Dean Zandbergen Makin Dekat Bela Timnas Indonesia, RUU Kewarganegaraan Baru Bisa Bikin Pemain Keturunan Aman dari Passportgate di Eropa
- vvv-venlo.nl
Jakarta, tvOnenews.com - Striker Dean Zandbergen kian dekat memperkuat Timnas Indonesia. RUU Kewarganegaraan baru menjamin keamanan karier pemain keturunan dari polemik Passportgate.
Seperti diketahui, pemerintah saat ini tengah mempercepat finalisasi RUU tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia agar dapat disahkan pada tahun ini. Langkah tersebut diambil sebagai upaya menghadirkan payung hukum yang lebih kuat sekaligus fleksibel bagi para atlet diaspora.
Menteri Hukum Supratman Andi Agtas berharap aturan ini dapat mencegah kembali munculnya polemik kewarganegaraan yang merugikan pemain. “Pemerintah sedang menyusun dan menyelesaikan finalisasi RUU-nya. Tentu nanti kami mendengar semua masukan, termasuk dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, terkait pengaturan kewarganegaraan,” ujar Supratman.
Sebelumnya, sejumlah pemain Timnas Indonesia seperti Justin Hubner dan Nathan Tjoe-A-On sempat tersandung persoalan dokumen. Ketidaksesuaian administrasi tersebut berdampak pada izin kerja mereka di klub, hingga memunculkan isu ‘Passportgate’.
Polemik tersebut sempat mengganggu stabilitas karier pemain di kompetisi Eropa, khususnya di Belanda dan Inggris. Situasi ini membuat banyak pihak mendorong adanya regulasi yang lebih jelas dan tidak merugikan atlet.
Supratman menilai penguatan diplomasi olahraga tetap penting, namun kehadiran regulasi yang solid tidak bisa ditunda. “Hubungan antarnegara itu penting, tetapi RUU Kewarganegaraan juga tidak kalah penting. Yang utama adalah bagaimana Merah Putih dapat berkibar di berbagai ajang,” tegasnya.
Wakil Menteri Hukum Edward Omar Syarif Hiariej turut menjelaskan arah kebijakan dalam draf tersebut. “Saat ini anak berkewarganegaraan ganda harus memilih kewarganegaraan pada usia 18 hingga 21 tahun,” jelasnya mengenai aturan yang berlaku saat ini.
- ANTARA
Melalui revisi tersebut, pemerintah berencana memperpanjang batas usia pemilihan kewarganegaraan hingga 26 tahun. Selain itu, skema kewarganegaraan ganda terbatas juga tengah dikaji untuk individu yang memiliki kontribusi signifikan, termasuk di bidang olahraga.
Kabar ini menjadi angin segar bagi Dean Zandbergen yang sebelumnya sempat diliputi keraguan. Penyerang VVV-Venlo itu mengaku cukup terpengaruh dengan mencuatnya isu ‘Passportgate’.
Dalam wawancara bersama YouTube FC Afkicken, Dean mengungkapkan kekhawatiran yang sempat menghantuinya. “Dengan adanya kasus 'paspoortgate' itu, memang membuat kamu berpikir... apakah ini benar-benar keputusan yang tepat untuk diambil sekarang?” ungkapnya.
Beruntung, ia belum mengambil keputusan final saat polemik tersebut ramai diperbincangkan. “Jadi di satu sisi, saya justru senang karena saya belum punya paspor itu, karena kalau tidak, saya juga harus menghadapi semua masalah tersebut,” paparnya.
Meski sempat bimbang, keinginan Dean untuk membela Indonesia tidak pernah benar-benar pudar. Baginya, keputusan tersebut bukan sekadar soal karier, melainkan juga menyangkut ikatan emosional dengan keluarga.
Dean menyebut membela Timnas Indonesia sebagai mimpi besar dalam hidupnya. “Saya akan berbohong kalau bilang saya tidak menginginkannya (bermain untuk Indonesia). Karena membela sebuah tim nasional itu benar-benar sebuah mimpi,” tegasnya.
Dengan adanya RUU Kewarganegaraan yang baru, hambatan psikologis terkait risiko administratif diperkirakan akan berkurang. Dean kini memiliki peluang lebih besar untuk menjalani proses naturalisasi tanpa kekhawatiran berlebihan.
Jika bergabung, kehadiran Dean Zandbergen diyakini akan menambah daya gedor lini serang Timnas Indonesia. Kemampuannya dalam penyelesaian akhir dinilai bisa menjadi solusi untuk meningkatkan produktivitas gol.
Catatan performanya bersama VVV-Venlo musim ini juga menunjukkan kualitasnya sebagai striker tajam. Dari 33 pertandingan, ia berhasil mencetak 13 gol dan menyumbang tiga assist di kasta kedua Liga Belanda.
(sub)
Load more