Absen di Piala AFF 2026, Justin Hubner Masih Kena Sentil Media Vietnam Usai Timnas Indonesia Dibantai 0-3
- Instagram @justinhubner5
tvOnenews.com - Kekalahan telak Timnas Indonesia dari Vietnam di Piala AFF 2026 masih menyisakan cerita panjang.
Tak hanya performa skuad Garuda yang menjadi bahan pembahasan, bek naturalisasi Justin Hubner juga ikut terseret meski sama sekali tidak tampil dalam pertandingan tersebut.
Media Vietnam menyoroti aktivitas Hubner di media sosial setelah Indonesia tumbang 0-3 dari Vietnam di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (3/8/2026).
Sejumlah unggahan pemain berusia 22 tahun itu dinilai sebagai bentuk sindiran terhadap kemenangan The Golden Star Warriors, sehingga memicu beragam reaksi dari publik Vietnam.
Padahal, Hubner tidak memperkuat Timnas Indonesia pada Piala AFF 2026 karena tidak dilepas klubnya. Namun, namanya tetap menjadi sorotan setelah kekalahan skuad Garuda.
Timnas Indonesia sebenarnya memasuki laga melawan Vietnam dengan modal yang sangat meyakinkan.
Pasukan John Herdman sukses menyapu bersih dua pertandingan awal Grup A dengan kemenangan 5-1 atas Kamboja dan 3-0 atas Timor Leste.
Sebaliknya, Vietnam sempat kehilangan poin setelah ditahan Singapura tanpa gol.
Namun, di luar dugaan, Vietnam justru tampil jauh lebih efektif ketika bertandang ke Pakansari.
Gol cepat Nguyen Van Vi membuka keunggulan tim tamu sebelum Nguyen Hai Long menggandakan skor di babak pertama.
Pada babak kedua, Nguyen Xuan Son (Rafaelson) memastikan kemenangan 3-0 Vietnam sekaligus mengakhiri catatan tiga laga beruntun tanpa kekalahan Indonesia atas rivalnya tersebut.
Kekalahan itu juga membuat Vietnam mengambil alih puncak klasemen Grup A dengan tujuh poin, sedangkan Indonesia turun ke posisi ketiga dan wajib mengalahkan Singapura pada laga terakhir demi menjaga peluang lolos ke semifinal.
Tak lama setelah pertandingan berakhir, media Vietnam menyoroti aktivitas Justin Hubner di akun media sosial pribadinya.
Menurut laporan Soha.vn, bek kelahiran Belanda tersebut beberapa kali mengunggah ulang momen kemenangan Indonesia atas Vietnam pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Salah satu unggahannya disertai kalimat: "Mereka telah melupakan apa yang kami lakukan kepada mereka di kualifikasi Piala Dunia."
Media Vietnam menilai unggahan itu sebagai upaya mengingatkan publik terhadap kemenangan Indonesia pada pertemuan sebelumnya.
Tak berhenti di situ, Hubner juga meninggalkan komentar pada unggahan ringkasan pertandingan yang diunggah akun Seasia Goal.
Ia menulis: "Dalam turnamen yang bukan bagian dari sistem resmi FIFA, mereka bermain sangat baik. Selamat, kita akan bertemu lagi dan mengalahkan Vietnam di turnamen resmi."
Komentar tersebut kemudian ramai diperbincangkan dan dikutip oleh sejumlah media Vietnam.
Dalam ulasannya, Soha.vn menilai reaksi Justin Hubner justru memperlihatkan emosinya setelah melihat Indonesia kalah telak di kandang sendiri.
"Banyak penggemar berpendapat bahwa reaksi tak terkendali pemain kelahiran Belanda itu semakin memperlihatkan ketidakberdayaan dan kurangnya kelasnya saat menyaksikan kekalahan memalukan timnya di lapangan."
Tak hanya membahas unggahan di media sosial, Soha.vn juga mengungkit karakter bermain Hubner selama berkarier di level klub.
Media itu menyebut bek berusia 22 tahun tersebut dikenal memiliki gaya bermain keras.
"Apa yang baru saja ia tunjukkan mengungkapkan temperamen panas dan kepahitan Hubner. Faktanya, saat bermain untuk klubnya Sittard, ia adalah 'raja pengumpul kartu' di musim 2025/26 dengan 7 kartu kuning dan 1 kartu merah."
Soha.vn juga menyinggung insiden pertandingan pramusim ketika Hubner terlibat keributan dalam laga melawan Metz yang membuat wasit mengalami gegar otak.
Meski masuk dalam daftar pemain yang diproyeksikan memperkuat Indonesia pada agenda internasional tahun ini, Justin Hubner tidak tampil di Piala AFF 2026.
Penyebabnya adalah klubnya tidak memberikan izin untuk melepas sang pemain karena turnamen tersebut berlangsung di luar kalender resmi FIFA.
Situasi serupa juga dialami beberapa pemain Indonesia yang berkarier di Eropa sehingga John Herdman harus mengandalkan kombinasi pemain Liga 1, pemain diaspora yang tersedia, serta sejumlah talenta muda.
Absennya pemain-pemain yang merumput di Eropa memang menjadi salah satu tantangan Indonesia sepanjang turnamen, terutama saat menghadapi lawan dengan kedalaman skuad seperti Vietnam.
Terlepas dari kekalahan tersebut, peluang Timnas Indonesia untuk melangkah ke semifinal belum tertutup.
Skuad Garuda kini mengoleksi enam poin dan masih memiliki satu pertandingan krusial menghadapi Singapura pada Jumat (7/8/2026) di Stadion Jalan Besar, Kallang.
Kemenangan menjadi harga mati apabila Indonesia ingin menjaga asa lolos ke fase gugur.
Bagi John Herdman, laga tersebut bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga kesempatan untuk membuktikan bahwa kekalahan dari Vietnam hanyalah sebuah langkah mundur yang bisa dijadikan bahan evaluasi.
Dengan kualitas pemain yang dimiliki serta pengalaman menghadapi tekanan di turnamen besar, Garuda masih berpeluang bangkit dan mengakhiri fase grup dengan hasil positif.
(tsy)
Load more