Teknologi XPS Hadir di Indonesia untuk Kepentingan Riset, Alat Ini Bisa Ungkap Rahasia Material Skala Nano
- Ist
tvOnenews.com - Perkembangan riset material di dunia saat ini semakin bergantung pada teknologi analisis berpresisi tinggi.
Salah satu instrumen yang menjadi andalan para ilmuwan adalah X-Ray Photoelectron Spectroscopy (XPS), sebuah teknologi berbasis efek fotolistrik yang mampu mengungkap komposisi unsur, kondisi kimia, hingga struktur elektronik pada permukaan material.
Dengan kemampuan analisis hingga skala nanometer, XPS menjadi alat penting dalam berbagai bidang, mulai dari energi hingga elektronik.
Secara sederhana, XPS bekerja dengan memanfaatkan sinar-X untuk menembakkan elektron dari permukaan material. Energi elektron yang dilepaskan kemudian diukur untuk mengidentifikasi karakteristik unik setiap unsur.
Metode ini memungkinkan peneliti memahami tidak hanya “apa” yang terkandung dalam suatu material, tetapi juga “bagaimana” kondisi kimianya, sebuah informasi krusial dalam pengembangan teknologi modern.
Di negara maju seperti Amerika Serikat dan Jerman, penggunaan XPS telah menjadi standar dalam riset material. Laboratorium di universitas dan industri memanfaatkan teknologi ini untuk mengembangkan baterai kendaraan listrik, semikonduktor generasi baru, hingga material ramah lingkungan.
Menurut berbagai publikasi ilmiah internasional, XPS termasuk dalam instrumen utama dalam riset nanoteknologi global karena akurasinya dalam membaca kondisi permukaan material.
Di Indonesia, akses terhadap teknologi ini masih sangat terbatas. Hingga saat ini, hanya segelintir institusi yang memiliki fasilitas XPS, termasuk Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional.
Melalui Fakultas Teknik, UI menghadirkan instrumen XPS sebagai bagian dari penguatan kapasitas riset material.
Alat ini diperoleh melalui hibah program Pusat Unggulan Antar Perguruan Tinggi dengan dukungan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Nantinya, XPS akan dioperasikan di Analytical Laboratory yang berada dalam naungan Energy Transition Laboratory.
Melansir dari Antara, Dekan Fakultas Teknik UI, Kemas Ridwan Kurniawan, menjelaskan bahwa kehadiran XPS menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas riset.
Ia menekankan bahwa fasilitas ini tidak hanya memperdalam penelitian di bidang material dan energi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dengan industri dan akademisi, baik di dalam maupun luar negeri.
Load more