News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Penyaluran BLT Kesra 2025 di Mataram: Pos Indonesia Layani Door to Door untuk Lansia

Program Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan (BLT Kesra) terus dikebut penyalurannya hingga akhir Desember 2025.
Sabtu, 6 Desember 2025 - 21:22 WIB
Program Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan (BLT Kesra) terus dikebut penyalurannya hingga akhir Desember 2025.
Sumber :
  • Antara

tvOnenews.com - Program Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan (BLT Kesra) terus dikebut penyalurannya hingga akhir Desember 2025. PT Pos Indonesia (Persero) selaku salah satu mitra penyalur pemerintah, terpantau menyalurkan BLT Kesra di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Proses penyaluran di wilayah tersebut berlangsung lancar.

Proses penyaluran BLT Kesra ini berjalan lancar berkat proses pendataan, verifikasi, hingga pencairan bantuan yang dilakukan dengan baik melalui tahap koordinasi antara Dinas Sosial, pendamping sosial, dan PT Pos Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Pejeruk, Eni Suaryati, menjelaskan pendataan penerima BLT Kesra dilakukan dengan mengacu pada tingkat kesejahteraan masyarakat.

"Kategorinya dilihat dari desilnya, dari desil 1 sampai 5, dan juga kesejahteraan masyarakat," ujar Eni.

Ia tak menampik terdapat sejumlah tantangan saat melakukan penyaluran BLT Kesra. Salah satunya, ketika masyarakat berharap mendapat bantuan ganda. Namun, hal tersebut bisa diatasi setelah pihaknya terus memberikan pengarahan dan penjelasan yang baik kepada warga.

"Tantangannya, masyarakat kadang meminta bantuannya, kadang kita tidak boleh, semakin dia sudah mendapat beras, dia ingin mendapat juga bantuan. Dia ingin double mendapat bantuannya," kata Eni.

Pada kesempatan itu, Eni juga mengungkapkan proses penyaluran bantuan agar tepat sasaran. Agar bantuan tepat sasaran, verifikasi dilakukan langsung di tingkat lingkungan.

"Verifikasi data ke bawah, kerja sama dengan Pak RT, pengurus lingkungan. Kita menerima nama itu dari atas, dari memo," katanya.

Program Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan (BLT Kesra) terus dikebut penyalurannya hingga akhir Desember 2025.
Program Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan (BLT Kesra) terus dikebut penyalurannya hingga akhir Desember 2025.
Sumber :
  • Antara

Eni juga memastikan pihaknya berkoordinasi dengan Pos Indonesia. Menurutnya, koordinasi dengan Pos Indonesia berjalan baik, terutama dalam menangani warga yang kesulitan datang ke kantor pos.

"Tetap kita saling koordinasi sama Pos Indonesia. Kalau ada warga yang belum menerima, silakan ke Kantorpos. Kalau ada yang lansia, petugas Pos akan turun ke rumahnya langsung atau door to door," ucapnya.

Eni mengatakan masyarakat merasakan manfaat besar dari program ini. "Sangat bermanfaat sekali. Ada yang bisa beli beras, beli obat untuk kebutuhan anak sekolahnya," ungkapnya.

Namun ia menyebut beberapa kendala yang sering terjadi. "Kadang-kadang kendalanya yang istilahnya warga ini tidak mengerti. Kalau Pos membuat peraturan, kalau setiap satu KK bisa pencairannya, kalau di luar KK kan tidak bisa, walaupun sama namanya."

Ia juga menyampaikan bahwa evaluasi dilakukan secara berkala melalui pojok pengaduan di kantor lurah. "Siapa masyarakat yang belum menerima bantuan, silakan ke kantor Lurah dengan bawa KK dan KTP mereka. Akan dilihat data mereka sesuai dengan desil mereka," katanya.

Eni menilai BLT Kesra memberi dampak sosial positif. "Alhamdulillah, jadinya setelah dibikin peraturan ini, jadi masyarakat yang dulu tidak mampu, sekarang sudah mampu dan mapan. Bisa kita ajukan, kita tunggu kuota dari atas," tuturnya.

Ia mengimbau penerima menjaga kartu bantuan dan tidak menyalahgunakannya. "Jangan sampai ada kejadian dipakai untuk pinjol, judi online. Kalau ada kelihatan dipakai di sana, akan langsung kartunya diblokir,” tegasnya.

Eni juga berharap agar pemerintah dapat mempercepat proses pengajuan masyarakat ini untuk bisa mendapat bantuannya. "Semoga pemerintah bisa melihat masyarakat yang tidak mampu ini, sesuai dengan desilnya, supaya bisa cepat direalisasikan, prosesnya panjang sekali, setahun, dua tahun," tuturnya.

Dalam melakukan penyaluran BLT Kesra, Pos Indonesia melakukan berbagai tahap agar penyaluran bisa berjalan dengan baik. Setiap warga yang merupakan penerima manfaat akan mendapatkan kartu undangan.

"Penyaluran BLT di Kantorpos, mekanismenya sesuai dengan yang ada di kartu undangan tersebut, nanti kartu tersebut dibagikan ke masing-masing penerima manfaat BLTS," ujar Juru Bayar Kantorpos Mataram, Zulkardiman.

Ia menegaskan penyaluran dilakukan bertahap. "Itu secara bertahap. Karena masing-masing kelurahan dibuatkan per jadwal. Bukan sekaligus," kata Zulkardiman.

Pos Indonesia juga memberikan prioritas layanan bagi kelompok rentan. Bagi kelompok ini, mereka akan menggunakan penyaluran door to door alias langsung antar ke rumah.

"Kalau yang lansia, kita harus berkomunikasi dulu dengan pendampingnya, untuk dilibatkan turun langsung ke penerima manfaat yang tersebut. Didatangi langsung dengan tim dari Kantorpos, pendamping PKH dan kelurahan. Dan juga dilibatkan lingkungan," ucap Zulkardiman.

Namun, ia tidak menampik adanya kendala, terutama terkait kelengkapan identitas. "Kendala pembagian di lapangan banyak sekali seperti penemuan antaranya KTP-nya hilang. Kadang dibawa sama anaknya pas kita mau kunjungan," ujarnya.

Ada pula kasus nama sama, tetapi NIK berbeda sehingga memerlukan pengecekan ulang. "Di KTP namanya sama. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata nomor NIK-nya sama, undangan beda," katanya.

Untuk kasus seperti ini, pihak Pos bekerja sama dengan pendamping PKH. "Kita arahkan, biar dicocokkan siapa tahu yang menerima tersebut bukan yang menerima. Karena namanya sama, cuma NIK-nya yang beda," kata dia.(chm)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bukan Harta apalagi Popularitas, Ressa Hanya Meminta Pengakuan ini dari Artis Denada

Bukan Harta apalagi Popularitas, Ressa Hanya Meminta Pengakuan ini dari Artis Denada

Polemik keluarga artis indoneisa, Denada dengan pria bernama Ressa kian meruncing. Sejauh ini keduanya masih dalam proses menanti sidang mediasi
DPR Usul Asuransi Kebencanaan untuk Lindungi Rakyat dan Siasati Beban Fiskal, Komisi VIII Paparkan Skemanya

DPR Usul Asuransi Kebencanaan untuk Lindungi Rakyat dan Siasati Beban Fiskal, Komisi VIII Paparkan Skemanya

Komisi VIII DPR RI usul perubahan pendekatan dalam pembiayaan kebencanaan yang tidak lagi sepenuhnya bergantung pada anggaran negara setelah bencana terjadi.
Tak Tahan Lagi, Boiyen Langsung Gugat Cerai Rully setelah 2 Bulan Menikah, Begini Fakta-faktanya!

Tak Tahan Lagi, Boiyen Langsung Gugat Cerai Rully setelah 2 Bulan Menikah, Begini Fakta-faktanya!

Belum genap 3 bulan membangun mahligai rumah tangga, Boiyen resmi menggugat cerai suaminya, Rully Anggi Akbar, di Pengadilan Agama (PA) Tigaraksa, Tangerang.
Baru Dua Bulan Menikah, Boiyen Gugat Cerai Suami di Tengah Kasus Dugaan Penipuan

Baru Dua Bulan Menikah, Boiyen Gugat Cerai Suami di Tengah Kasus Dugaan Penipuan

Baru dua bulan menikah, Boiyen resmi gugat cerai suaminya Rully Anggi Akbar yang belakangan sedang terseret kasus dugaan penipuan investasi sejak 2023.
11 RT di Jakarta Masih Terendam hingga Rabu Sore

11 RT di Jakarta Masih Terendam hingga Rabu Sore

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 11 RT masih terendam banjir hingga Rabu (28/1/2026) sore, pukul 17.00 WIB.
Persib Punya Kubu Eropa dan Latin, Bojan Hodak: Itu Hal Wajar

Persib Punya Kubu Eropa dan Latin, Bojan Hodak: Itu Hal Wajar

Kubu besar pun terlihat dengan berkumpulnya pemain asal Eropa, termasuk para pemain naturalisasi serta kubu latin dari pemain yang berasal dari Amerika Selatan.

Trending

Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Persib Dapat Kabar Buruk dari Media Italia Soal Transfer Federico Barba usai Resmi Datangkan Layvin Kurzawa

Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Persib Dapat Kabar Buruk dari Media Italia Soal Transfer Federico Barba usai Resmi Datangkan Layvin Kurzawa

Persib Bandung mendapat kabar tak sedap setelah resmi merekrut Layvin Kurzawa. Media Italia menyebut Federico Barba hampir sepakat kembali ke Serie B Italia.
6 Pemain Eropa yang Berpotensi Dinaturalisasi Era John Herdman, Siap Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

6 Pemain Eropa yang Berpotensi Dinaturalisasi Era John Herdman, Siap Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Era John Herdman di Timnas Indonesia membuka peluang besar naturalisasi pemain Eropa. Enam nama potensial disorot jelang FIFA Series 2026 dan proyek Piala Dunia 2030.
Suporter Belanda Berbondong-bondong Kritik Jordi Cruyff usai Maarten Paes Dirumorkan Gabung Ajax Amsterdam

Suporter Belanda Berbondong-bondong Kritik Jordi Cruyff usai Maarten Paes Dirumorkan Gabung Ajax Amsterdam

Suporter Belanda banyak yang keheranan ketika melihat kabar Ajax Amsterdam bakal merekrut Maarten Paes. Sang kiper Timnas Indonesia kabarnya akan ditebus seharga 1 juta euro.
Polisi Tegaskan Tak Ada Unsur Penganiayaan ke Penjual Es Gabus yang Dituduh Pakai Gabusing Berbahan Baku Spons

Polisi Tegaskan Tak Ada Unsur Penganiayaan ke Penjual Es Gabus yang Dituduh Pakai Gabusing Berbahan Baku Spons

Sementara itu, Budi menerangkan, hingga saat ini pihak kepolisian, Bid Propam Polda Metro Jaya masih melakukan pendalaman terhadap Aiptu Ikhwan yang merupakan Bhabinkamtibmas.
Viral Pedagang Es Diintimidasi Aparat, TNI Minta Konflik Tak Berkepanjangan

Viral Pedagang Es Diintimidasi Aparat, TNI Minta Konflik Tak Berkepanjangan

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono angkat bicara soal pedagang es gabus yang diamankan aparat gabungan Polri dan TNI usai diduga terbuat dari bahan berbahaya yakni spons.
Pedagang Es Gabus Dituduh Spons Ngaku Trauma: Kini Bantuan Mengalir dari KDM, Pemkab hingga Polisi

Pedagang Es Gabus Dituduh Spons Ngaku Trauma: Kini Bantuan Mengalir dari KDM, Pemkab hingga Polisi

Peristiwa itu bermula ketika Suerajat didatangi anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa setelah adanya laporan warga.
Buntut Tuduh Penjual Es Gabus Pakai Bahan Baku Spons, Aiptu Ikhwan Bakal Disanksi Jika Terbukti Lakukan Pelanggaran

Buntut Tuduh Penjual Es Gabus Pakai Bahan Baku Spons, Aiptu Ikhwan Bakal Disanksi Jika Terbukti Lakukan Pelanggaran

Polda Metro Jaya menegaskan akan memberikan sanksi tegas terhadap Aiptu Ikhwan jika terbukti melakukan pelanggaran terhadap Sudrajat, pedagang es gabus yang sempat diamankan, usai diduga menggunakan bahan baku spons.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT