Tak Berdiam Diri, Ini Reaksi Bung Binder dan Bung Harpa Tahu Beckam Putra Dihujat Oknum Suporter saat Bela Timnas Indonesia
- YouTube/Bola Bung Binder
tvOnenews.com - Momen kurang menyenangkan terjadi usai laga Timnas Indonesia melawan Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Selasa (10/6/2026).
Di tengah suasana perayaan setelah pertandingan, gelandang Timnas Indonesia, Beckham Putra, justru menjadi sasaran ejekan dari seorang oknum suporter.
Peristiwa tersebut langsung menyita perhatian publik.
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat seorang suporter mengacungkan jari tengah ke arah Beckham saat para pemain sedang berkeliling lapangan untuk menyapa pendukung yang hadir di stadion.
Aksi itu membuat pemain Persib Bandung tersebut terpancing emosi dan berusaha menghampiri suporter yang bersangkutan.
- instagram Beckham Putra
Beruntung, rekan setimnya, Kevin Diks, segera mencegah situasi agar tidak semakin memanas.
Bahkan, Kevin terlihat ikut menegur oknum suporter tersebut, sementara suporter lain langsung menyoraki oknum suporter tersebut.
Kejadian itu kemudian mendapat sorotan dari pengamat sepak bola Indonesia, Bung Binder dan Bung Harpa.
Keduanya menilai tindakan menghina pemain yang sedang membela Timnas Indonesia tidak bisa dibenarkan.
Bung Binder mengaku sangat kesal setelah melihat video yang viral di media sosial.
Menurutnya, siapapun pemain yang mendapat kesempatan mengenakan seragam Timnas Indonesia layak mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat.
"Setelah pertandingan, ini yang buat gue kesel. Gua tidak membela seorang pemain secara spesifik atau sebuah klub secara spesifik. Karena bagi gua siapapun pemain yang bermain di timnas itu adalah pemain kita yang perlu kita support," tegas Bung Binder, dilansir dari YouTube pribadinya.
- Tangkapan layar
Ia menambahkan bahwa setiap pemain yang dipanggil membela Timnas pasti berusaha memberikan kemampuan terbaiknya untuk negara.
Karena itu, kritik seharusnya diberikan berdasarkan performa di lapangan, bukan karena latar belakang klub atau faktor lainnya.
"Kalau kita mau kritik ya kritik sesuai dengan fakta permainannya. Jangan asal-usulnya," ujarnya.
Bung Binder juga menyayangkan masih adanya tindakan seperti itu di lingkungan sepak bola nasional.
Ia bahkan menyebut pelaku lebih pantas disebut provokator daripada suporter.
"Mau enggak timnas kita maju? Ini kalau menurut gua bukan suporter, tapi provokator," katanya.
Senada dengan Bung Binder, Haris Pardede atau yang akrab disapa Bung Harpa juga mengecam keras tindakan tersebut.
- Kolase tvOnenews.com / Instagram @persib / tangkapan layar Youtube Bung Harpa
Ia menyebut perilaku menghina pemain Timnas sebagai tindakan yang memalukan.
"I think it's shameful dan menurut gua itu adalah loser dari segala loser," kata Bung Harpa.
Menurutnya, rivalitas dan saling sindir antarpendukung klub masih bisa dipahami dalam kompetisi liga.
Namun, situasinya berbeda ketika seorang pemain sedang membela Timnas Indonesia.
"Kalau Super League ya antar klub biasa banter-banteran wajar. Tapi waktu timnas itu enggak ada cerita," ujarnya.
Bung Harpa menilai perubahan harus dimulai dari komunitas suporter itu sendiri.
Ia menekankan pentingnya sesama pendukung saling mengingatkan dan menegur ketika ada oknum yang bertindak di luar batas.
Menurutnya, teguran dari kelompok yang sama akan lebih efektif dibandingkan kritik yang datang dari pihak lain.
Dengan begitu, budaya saling menghormati di sepak bola Indonesia bisa tumbuh lebih baik.
Selain itu, Bung Harpa juga menyoroti pentingnya penerapan aturan yang tegas.
Ia berharap sistem identifikasi suporter seperti Garuda ID dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memberikan efek jera.
"Jadi ada hukuman sosial, sesama kelompok yang menegur dan kita akan respek, dan yang kedua tegakkan hukum, udah itu aja," tegasnya.
Peristiwa yang menimpa Beckham Putra kembali menjadi pengingat bahwa dukungan terhadap Timnas Indonesia seharusnya berada di atas rivalitas klub.
Saat para pemain berjuang membawa nama bangsa, dukungan dan penghargaan dari suporter menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga semangat mereka di lapangan. (gwn)
Load more