Peninggalan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia Dilanjutkan John Herdman, Sang Tangan Kanan Akui Garuda Bakal Teruskan Pakem 3 Bek
- kitagaruda.id
Jakarta, tvOnenews.com - Skema tiga bek yang sebelumnya sukses di era Shin Tae-yong bakal kembali diterapkan di Timnas Indonesia arahan John Herdman. Hal itu disampaikan langsung oleh asisten pelatih Garuda, Simon Grayson.
Timnas Indonesia memasuki fase baru setelah John Herdman resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala pada awal 2026. Ia datang menggantikan Patrick Kluivert dengan harapan membawa perubahan signifikan bagi performa Skuad Garuda.
Harapan tersebut tak lepas dari pengalaman Herdman yang dikenal detail dalam merancang sistem permainan. Dalam dua laga awalnya, ia mencatat satu kemenangan dan satu kekalahan, namun pendekatan taktiknya sudah mulai terlihat jelas.
Salah satu perubahan mencolok adalah kembalinya penggunaan skema tiga bek. Sistem ini sebelumnya sempat ditinggalkan, namun kini kembali menjadi fondasi permainan tim nasional.
Asisten pelatih Timnas Indonesia, Simon Grayson mengonfirmasi bahwa pilihan tersebut bukan tanpa alasan. Ia menilai sistem tiga bek lebih sesuai dengan karakter pemain yang dimiliki Indonesia saat ini.
“Sekali lagi, perhatian terhadap detail. John ingin memainkan sistem 3-box-3 yang belum pernah saya mainkan sebelumnya, biasanya saya memakai 3-5-2,” ujar Grayson dalam wawancara di kanal YouTube Astro Arena HD. Ia menambahkan bahwa pendekatan tersebut awalnya terasa baru, namun menjadi lebih jelas setelah diterapkan di lapangan.
Grayson sendiri mengaku tertarik bergabung setelah melihat potensi besar sepak bola Indonesia. Meski belum pernah bekerja sama sebelumnya, ia merasa memiliki kecocokan visi dengan Herdman.
- Hurtlepool United
“Indonesia adalah tempat yang mempesona dengan pendukung yang sangat fanatik. Itu bermula dari percakapan acak karena saya belum pernah bertemu John seumur hidup saya, tetapi kami ternyata bisa bekerja sama dengan sangat baik,” ungkapnya.
Dalam struktur tim pelatih, Grayson memiliki peran penting saat pertandingan berlangsung. Ia bertindak sebagai pengamat dari tribun atau eye in the sky untuk memberikan analisis langsung kepada tim di bangku cadangan.
“Peran saya adalah menjadi ‘mata di langit’ pada hari pertandingan. Saya memantau dari atas dan berkomunikasi dengan bangku cadangan tentang apa yang saya lihat, terutama dalam aspek defensif,” jelas Grayson.
Load more