Sudah Capek-capek Hattrick, Media Vietnam Malah Sebut Mitchell Baker Belum Benar-benar Teruji
- Instagram Timnas Indonesia
tvOnenews.com - Debut Mitchell Baker bersama Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 nyaris tak bisa berlangsung lebih sempurna.
Striker naturalisasi berpostur 196 sentimeter itu langsung mencuri perhatian dengan mencetak hattrick saat membawa Skuad Garuda menghancurkan Kamboja 5-1 pada laga perdana Grup A.
Tiga gol dalam pertandingan resmi pertama tentu menjadi pencapaian yang istimewa.
Baker pun langsung digadang-gadang sebagai senjata baru Timnas Indonesia di lini depan sekaligus kandidat kuat dalam perebutan gelar top skor turnamen.
Namun, euforia tersebut rupanya tidak sepenuhnya dipercaya media Vietnam.
Alih-alih ikut memuji penampilan impresif Baker, media Soha.vn justru menilai kualitas sang striker belum benar-benar teruji.
Menurut mereka, ujian sesungguhnya baru akan datang ketika Indonesia menghadapi Vietnam.
Mitchell Baker tampil sebagai bintang kemenangan Indonesia atas Kamboja. Ketiga gol yang dicetaknya menunjukkan karakteristik seorang penyerang murni yang kuat di kotak penalti.
Dengan postur menjulang, Baker unggul dalam duel udara, piawai mencari ruang kosong, serta memiliki naluri mencetak gol yang tajam.
Kemampuan tersebut membuatnya menjadi ancaman konstan bagi lini belakang Kamboja sepanjang pertandingan.
Tidak mengherankan apabila namanya langsung menjadi perbincangan hangat seusai laga. Debut dengan tiga gol dalam turnamen resmi merupakan pencapaian yang jarang diraih seorang pemain.
Meski mengakui kualitas Baker, Soha.vn menilai penampilan luar biasa itu tidak bisa dilepaskan dari buruknya permainan bertahan Kamboja.
"Mencetak 3 gol di pertandingan debutnya, tetapi apakah striker Indonesia setinggi 1,96m ini akan menghadapi kenyataan pahit dari tim nasional Vietnam?" tulis Soha.vn.
Media tersebut menilai pertahanan Kamboja terlalu mudah memberikan ruang kepada Baker.
"Tim Kamboja memainkan pertandingan dengan terlalu banyak masalah di lini pertahanan. Mereka hampir tidak memiliki kendali atas Baker dalam situasi udara, seringkali membiarkan striker yang tingginya hampir 2 meter itu dengan nyaman menempati ruang di area penalti."
Selain itu, mereka juga menyoroti minimnya tekanan yang diberikan pemain Kamboja kepada para pengumpan Indonesia.
"Selain itu, Kamboja memberikan terlalu banyak ruang di depan area penalti mereka dan di sisi sayap. Hal ini memberi para pemain Indonesia cukup waktu untuk menilai situasi sebelum memberikan umpan ke dalam kotak penalti agar striker mereka dapat menyelesaikan peluang tersebut."
Load more