Tanpa Pemain Liga Profesional, Pelatih Timnas Vietnam U-17 Optimistis Arungi Piala AFF U-17 2026
- Facebook - Cristiano Roland
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Vietnam U-17, Cristiano Roland, menunjukkan optimisme tinggi menjelang bergulirnya Piala AFF U-17 2026. Ia menilai timnya sudah berada dalam kondisi siap tempur meski harus menghadapi grup yang dinilai sebagai grup neraka.
Grup A memang diprediksi menjadi salah satu grup paling kompetitif di turnamen ini.
- AFC
Vietnam harus berhadapan dengan Timnas Indonesia U-17 selaku tuan rumah, serta Malaysia dan Timor Leste yang juga berpotensi memberi kejutan.
Roland menegaskan bahwa persiapan timnya tidak dilakukan secara instan. Seluruh program latihan telah dirancang sejak jauh hari untuk memastikan para pemain tampil maksimal.
Selama menjalani pemusatan latihan di Hanoi, tim pelatih fokus meningkatkan berbagai aspek permainan. Mulai dari taktik, fisik, hingga mental pemain terus diasah secara intensif.
"Kami sudah bersiap 10 hari di Hanoi sebelum datang ke sini. Kami tahu, tim ini sama seperti yang kami lakukan di kualifikasi [Piala Asia U-17 2026]," ujar Roland dalam konferensi pers, Sabtu (11/4/2026).
"Kami tahu, tim lain memiliki grup yang kuat. Dan tentu saja, kami selalu melakukannya dengan cara yang sama. Dan kami selalu mencoba yang terbaik," tambahnya.
Ia juga menjelaskan bahwa komposisi pemain Vietnam U-17 saat ini berbeda dibandingkan edisi sebelumnya. Skuad kali ini diisi oleh pemain-pemain yang masih sangat muda dan minim pengalaman di level senior.
Sebagian besar pemain yang dibawa merupakan kelahiran tahun 2009 dan 2010. Mereka masih dalam tahap pembinaan dan diproyeksikan sebagai aset jangka panjang sepak bola Vietnam.
Roland tidak menampik bahwa minimnya jam terbang di kompetisi profesional menjadi tantangan tersendiri. Namun, ia melihat hal itu sebagai bagian dari proses perkembangan pemain.
Berbeda dengan tahun lalu, beberapa pemain Vietnam saat itu sudah mulai mencicipi atmosfer liga profesional. Bahkan, ada yang mampu menunjukkan kontribusi nyata lewat gol dan performa konsisten.
"Untuk Vietnam, belum ada pemain yang bermain di liga. Pemain kelahiran 2009 dan pemain dari 2010, belum ada. Mereka bekerja untuk turnamen ini. Tahun lalu ada beberapa pemain dari tahun 2008, sekarang mereka bermain di Liga Profesional," kata Roland.
"Dan ada beberapa pemain yang sudah bisa mencetak gol, jadi itu penting. Tapi untuk tim ini, belum ada pemain bermain di liga profesional," sambungnya.
Meski menghadapi keterbatasan tersebut, Roland tetap percaya diri dengan potensi anak asuhnya. Ia menilai kerja keras selama persiapan akan menjadi modal penting di lapangan.
Dalam menyikapi turnamen ini, Roland memilih untuk tidak memasang target muluk. Ia lebih menekankan pentingnya fokus secara bertahap di setiap pertandingan.
Pendekatan tersebut dianggap lebih realistis mengingat ketatnya persaingan di fase grup. Dengan begitu, pemain diharapkan tidak terbebani tekanan berlebihan.
"Di saat ini kami melakukan hal yang sama seperti sebelumnya di kualifikasi. Kita berpikir game-by-game. Kita berpikir tentang pertandingan pertama kami," ucapnya.
Selain strategi teknis, Roland juga memberi perhatian besar pada aspek mental pemain. Ia ingin memastikan seluruh pemain memiliki rasa percaya diri saat tampil di lapangan.
Kepercayaan diri dinilai menjadi kunci penting bagi pemain muda dalam menghadapi tekanan pertandingan. Dengan mental yang kuat, mereka diharapkan bisa berkembang dari satu laga ke laga berikutnya.
"Seperti yang saya katakan, kami memiliki grup yang kuat. Jadi kami melakukan yang terbaik. Setiap pertandingan mereka bisa berkembang. Jadi kami hanya fokus pada saat ini," jelas Roland.
"Dan tentunya kami selalu memberikan kepercayaan kepada pemain. Mereka selalu perlu percaya. Tapi perlu fokus dan berpikir. Seperti yang saya katakan, pertandingan pertama. Dan ini adalah fokus untuk pertandingan besok," tutupnya.
(igp/aes)
Load more