Pesta Bola dunia
Selengkapnya
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dibikin Merinding, Red String Theory Timnas Indonesia di Piala Dunia

Seakan hampir berjodoh, ternyata Red String Theory juga terjadi pada Timnas Indonesia dan Piala Dunia. Dari mulai Belanda sebagai timnas pusat hingga nasib buruk menimpa lawan Skuad Garuda di Kualifikasi Piala Dunia. 
Jumat, 19 Juni 2026 - 01:49 WIB
Dua Pemain Timnas Indonesia, Riky Ridho dan Ole Romeny
Sumber :
  • Kita Garuda

Jakarta, tvOnenews.com - Red String Theory atau lebih dikenal dengan teori benang merah menjadi fenomena baru yag melekat pada orang-orang yang memang ditakdirkan bertemu dengan bantuan alam semesta. 

Seakan hampir berjodoh, ternyata Red String Theory juga terjadi pada Timnas Indonesia dan Piala Dunia. Dari mulai Belanda sebagai timnas pusat hingga nasib buruk menimpa lawan Skuad Garuda di Kualifikasi Piala Dunia. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sudah bukan rahasia lagi jika Belanda sering disebut timnas pusat oleh suporter Timnas Indonesia. 

Hal ini karena Belanda memberikan banyak pemain keturunan yang berkontribusi pada negara jajahannya, seperti Indonesia, Curacao dan Tanjung Verde. 

Bahkan di antara empat negara tersebut, hanya Timnas Indonesia yang gagal merumput di Piala Dunia 2026.

Total 67 pemain kelahiran Belanda tampil di Piala Dunia, baik dari Timnas Belanda, Curacao dan Tanjung Verde. Menariknya, jumlah pemain tersebut bisa bertambah jika Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia mengingat ekspansi pemain keturunan Belanda-Indonesia pada beberapa tahun terakhir. 

Menjadi kebetulan yang sempurna, ternyata baik itu timnas pusat, timnas cabang hingga lawan Timnas Indonesia yang akhirnya tampil di Piala Dunia pun bisa dikaitkan dengan teori asal Tiongkok ini. 

Timnas Indonesia yang saat itu disebut Hindia Belanda tampil di Piala Dunia 1938
Timnas Indonesia yang saat itu disebut Hindia Belanda tampil di Piala Dunia 1938
Sumber :
  • FIFA

Sebelum membahas Piala Dunia edisi 2026, Timnas Indonesia sebenarnya telah lebih dahulu memiliki titel sebagai negara Asia pertama yang merumput di Piala Dunia dengan nama Hindia Belanda pada edisi 1938 setelah Jepang memutuskan untuk mundur. 

Hindia Belanda saat itu dilatih oleh Johannes van Mastenbroek dengan pemain gabungan dari keturunan Belanda, Tionghoa dan pribumi.

Belanda sebenarnya telah lebih dahulu debut di Piala Dunia, tepatnya pada edisi 1934. Menariknya, jauh sebelum debut Piala Dunia, Belanda juga diperkuat oleh pemain keturunan Indonesia. 

Dilansir dari laman Sport Gescheindenis, sebelum Perang Dunia pertama pecah, Belanda memainkan tiga pertandingan dengan tujuh pemain yang lahir di Hindia Belanda. 

"Artinya, lebih dari 60 persen dari seluruh skuad mendominasi dalam pertandingan melawan Inggris (12 April 1909), melawan Jerman (17 November 1912) dan melawan Belgia (9 Maret 1913) dibela oleh pemain kelahiran Hindia Belanda," tulis laporan tersebut. 

Tak hanya soal pemain kelahiran Indonesia yang membela Timnas Belanda, bahkan muncul sosok penting, Carel Arthur Schnitzler yang menjadi Gubernur Jawa Barat sekaligus pencetus pengembangan sepak bola di Tanah Pasundan. 

Yang lebih membuat merinding, di era kepemimpinan Carel Arthur Schnitzler pada 1931-1935, Persib Bandung lahir pada 13 Maret 1933 dan menjadi klub tersukses di era Liga Indonesia modern dengan lima gelar juara di mana ada kontribusi para pemain naturalisasi di dalamnya. 

Sudah cukup dengan kebetulan di masa lalu, Red String Theory ternyata berlaku di Piala Dunia 2026 ini dengan segala hal yang berhubungan dengan Timnas Indonesia. 

Sebut saja Curacao, tim yang pernah dikalahkan Timnas Indonesia di laga uji coba 2022 lalu justru tembus ke  Piala Dunia walau akhirnya jadi bulan-bulanan Jerman. 

Dari negara saudara lainnya, Belanda dan Tanjung Verde juga mengalami hasil imbang di laga perdana Piala Dunia. Bahkan ada Tijjani Reijnders, pemain keturunan Indonesia yang merasakan debut di Piala Dunia 2026 walau sang adik, Eliano Reijnder gagal merumput di Piala Dunia bersama Timnas Indonesia. 

Tijjani Reijnders Debut di Piala Dunia 2026
Tijjani Reijnders Debut di Piala Dunia 2026
Sumber :
  • Reuters-Stefan Koops/EYE4IMAGES/NurPhoto

Masih lekat di ingatan suporter Garuda, Timnas Indonesia gagal ke Piala Dunia setelah keputusan aneh AFC di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 baik soal pemilihan tuan rumah, pemilihan lawan dan jadwal pertandingan. 

Namun kerugian tersebut terbayarkan dengan hasil minor dari Arab Saudi dan Irak yang menyingkirkan langkah Timnas Indonesia dalam perburuan slot Asia Piala Dunia. 

Sebut saja Arab Saudi yang ditahan imbang oleh Uruguay hingga Irak yang jadi bulan-bulanan Norwegia. 

Dengan banyaknya kebetulan tersebut, tentu Red String Theory antara Timnas Indonesia dan Piala Dunia menjadi manifest bahwa Skuad Garuda akan benar-benar tampil di ajang paling bergengsi di dunia ini di masa yang akan datang. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Penguatan Daya Saing Industri, APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat

Penguatan Daya Saing Industri, APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat

Asosiasi Pengusaha Kawasan Berikat (APKB) mendorong pemerintah untuk menyempurnakan sejumlah regulasi yang berkaitan dengan pengelolaan kawasan berikat, fasilitas kepabeanan, serta iklim investasi nasional.
Ombudsman Kalsel Diminta Tetap Kawal Putusan MA Soal Eksekusi Saat Pergantian Kepala BPN Banjarbaru

Ombudsman Kalsel Diminta Tetap Kawal Putusan MA Soal Eksekusi Saat Pergantian Kepala BPN Banjarbaru

Perombakan pada posisi Kepala Kantor Pertanahan Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) dari Ahmad Suhaimi ke Riyanto S. Tosse menjadi titik harapan baru bagi David Pangestu selaku warga Banjarmasin.
Wakili Prabowo di KTT ASEAN-Rusia, Sugiono Bawa Misi Kerja Sama Ketahanan Pangan dan Energi

Wakili Prabowo di KTT ASEAN-Rusia, Sugiono Bawa Misi Kerja Sama Ketahanan Pangan dan Energi

Presiden RI, Prabowo Subianto mengutus Menteri Luar Negeri Sugiono sebagai Head of Delegation mewakilinya untuk membawa sejumlah agenda strategis pada Indonesia Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Peringatan 35 Tahun Kemitraan ASEAN-Rusia di Kazan, Rusia, pada 17-18 Juni 2026.
Jelang Muktamar NU ke-35, Menag Nasaruddin Umar Dapat Dukungan Duduki Posisi Ketum PBNU

Jelang Muktamar NU ke-35, Menag Nasaruddin Umar Dapat Dukungan Duduki Posisi Ketum PBNU

Sejumlah pihak turut memberikan pandangannya menjelang berlangsungnya Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35.
Mobilitas Diprediksi Meningkat Saat Momen Libur Sekolah, Jasa Marga Lakukan Pemeliharaan Infrastruktur

Mobilitas Diprediksi Meningkat Saat Momen Libur Sekolah, Jasa Marga Lakukan Pemeliharaan Infrastruktur

Memasuki musim libur sekolah, PT Jasa Marga (Persero) Tbk melakukan preservasi rutin dan preventif pada sejumlah ruas jalan tol yang dikelola perseroan guna mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat.
Dukung Program MBG, Mitra Bantah Tuduhan yang Dilayangkan kepada Hasva Pasaribu

Dukung Program MBG, Mitra Bantah Tuduhan yang Dilayangkan kepada Hasva Pasaribu

Pengusaha sekaligus tokoh masyarakat Hasva Pasaribu mendukung berjalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas era pemerintahan Presiden RI, Prabowo Subianto.

Trending

Tren PTM Tingkat Kronis Meningkat, IFI Minta Kebijakan Rujukan Fisioterapi Dirombak

Tren PTM Tingkat Kronis Meningkat, IFI Minta Kebijakan Rujukan Fisioterapi Dirombak

Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) menyebut adanya peningkatan tren penyakit tidak menular (PTM) dengan kategori kronis bagi masyarakat.
Korban Dugaan Penipuan Bakal Bersurat ke Presiden, Ini Duduk Perkaranya

Korban Dugaan Penipuan Bakal Bersurat ke Presiden, Ini Duduk Perkaranya

Dugaan kasus penipuan dan penggelapan jual beli tanah di kawasan Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang yang menyeret nama Bupati Tanggamus, Mohammad Saleh Asnawi terus berlanjut.
Dibikin Merinding, Red String Theory Timnas Indonesia di Piala Dunia

Dibikin Merinding, Red String Theory Timnas Indonesia di Piala Dunia

Seakan hampir berjodoh, ternyata Red String Theory juga terjadi pada Timnas Indonesia dan Piala Dunia. Dari mulai Belanda sebagai timnas pusat hingga nasib buruk menimpa lawan Skuad Garuda di Kualifikasi Piala Dunia. 
Judi Online Masih Merajalela di Indonesia, Padahal Dilarang Keras? Ini Penyebab Utama dan Solusi yang Perlu Dilakukan

Judi Online Masih Merajalela di Indonesia, Padahal Dilarang Keras? Ini Penyebab Utama dan Solusi yang Perlu Dilakukan

Judi online masih sulit diberantas di Indonesia meski jutaan situs telah diblokir. Simak penyebab utama, modus terbaru, data terbaru, dan solusi yang dinilai lebih efektif.
Mengerikan Aksi Perampokan Sasar Perumahan Elit Menteng Hingga Jatuhnya Korban

Mengerikan Aksi Perampokan Sasar Perumahan Elit Menteng Hingga Jatuhnya Korban

Seorang pria berinisial MAH diduga menjadi korban perampokan di perumahan elite kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (16/6/2026).
Richard Lee Dijerat Pasal Berlapis, Sidang Perdana Ungkap Sejumlah Dugaan Pelanggaran Produk Kecantikan

Richard Lee Dijerat Pasal Berlapis, Sidang Perdana Ungkap Sejumlah Dugaan Pelanggaran Produk Kecantikan

Sidang perdana dokter sekaligus influencer kecantikan Richard Lee beragendakan pembacaan surat dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Tangerang.
Kejagung Tetapkan Tersangka, KPK Pilih Tak Lanjutkan Penyelidikan Kasus Mega Korupsi Program MBG

Kejagung Tetapkan Tersangka, KPK Pilih Tak Lanjutkan Penyelidikan Kasus Mega Korupsi Program MBG

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto menyebut bahwa pihaknya untuk sementara waktu tidak melakukan penyelidikan terkait tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT