Tak Perlu Repot Naturalisasi, Timnas Indonesia Berpeluang Dapat Penerus Calvin Verdonk dari Jerman
- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Salah satu alasan Amar mulai mendapat perhatian adalah kemampuannya bermain di beberapa posisi.
Pemain berkaki kiri tersebut dapat beroperasi sebagai bek kiri, wingback kiri, hingga pemain sayap dalam situasi tertentu.
Karakter bermain seperti ini sangat dibutuhkan dalam sepak bola modern yang menuntut pemain memiliki fleksibilitas tinggi.
Amar dikenal memiliki kecepatan yang baik saat melakukan transisi menyerang maupun bertahan.
Selain itu, kemampuan mengirim umpan silang dan membaca permainan juga menjadi nilai tambah yang dimilikinya.
Kemampuan tersebut membuat banyak pengamat menilai Amar memiliki profil yang cocok dengan kebutuhan Timnas Indonesia saat ini.
Terlebih, posisi bek kiri menjadi salah satu sektor yang membutuhkan kedalaman skuad berkualitas untuk menghadapi jadwal internasional yang semakin padat.
Potensi Amar juga terlihat dari statistik yang ia catatkan bersama SV Darmstadt 98 U-19.
Sepanjang musim lalu, pemain muda tersebut tampil dalam 23 pertandingan dan berhasil menyumbangkan tiga assist.
Meski angka tersebut mungkin belum terlalu mencolok, kontribusi seorang bek sayap tidak hanya diukur dari gol atau assist semata.
Konsistensi bermain di kompetisi usia muda Jerman menunjukkan bahwa Amar mampu bersaing di lingkungan sepak bola yang memiliki standar tinggi.
Jam terbang tersebut diyakini akan sangat membantu perkembangan teknik, taktik, serta mental bertandingnya dalam beberapa tahun ke depan.
Seiring berkembangnya karier Amar, namanya mulai disebut-sebut sebagai salah satu kandidat penerus Calvin Verdonk di posisi bek kiri Timnas Indonesia.
Saat ini Verdonk memang menjadi salah satu pilihan utama di sektor kiri pertahanan Garuda berkat penampilannya yang konsisten.
Namun regenerasi tetap menjadi kebutuhan penting dalam skuad nasional.
Kehadiran pemain muda seperti Amar Brkic dapat memberikan opsi tambahan bagi tim pelatih sekaligus menciptakan persaingan sehat di dalam tim.
Dengan usianya yang masih muda dan pengalaman bermain di Eropa yang terus bertambah, peluang Amar untuk berkembang menjadi pemain penting Timnas Indonesia masih sangat terbuka.
Dalam beberapa tahun terakhir, PSSI menunjukkan keseriusan membangun tim nasional yang kompetitif dengan memanfaatkan potensi pemain diaspora di berbagai negara.
Load more