersama Timnas Indonesia di ajang FIFA Series 2026 memberikan kesan cukup menjanjikan.
Indonesia sempat menang meyakinkan 4-0 atas Saint Kitts and Nevis, sebelum kalah tipis 0-1 dari Bulgaria.
Binder melihat adanya perkembangan dari sisi kenyamanan bermain para pemain.
Ia menilai Herdman memahami kebutuhan tim, termasuk dengan mempelajari gaya bermain era sebelumnya.
"Saya melihat para pemain kita enjoy the game, artinya pada saat pemain itu menikmati jalannya pertandingan, mereka nyaman dengan skema baru dari John Hadman yang saya melihat beda total," ucap Binder Singh.
"Dua laga awal saya merasa lega bahwa kita dapat pelatih yang tahu apa yang perlu dilakukan. Feeling saya Herdman sudah menonton juga pertandingan Timnas ketika dilatih Shin dan Timnas ketika dilatih Kluivert. Jadi tahu kekurangan dan kelebihan," pungkasnya.
(tsy)
Load more