Detik-detik Wanita Seruduk Pintu SPKT Polres Siantar Hingga Hancur
Pematangsiantar, Sumatera Utara - Kantor Polres Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara kemarin porak poranda usai diseruduk oleh seorang wanita dengan mengendarai sepeda motor. Dari hasil penyidikan sementara pelaku nekat menabrak kantor polisi Setelah sering mendengarkan ceramah di media sosial dan YouTube.
Inilah video amatir detik-detik wanita bercadar hitam pengendara sepeda motor menerobos dan menabrak ruang SPKT kantor Polresta Pematangsiantar Sumatera Utara. dari rekaman kamera pengawas milik polisi wanita tersebut awalnya datang dari arah jalan Sutomo kemudian kendaraan yang melaju kencang menerobos gerbang mapolres Pematang Siantar.
Ia selanjutnya menabrakkan diri ke ruang SPKT hingga pintu kaca tempat tersebut pecah wanita dan sepeda motor itu sampai masuk dan terpental di dalam ruangan SPKT. Beruntung personel polisi yang saat itu sedang apel pagi tidak ada yang terluka akibat insiden tersebut.
Usai kejadian petugas di sekitar lokasi pun kemudian berhamburan dan mengamankan pelaku menuju ruang Satuan Reserse Kriminal guna pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil penyelidikan petugas, identitas pengendara diketahui Fitriarni Matondang, warga Kecamatan Siantar. Pelaku merupakan anak pensiunan polisi yang bertugas di Polres Simalungun.
Diketahui sebelum terjadinya peristiwa ini, pelaku dengan kendaraan sepeda motornya melintas dari Jalan Sutomo. Menurut informasi, dia berulang kali memaki sejumlah petugas yang sedang mengatur jalur lalu lintas. Entah bagaimana selanjutnya pelaku dengan mengendarai sepeda motor dan dengan kecepatan tinggi menuju Mako Polres Pematangsiantar dan menerobos gerbang sampai menabrak pintu kaca SPKT Polres Pematangsiantar.
Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol R Z Panca Putra Simanjuntak mengatakan petugas gabungan telah melakukan penggeledahan terhadap kamar milik pelaku di rumah kediamannya dan menemukan sejumlah barang bukti di rumah kediaman.
Menurut Panca, petugas juga turut serta memintai keterangan dari pihak keluarga terkait dengan perubahan sikap, perilaku pelaku, dan pemahaman dan penampilan yang akhir-akhir ini berbeda. Pelaku akhir-akhir ini kerap mendengarkan pemahaman dan pendalaman agama dari medsos dan YouTube.
Sementara itu Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Pematangsiantar M Ali Lubis mengatakan pihaknya akan memberikan tausiyah atau wejangan pendidikan agama agar tidak menyimpang dari ajaran yang sesungguhnya.
Sementara itu ibu pelaku Murniati Sinulingga dihadapan sejumlah awak media meminta maaf kepada Polri warga Kota Pematangsiantar dan masyarakat Indonesia atas ulah anaknya. Polisi masih terus melakukan penyelidikan atas ini.(awy)