Erick Thohir Bekukan Sementara Naturalisasi untuk Timnas Indonesia, 2 Pemain Keturunan Grade A Ini Malah Berpotensi Dicaplok Negara Lain
- PSSI
Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Indonesia terancam kehilangan dua pemain keturunan "Grade A" setelah Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menutup pintu sementara naturalisasi. Kedua pemain itu berpotensi mendapat panggilan dari tim nasional negara lain.
Jelang FIFA Matchday Juni 2026, Erick Thohir, menegaskan bahwa tidak akan ada penambahan pemain naturalisasi dalam waktu dekat ini. Keputusan tersebut disampaikan Erick Thohir secara langsung saat ditemui di GBK Arena, Senayan, Jakarta, pada Kamis (16/4/2026).
PSSI memilih untuk lebih dulu membangun fondasi tim yang kuat bersama pelatih barunya sebelum membicarakan naturalisasi kembali.
Erick menjelaskan bahwa saat ini seluruh fokus PSSI diarahkan untuk mendukung proses adaptasi John Herdman bersama skuad Garuda. Pelatih asal Inggris itu masih berada di tahap pengenalan mendalam terhadap karakter dan kemampuan setiap pemain yang ada di dalam tim.
- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
"Belum ada, kita pada saat ini sama coach John Herdman tetap memprioritaskan pemain-pemain yang ada saat ini," ujar Erick Thohir.
Membangun soliditas tim dinilai jauh lebih mendesak ketimbang menambah wajah baru yang belum tentu langsung menyatu dengan skema permainan. PSSI ingin Herdman punya ruang dan waktu yang cukup untuk merancang strategi secara komprehensif tanpa terburu-buru mengintegrasikan pemain baru.
"Karena tadi perlu waktu dari coach John sendiri untuk terus mengisi kekompakan tim ini," kata Erick.
Erick pun memastikan bahwa hingga kini federasi sama sekali belum menghubungi satu pun pemain keturunan terkait rencana naturalisasi. Pintu itu benar-benar ditutup rapat untuk sementara demi menjaga konsentrasi penuh seluruh elemen skuad Merah Putih.
- Instagram @pascalstruijk
"Dan sampai hari ini kita belum ada bicara naturalisasi tambahan," sambung Erick Thohir.
Di tengah keputusan PSSI yang membekukan naturalisasi, ancaman kehilangan pemain potensial justru datang dari Eropa. Pascal Struijk, bek tangguh milik Leeds United yang memiliki darah Indonesia, kini semakin kencang didesak agar dipanggil masuk skuad resmi Timnas Belanda oleh pelatih Ronald Koeman.
Nama Struijk belakangan mencuat kembali di media-media Belanda seiring performa konsistennya bersama Leeds United di pentas Championship Inggris. Tekanan dari publik dan pengamat sepak bola Belanda kepada Koeman untuk segera memanfaatkan Struijk semakin menguat dari waktu ke waktu.
Jika Koeman mengabulkan desakan tersebut dan resmi memanggil Struijk ke De Oranje, peluang Indonesia untuk menaturalisasi bek berpostur kokoh itu akan tertutup selamanya. Ini menjadi dilema tersendiri bagi PSSI yang memilih menunggu tanpa ada langkah konkret untuk mengamankan pemain-pemain potensial tersebut.
- Instagram @jaydenoosterwolde
Tidak kalah mengkhawatirkan adalah situasi Jayden Oosterwolde, bek kiri berdarah Indonesia yang kini memperkuat Fenerbahce di Liga Turki. Jayden Oosterwolde, mengunggah sebuah foto di Instagram yang mengenakan kaus latihan Timnas Turki.
Dikutip dari media Turki, Turkiye Gazetesi, ungahan tersebut pun langsung memunculkan spekulasi soal masa depannya. Eks pemain Parma ini diharapkan bisa dinaturalisasi.
"Jayden Oosterwolde, yang menjalani musim keempatnya di Fenerbahçe, membagikan foto dirinya mengenakan jersey tim nasional Turki. Di media sosial, komentar-komentar menyebutkan bahwa pemain sepak bola Belanda berusia 24 tahun itu mungkin akan memilih Turki," tulis Turkiye Gazetesi.
Menariknya, meski Jayden Oosterwolde pernah memperkuat timnas Belanda di level usia muda, ia belum sekalipun mencatatkan penampilan resmi di tim senior. Situasi ini membuat peluangnya untuk membela negara lain, termasuk Turki, masih terbuka di kancah internasional.
Meski begitu, proses menuju Timnas Turki tidaklah instan. Mengacu pada aturan FIFA, pemain yang ingin berganti asosiasi melalui kewarganegaraan harus menetap dan berkarier secara profesional di negara tersebut setidaknya lima tahun tanpa jeda.
Oosterwolde sendiri baru bergabung dengan Fenerbahce pada awal 2023, sehingga masih membutuhkan waktu untuk memenuhi ketentuan tersebut. Ia harus menjaga konsistensi kariernya di Turki dalam beberapa tahun ke depan sebelum bisa mengambil keputusan di level timnas senior.
Karena belum pernah membela timnas senior negara mana pun, peluang Indonesia sejatinya masih terbuka. Namun, jika Turki bergerak lebih cepat sementara PSSI terus menunda, bukan tidak mungkin nama Oosterwolde akan lepas sebelum sempat diamankan. (fan)
Load more