News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tuding Lingkaran Istana Intervensi Demokrat, AHY Minta Klarifikasi ke Istana | tvOne

Senin, 1 Februari 2021 - 19:57 WIB
  • Reporter :

Ketua Umum Partai demokrat Agus harimurti yudhoyono (AHY) berkirim surat ke Presiden Joko Widodo soal adanya dugaan keterlibatan pejabat penting negara dalam gerakan pengambilalihan paksa kepemimpinan Partai Demokrat.

"Tadi pagi, saya telah mengirimkan surat secara resmi kepada yang terhormat Bapak Presiden Joko Widodo untuk mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi dari beliau terkait kebenaran berita yang kami dapatkan ini," kata AHY di Jakarta, Senin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengiriman surat konfirmasi itu kata dia berawal dari kesaksian dan testimoni banyak pihak yang didapatkannya, tentang gerakan ini melibatkan pejabat penting pemerintahan.

"Yang secara fungsional berada di dalam lingkar kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo," ucap dia.

Lebih lanjut, gerakan itu menurut dia juga dikatakan sudah mendapatkan dukungan dari sejumlah menteri dan pejabat penting di pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Tentunya kami tidak mudah percaya dan tetap mengedepankan asas 'praduga tak bersalah' (presumption of innocence) dalam permasalahan ini," ujarnya.

AHY menjelaskan tentang gerakan politik yang bertujuan mengambil alih kekuasaan pimpinan Partai Demokrat secara inkonstitusional itu diketahui dari laporan dan aduan dari pimpinan dan kader Partai Demokrat baik pusat, daerah maupun cabang.

Gabungan dari pelaku gerakan itu kata dia terdiri dari 5 orang, 1 kader Demokrat aktif, 1 kader yang sudah 6 tahun tidak aktif, 1 mantan kader yang sudah 9 tahun diberhentikan dengan tidak hormat dari partai, karena menjalani hukuman akibat korupsi.

"Dan 1 mantan kader yang telah keluar dari partai 3 tahun yang lalu. Sedangkan yang non kader partai adalah seorang pejabat tinggi pemerintahan, yang sekali lagi, sedang kami mintakan konfirmasi dan klarifikasi kepada Presiden Joko Widodo," ungkap dia.

AHY menyebutkan para pimpinan dan kader Demokrat yang melaporkan gerakan tersebut, mereka merasa tidak nyaman dan bahkan menolak ketika dihubungi dan diajak untuk melakukan penggantian Ketum Partai Demokrat.

Ajakan dan permintaan dukungan untuk mengganti "dengan paksa" Ketum PD tersebut, dilakukan baik melalui telepon maupun pertemuan langsung.

"Dalam komunikasi mereka, pengambilalihan posisi Ketum PD, akan dijadikan jalan atau kendaraan bagi yang bersangkutan, sebagai calon presiden dalam Pemilu 2024," ujar AHY.

Konsep dan rencana yang dipilih para pelaku untuk mengganti dengan paksa Ketum PD yang sah, adalah dengan menyelenggarakan kongres luar biasa (KLB).

Para pelaku merasa yakin gerakan ini pasti sukses, karena mereka mengklaim telah mendapatkan dukungan sejumlah petinggi negara lainnya.

"Kami masih berkeyakinan, rasanya tidak mungkin cara yang tidak beradab ini dilakukan oleh para pejabat negara, yang sangat kami hormati, dan yang juga telah mendapatkan kepercayaan rakyat," kata AHY.

Partai Demokrat berharap semua itu tidak benar. Tetapi, kesaksian dan testimoni para kader Partai Demokrat yang dihubungi dan diajak bicara oleh para pelaku gerakan tersebut, memang menyebutkan hal-hal demikian.

Sebenarnya, AHY menyatakan pihaknya sudah mencium gejala ini, sejak satu bulan yang lalu. Pada awalnya, pihaknya menganggap persoalan ini hanyalah masalah kecil saja, urusan internal belaka.

"Tetapi sejak adanya laporan keterlibatan pihak eksternal dari lingkar kekuasaan, yang masuk secara beruntun pada minggu yang lalu, maka kami melakukan penyelidikan secara mendalam," ucap dia menegaskan.

Dengan tengah dilaksanakannya gerakan untuk pengambil-alihan secara “paksa” kepemimpinan Partai Demokrat tersebut, Partai Demokrat katanya tentu akan mempertahankan kedaulatan dan kehormatannya.

"Kami yakin, tidak ada satu pun pemimpin partai politik yang rela diambil alih kekuasaannya secara inkonstitusional, oleh pihak manapun," ujarnya.

Namun dalam upaya mempertahankan kedaulatannya, AHY memastikan akan menempuh jalur dengan mengindahkan konstitusi dan undang-undang, pranata hukum serta ikhtiar politik, yang bertumpu pada nilai-nilai keadilan, moral dan etika.

"Tentu kami akan bersikap tegas. Namun, insya Allah, Partai Demokrat akan tetap konsisten menggunakan cara-cara yang damai dan berkeadaban, bukan kekerasan dan kegaduhan sosial, yang mungkin saja akan mengganggu situasi nasional, yang tengah menghadapi tantangan pandemik COVID-19 dan krisis ekonomi dewasa ini," ujarnya. (mii)

Lihat Juga: Demokrat Optimis Kembali Berjaya Dalam Politik, AHY Persiapkan Diri Untuk Pilpres 2024 | tvOne

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

DPR Gelar RDP dengan Rektor Bahas Marak Pelecehan Seksual
05:18

DPR Gelar RDP dengan Rektor Bahas Marak Pelecehan Seksual

Komisi X DPR RI menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan sejumlah pimpinan perguruan tinggi terkait maraknya kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus.
Anak Perempuan Bunuh Ayah, Pelaku Residivis Kasus Narkoba
01:49

Anak Perempuan Bunuh Ayah, Pelaku Residivis Kasus Narkoba

Seorang ayah di Lombok Barat dilaporkan meninggal dunia setelah diduga dianiaya oleh putri kandungnya sendiri. Peristiwa tragis ini terjadi di Dusun Montong Sager, Desa Tamansari, dan mengejutkan warga sekitar.
Investigasi Penyebab Jatuhnya Helikopter, Tim Gabungan Kumpulkan Sisa sisa Puing
02:39

Investigasi Penyebab Jatuhnya Helikopter, Tim Gabungan Kumpulkan Sisa sisa Puing

Tim gabungan masih melakukan investigasi intensif terkait jatuhnya helikopter jenis Airbus H130 di Desa Tapang Tingang.
2 Kapal Tanker Pertamina Bersiap Melintasi Selat Hormuz
00:59

2 Kapal Tanker Pertamina Bersiap Melintasi Selat Hormuz

PT Pertamina International Shipping memastikan dua kapal tanker miliknya yang sempat tertahan di kawasan Teluk Persia kini bersiap melanjutkan pelayaran melintasi Selat Hormuz.
Irvian Bobby jadi Saksi Mahkota Kasus Korupsi Immanuel Ebenezer
03:27

Irvian Bobby jadi Saksi Mahkota Kasus Korupsi Immanuel Ebenezer

Sidang kasus dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat Noel Ebenezer kembali bergulir di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Polisi Berhasil Tangkap Terduga Pelaku Penusukan Nus Kei
02:16

Polisi Berhasil Tangkap Terduga Pelaku Penusukan Nus Kei

Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, meninggal dunia setelah menjadi korban penikaman oleh orang tak dikenal di Bandara Karel Sadsuitubun.
Pihak BNI Kembalikan Dana Awal Senilai Rp7 Miliar ke Pihak Gereja
03:30

Pihak BNI Kembalikan Dana Awal Senilai Rp7 Miliar ke Pihak Gereja

Kasus dugaan penggelapan dana umat gereja senilai Rp28 miliar mencuat di Aek Nabara. Dana tersebut diduga digelapkan oleh mantan kepala kas unit bank BUMN yang memanfaatkan jabatan dan kepercayaan nasabah.
Pakistan Perketat Keamanan Jelang Rencana Pertemuan AS–Iran, Iran Dikabarkan Belum Konfirmasi Hadir
04:07

Pakistan Perketat Keamanan Jelang Rencana Pertemuan AS–Iran, Iran Dikabarkan Belum Konfirmasi Hadir

Pemerintah Pakistan meningkatkan pengamanan di ibu kota Islamabad dan wilayah sekitarnya menjelang rencana pertemuan lanjutan antara Amerika Serikat dan Iran. 
Gara-Gara Dipecat, Eks Karyawan Nekat Bobol Brankas dan Bawa Kabur Uang Rp400 Juta
01:05

Gara-Gara Dipecat, Eks Karyawan Nekat Bobol Brankas dan Bawa Kabur Uang Rp400 Juta

Aksi pencurian dilakukan seorang mantan karyawan di Makassar dengan membobol brankas perusahaan tempatnya dulu bekerja. Pelaku nekat melakukan kejahatan tersebut diduga karena sakit hati setelah dipecat.
Bocah Sidoarjo Viral Usai Laporkan Baut Rel Kereta Api Lepas, Aksi Cepat Cegah Bahaya
02:14

Bocah Sidoarjo Viral Usai Laporkan Baut Rel Kereta Api Lepas, Aksi Cepat Cegah Bahaya

Aksi seorang bocah di Sidoarjo menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial. Dalam video tersebut, bocah yang belum diketahui identitasnya itu melaporkan temuan baut rel kereta api yang terlepas di perlintasan sebidang.
Kebakaran Ruko di Nias Tewaskan Lima Orang, Korban Terjebak Saat Tertidur
07:55

Kebakaran Ruko di Nias Tewaskan Lima Orang, Korban Terjebak Saat Tertidur

Kebakaran hebat menghanguskan empat bangunan ruko di wilayah Hiliwetogo, Kabupaten Nias, pada Minggu dini hari (19/4/2026). Peristiwa ini menyebabkan lima orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka bakar.
Kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Soal Kenaikan BBM Non Subsidi
00:43

Kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Soal Kenaikan BBM Non Subsidi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa penyesuaian harga bahan bakar minyak non-subsidi dilakukan berdasarkan mekanisme pasar global serta mengacu pada regulasi yang berlaku.
Menyimpan Dendam, Anak Tega Bunuh Ibu Tiri
01:48

Menyimpan Dendam, Anak Tega Bunuh Ibu Tiri

Seorang perempuan berinisial W (45) ditemukan tewas setelah diduga dibunuh oleh anak tirinya sendiri, NS (25), di Kelurahan Binong, Curug, Tangerang.
Video Amatir Detik-detik Nus Kei Tewas Ditikam OTK
02:53

Video Amatir Detik-detik Nus Kei Tewas Ditikam OTK

Insiden berdarah terjadi di Bandara Karel Sadsuitubun pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 11.25 WIT. Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara Agrapinus Rumatora, tewas setelah diserang oleh orang tak dikenal (OTK) sesaat setelah tiba dari Jakarta.
Persiapan Haji 2026, Asrama Haji Sukolilo Surabaya Difogging
02:57

Persiapan Haji 2026, Asrama Haji Sukolilo Surabaya Difogging

Petugas Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Surabaya melakukan pengasapan (fogging) di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (18/4/2026).
Polisi Tangkap 7 Pelaku Kericuhan di Pelantikan Pengurus KAMMI Medan
03:12

Polisi Tangkap 7 Pelaku Kericuhan di Pelantikan Pengurus KAMMI Medan

Acara pelantikan Pengurus Keluarga Alumni KAMMI Sumut di Aula Raja Inal, Kantor Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) berlangsung ricuh.
Presiden prabowo Beri Arahan Langsung Retret Ketua DPRD di Magelang
02:05

Presiden prabowo Beri Arahan Langsung Retret Ketua DPRD di Magelang

Para ketua DPRD dari seluruh Indonesia mengikuti kegiatan pembinaan atau retret yang digelar di Akademi Militer Magelang. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas kepemimpinan serta menyelaraskan peran legislatif daerah dengan arah kebijakan nasional.
Polisi Ringkus Kakak-Adik Bandar Narkoba Kelas Kakap
01:39

Polisi Ringkus Kakak-Adik Bandar Narkoba Kelas Kakap

Aparat kepolisian di Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, berhasil meringkus kakak-adik yang diduga sebagai bandar narkoba kelas kakap dalam operasi intensif di bulan April 2026.
Si Jago Merah Melahap Bangunan Pondok Pesantren di Mamuju
01:16

Si Jago Merah Melahap Bangunan Pondok Pesantren di Mamuju

Kebakaran hebat melanda sebuah pondok pesantren di Kabupaten Mamuju Tengah. Peristiwa tersebut menyebabkan kepanikan di kalangan santri dan warga sekitar saat api dengan cepat membesar dan melalap bangunan.

Jangan Lewatkan

7 Laga Tanpa Kekalahan! Persijap Diam-Diam Bangkit di Super League

7 Laga Tanpa Kekalahan! Persijap Diam-Diam Bangkit di Super League

Pelatih Persijap Jepara, Mario Lemos, mengakui kemenangan timnya atas Semen Padang tidak diraih dengan mudah.
Dedi Mulyadi Minta UMKM dan PKL di Kawasan Wisata Ciwidey Tidak Jual Kopi Sachet

Dedi Mulyadi Minta UMKM dan PKL di Kawasan Wisata Ciwidey Tidak Jual Kopi Sachet

Kawasan wisata Pacira (Pangalengan, Ciwidey, Rancabali) di Bandung menjadi fokus utama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dalam pengembangan ekonomi kerakyatan. 
Mengejutkan! Kuasa Hukum Ayah Nizam Tiba-tiba Ungkap Kejanggalan Hubungan Ibu Tiri dan Adik Kandungnya

Mengejutkan! Kuasa Hukum Ayah Nizam Tiba-tiba Ungkap Kejanggalan Hubungan Ibu Tiri dan Adik Kandungnya

Kasus kematian Nizam memasuki babak baru, kuasa hukum ayah ungkap sejumlah kejanggalan terkait ibu tiri dan adik kandung dalam proses hukum yang berjalan.
Berkaca dari Kisah Fadly Alberto yang Berjuang Masuk Timnas Indonesia Berujung Permintaan Maaf, Ingatkan Pesan UAH soal Peranan Orang Tua

Berkaca dari Kisah Fadly Alberto yang Berjuang Masuk Timnas Indonesia Berujung Permintaan Maaf, Ingatkan Pesan UAH soal Peranan Orang Tua

Nama Fadly Alberto viral di media sosial. Buntut tendangan kungfunya terhadap satu pemain Dewa United
Final Proliga 2026 Makin Panas! Sistem Baru Bisa Bikin Laga Berakhir Lebih Cepat

Final Proliga 2026 Makin Panas! Sistem Baru Bisa Bikin Laga Berakhir Lebih Cepat

Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) resmi memperkenalkan format baru untuk babak final Proliga 2026.
Jepang Diguncang Gempa M 7,4, Kemlu Pastikan Kondisi WNI Aman

Jepang Diguncang Gempa M 7,4, Kemlu Pastikan Kondisi WNI Aman

Kementerian Luar Negeri RI memberikan kepastian mengenai kondisi WNI pasca terjadinya gempa bermagnitudo 7,4 yang memicu peringatan tsunami di Jepang pada Senin (20/4) sore waktu setempat.
Tak Tinggal Diam, Ayah Nizam Lapor Balik Lisnawati soal Penelantaran Anak Usai Jadi Tersangka

Tak Tinggal Diam, Ayah Nizam Lapor Balik Lisnawati soal Penelantaran Anak Usai Jadi Tersangka

​​​​​​​Kasus kematian Nizam makin memanas, Anwar Satibi jadi tersangka penelantaran anak dan lapor balik Lisnawati. Drama hukum kini berubah jadi saling lapor.
Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam, DPP Golkar Minta Kader Dapat Tetap Kendalikan Diri

Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam, DPP Golkar Minta Kader Dapat Tetap Kendalikan Diri

Kabar duka menyelimuti keluarga besar Partai Golkar setelah Ketua DPD II Maluku Tenggara (Malra), Agrapinus Rumatora atau yang akrab disapa Nus Kei, meninggal dunia akibat insiden penikaman. 
Trending: Megawati Hangestri Tak Lagi Dijuluki Megatron, Fadly Alberto Dicoret Timnas Indonesia, Kondisi Korban Tendangan Kungfu

Trending: Megawati Hangestri Tak Lagi Dijuluki Megatron, Fadly Alberto Dicoret Timnas Indonesia, Kondisi Korban Tendangan Kungfu

Jagat olahraga Tanah Air diramaikan oleh tiga kabar panas yang langsung menyita perhatian publik. Mulai dari soal Megawati Hangestri hingga Timnas Indonesia.
Putusan MK Tegaskan Kewenangan BPK, Pakar: Tak Ada Lagi Instansi Lain Hitung Kerugian Negara

Putusan MK Tegaskan Kewenangan BPK, Pakar: Tak Ada Lagi Instansi Lain Hitung Kerugian Negara

Pakar Hukum Tata Negara Universitas Muslim Indonesia, Fahri Bachmid mengatakan peran Badan Pemeriksa keuangan (BPK) RI kini menjadi satu-satunya lembaga yang berwenang menghitung kerugian negara dalam perkara tindak pidana korupsi.
ADVERTISEMENT