Mengapa Gerakan Penanaman Pohon Penting? Ini Kaitannya dengan SDGs dan Krisis Iklim
- Gambar ilustrasi AI
tvOnenews.com - Meningkatnya suhu bumi, cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi, hingga berkurangnya kawasan hijau menjadi tantangan global yang dihadapi banyak negara saat ini.
Di tengah berbagai upaya menekan dampak perubahan iklim, penanaman pohon tetap menjadi salah satu solusi berbasis alam yang dinilai efektif untuk menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) menempatkan aksi iklim sebagai poin ke-13 dan perlindungan ekosistem daratan sebagai poin ke-15.
Kedua target tersebut mendorong negara-negara di dunia untuk memperluas kawasan hijau, melindungi keanekaragaman hayati, serta mengurangi emisi gas rumah kaca yang menjadi pemicu pemanasan global.
Berbagai negara maju telah membuktikan bahwa investasi pada penghijauan memberikan manfaat jangka panjang.
Di Jepang, program penghijauan perkotaan terus dikembangkan untuk mengurangi efek pulau panas (urban heat island). Sementara itu, Korea Selatan dikenal berhasil menjalankan program restorasi hutan nasional sejak dekade 1970-an yang mengubah kawasan kritis menjadi hutan produktif.
Menurut data Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), rehabilitasi hutan berkontribusi penting dalam meningkatkan daya serap karbon sekaligus menjaga kualitas tanah dan sumber daya air.
Melansir dari berbagai sumber, di Indonesia, gerakan penghijauan terus menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Salah satunya diwujudkan melalui penanaman 27.000 pohon yang dilakukan di berbagai wilayah Indonesia sebagai langkah nyata menjaga lingkungan sekaligus mendukung pencapaian SDGs.
Meski terlihat sederhana, menanam satu pohon memiliki dampak ekologis yang besar. Akar pohon membantu menahan erosi dan menjaga struktur tanah, sementara tajuk dan daunnya berperan menyerap karbon dioksida serta menghasilkan oksigen.
Pohon dan Perannya dalam Menghadapi Krisis Iklim
Dalam jangka panjang, keberadaan pohon juga membantu menjaga ketersediaan air tanah, menurunkan suhu lingkungan, dan menyediakan habitat bagi berbagai spesies.
Gerakan penanaman tersebut dilakukan melalui sejumlah cabang di berbagai daerah, dengan masing-masing wilayah menanam sedikitnya 500 bibit pohon. Secara keseluruhan, sebanyak 27.000 pohon ditanam untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Langkah tersebut selaras dengan berbagai rekomendasi lembaga internasional yang menempatkan restorasi ekosistem sebagai salah satu instrumen penting dalam menghadapi perubahan iklim.
Program penghijauan juga dinilai mampu memberikan manfaat sosial dan ekonomi melalui peningkatan kualitas lingkungan tempat masyarakat tinggal dan beraktivitas.
Gerakan penghijauan tersebut juga melanjutkan semangat program RE3 FOR-E yang sebelumnya berhasil menghimpun sekitar 20 ton pakaian layak pakai untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, program tersebut turut menghadirkan dukungan sosial melalui penyaluran buku bacaan guna memperluas akses literasi. Kombinasi antara pemanfaatan kembali pakaian, distribusi buku, dan penanaman pohon menunjukkan bahwa upaya pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan yang saling melengkapi.
Pemanfaatan kembali pakaian layak pakai juga sejalan dengan konsep ekonomi sirkular yang saat ini banyak diterapkan di negara-negara maju.
Pendekatan tersebut bertujuan memperpanjang usia penggunaan barang sehingga mampu mengurangi limbah yang berakhir di tempat pembuangan akhir. Direktur Utama PNM, Kindaris, mengatakan bahwa komitmen terhadap penghijauan merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Dengan demikian, manfaat yang dihasilkan tidak hanya dirasakan oleh penerima bantuan secara langsung, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan melalui pengurangan sampah tekstil yang terus meningkat setiap tahun.
Pemberdayaan tidak hanya tentang membantu masyarakat mengembangkan usaha, tetapi juga menjaga ruang hidup tempat mereka tumbuh. Melalui penanaman pohon dan berbagai program keberlanjutan lainnya, manfaat yang dihadirkan tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga tumbuh untuk generasi berikutnya.
Pemberdayaan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga mencakup upaya menjaga kualitas lingkungan sebagai fondasi kehidupan jangka panjang.
Melalui penanaman 27.000 pohon, dukungan literasi, dan pemanfaatan kembali pakaian layak pakai, berbagai inisiatif keberlanjutan diharapkan dapat memberikan dampak positif yang terus tumbuh bagi masyarakat dan lingkungan pada masa mendatang. (udn)
Load more