Aneh Tapi Nyata, Kebakaran Misterius Rumah Warga Terjadi 50 Kali Dalam Sepekan
Sleman, tvOnenews.com - Sebuah rumah milik warga di Kasuran, Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami rentetan Kebakaran yang tidak biasa.
Dalam kurun sepekan, sedikitnya 55 titik api dilaporkan muncul di berbagai sudut rumah dan membakar sejumlah perabotan.
Pemilik rumah, Hinggil Muftiana, mengaku kebingungan dengan kemunculan api yang terjadi secara berulang tanpa diketahui sumbernya. Dalam dua hari terakhir saja, sedikitnya 11 kali kebakaran terjadi di dalam rumah. Api muncul di sejumlah lokasi dan membakar sofa, kasur, hingga perlengkapan rumah tangga lainnya.
Peristiwa tersebut membuat penghuni rumah diliputi kekhawatiran. Sejumlah barang berharga terpaksa dipindahkan ke tempat yang lebih aman untuk menghindari kerusakan lebih lanjut.
Hinggil bahkan mengaku tidak dapat beristirahat selama dua malam karena khawatir api kembali muncul secara tiba-tiba.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Gegana Satbrimob Polda DIY melakukan penyelidikan di lokasi. Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan indikasi kebocoran gas metana yang diduga berasal dari sistem pembuangan limbah rumah tangga.
Gas tersebut diperkirakan meresap melalui rongga-rongga tanah akibat saluran pembuangan yang tidak memenuhi standar.
Menurut hasil investigasi, gas metana yang terakumulasi di bawah permukaan tanah dapat berpindah melalui celah-celah tertentu dan memicu kebakaran ketika bertemu sumber panas atau percikan api. Kondisi tersebut diduga menjadi penyebab munculnya titik-titik api di berbagai lokasi dalam rumah.
Selain kepolisian, tim ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta turut melakukan pemeriksaan.
Hasil kajian sementara juga mengarah pada keberadaan gas metana sebagai pemicu utama rentetan kebakaran tersebut.
Sebagai langkah mitigasi, tim ahli merekomendasikan agar lantai dasar rumah dikosongkan selama sekitar satu bulan.
Rekomendasi itu diberikan untuk memberi waktu bagi proses pelepasan dan pengurangan konsentrasi gas metana yang masih tersisa di area bangunan.
Hingga kini, pemantauan dan pemeriksaan lanjutan masih terus dilakukan untuk memastikan kondisi rumah kembali aman ditempati.