Rafael Struick Ungkap Momen Terbaik dan Terburuk Bersama Timnas Indonesia
- Instagram @rafaelstruick
tvOnenews.com - Nasib Rafael Struick di Timnas Indonesia belakangan menjadi perhatian. Penyerang kelahiran Belanda itu kembali tidak masuk dalam skuad pilihan John Herdman untuk Piala AFF 2026.
Sebelumnya, Struick juga tidak dipanggil untuk FIFA Series 2026. Situasi tersebut semakin menjadi sorotan setelah Mitchell Baker tampil impresif pada debutnya bersama Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 dengan mencetak hattrick.
Padahal, Struick sebelumnya menjadi salah satu penyerang yang cukup sering dipercaya di Timnas Indonesia senior. Ia telah mengoleksi 23 penampilan dengan torehan satu gol.
![]()
Struick juga sudah memperkuat Indonesia sejak kelompok usia U-20, U-22 hingga U-23. Secara keseluruhan, ia mencatatkan enam gol dari 16 penampilan di berbagai kelompok umur tersebut.
Performa Struick bersama Dewa United pada musim lalu menjadi salah satu faktor yang turut disorot. Ia hanya mencatatkan satu gol dan satu assist dari 24 pertandingan.
Kondisi tersebut membuat persaingan di lini depan Timnas Indonesia semakin ketat, terlebih setelah hadirnya sejumlah pemain naturalisasi baru seperti Mitchell Baker.
Sementara itu, pada era Shin Tae-yong, Struick merupakan salah satu pemain yang cukup diandalkan di lini depan. Ia tampil dalam sejumlah pertandingan penting, termasuk ketika Indonesia menghadapi Korea Selatan di Piala Asia U-23 2024 serta berbagai laga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Di tengah situasinya bersama Timnas Indonesia saat ini, Struick ternyata memiliki sejumlah kenangan yang sangat berkesan selama membela skuad Garuda.
Dalam sebuah kesempatan, Struick diminta mengungkapkan momen terbaik dan terburuk sepanjang kariernya sebagai pesepak bola, termasuk saat memperkuat Timnas Indonesia.
Debut di ADO Den Haag dan Dua Gol ke Gawang Korea Selatan
Struick menyebut debut bersama tim utama ADO Den Haag sebagai salah satu pengalaman yang membuatnya sangat bahagia. Ia juga memasukkan sejumlah momen bersama Timnas Indonesia sebagai bagian dari pengalaman terbaiknya.
"Saya punya beberapa momen yang bagus. Saya sangat bahagia ketika menjalani debut bersama tim utama ADO, tetapi juga dengan Timnas," ungkapnya dilansir dari kanal YouTube Vindes.
Salah satu momen yang paling membekas terjadi ketika Struick menghadapi Korea Selatan pada perempat final Piala Asia U-23 2024.
Struick tampil gemilang dengan mencetak dua gol dalam pertandingan tersebut. Indonesia kemudian menyingkirkan Korea Selatan melalui drama adu penalti setelah pertandingan berakhir 2-2 hingga waktu normal dan babak tambahan.
- AFC
Penampilan tersebut menjadi salah satu pencapaian terbaik Struick selama membela Timnas Indonesia.
Namun, perjalanan di Piala Asia U-23 2024 juga menghadirkan pengalaman pahit yang tidak mudah dilupakan.
Gagal Lolos ke Olimpiade Paris 2024
Struick menyebut kegagalan Indonesia mendapatkan tiket Olimpiade Paris 2024 sebagai salah satu momen terburuk dalam kariernya bersama Timnas Indonesia.
Ia harus absen ketika Indonesia menghadapi Uzbekistan di semifinal Piala Asia U-23 2024 karena menjalani hukuman akumulasi kartu. Indonesia kemudian kalah dari Uzbekistan dan gagal melaju ke final.
"Saya akan mengatakan seluruh cerita itu. Saya terkena skorsing saat melawan Uzbekistan, padahal saya ingin bermain di semifinal Piala Asia. Kemudian kami kalah, lalu kami bermain melawan Irak, saya pikir, dan kami kalah. Jika kami menang, kami akan lolos ke Olimpiade."
Indonesia kemudian masih memiliki kesempatan untuk meraih tiket Olimpiade melalui pertandingan perebutan tempat ketiga melawan Irak.
Dalam laga tersebut, Indonesia sempat unggul melalui gol Ivar Jenner. Namun, Irak berhasil menyamakan kedudukan dan pertandingan berlanjut hingga babak tambahan waktu.
"Kami mencetak satu gol, Ivar mencetak gol, dan setelah itu pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu dalam keadaan 1-1, lalu kami kalah."
Kekalahan dari Irak membuat Indonesia harus melewati jalur playoff antarbenua untuk mendapatkan tiket terakhir menuju Olimpiade Paris 2024.
Pada kesempatan terakhir tersebut, Indonesia menghadapi Guinea di Paris. Sayangnya, Garuda kembali gagal setelah kalah 0-1.
"Kemudian kami masih memiliki satu kesempatan lagi untuk lolos ke Olimpiade. Kami pergi ke Paris, jadi itu adalah kesempatan ketiga untuk lolos ke Olimpiade, tetapi pertandingan itu juga kami kalah."
Rangkaian kegagalan tersebut menjadi pengalaman paling pahit bagi Struick. Di sisi lain, dua golnya ke gawang Korea Selatan tetap menjadi salah satu momen yang paling membanggakan dalam perjalanan kariernya bersama Timnas Indonesia.
Load more