Kuliah Umum di IPB, Anthony Leong Dorong Semangat Soemitronomics sebagai Fondasi Ekonomi Indonesia
- Antara
tvOnenews.com - Calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) 2026–2029, Anthony Leong, kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekonomi nasional berbasis penguatan desa, hilirisasi, dan inovasi generasi muda melalui gagasan “Soemitronomics” yang terus ia gaungkan dalam berbagai forum nasional. Komitmen tersebut disampaikan saat menjadi pembicara utama dalam Kuliah Umum di Institut Pertanian Bogor (IPB), Kamis, 21 Mei 2026.
Kegiatan yang digelar di Auditorium Andi Hakim Nasution (AHN) Dramaga, Bogor itu dihadiri civitas akademika IPB, jajaran BPD dan BPC HIPMI se-Jawa Barat, serta HIPMI Perguruan Tinggi se-Jawa Barat. Dalam forum tersebut, Anthony membawakan tema “Peran Generasi Muda Membangun Ekosistem Desa Berbasis Inovasi dan Hilirisasi sebagai Mesin Pertumbuhan Baru”.
Anthony menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan paradigma pembangunan ekonomi baru yang tidak hanya bertumpu pada kota besar, tetapi juga menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, konsep itu sejalan dengan pemikiran ekonom nasional Prof. Soemitro Djojohadikusumo yang menekankan pentingnya industrialisasi nasional, penguatan sektor produktif, dan keberpihakan terhadap ekonomi rakyat.
“Gagasan Soemitronomics harus dibumikan kembali dalam konteks kekinian. Daerah tidak boleh hanya menjadi objek pembangunan, tetapi harus menjadi pusat inovasi, hilirisasi, dan penciptaan pengusaha muda baru,” ujar Anthony di hadapan ratusan peserta kuliah umum.
Ia menjelaskan bahwa kekuatan ekonomi Indonesia di masa depan akan sangat ditentukan oleh kemampuan generasi muda mengelola potensi daerah melalui teknologi, digitalisasi, dan industrialisasi berbasis sumber daya lokal. Karena itu, HIPMI dinilai harus menjadi motor penggerak lahirnya ekosistem kewirausahaan yang mampu menghubungkan kampus, industri, pemerintah, dan masyarakat desa.
Anthony juga menyoroti pentingnya hilirisasi sektor pertanian dan pangan sebagai strategi menciptakan nilai tambah ekonomi. Menurutnya, selama ini banyak daerah hanya menjadi pemasok bahan mentah tanpa mendapatkan manfaat ekonomi maksimal.
“Anak muda harus masuk ke sektor riil, masuk ke pertanian modern, industri pangan, ekonomi digital desa, dan membangun rantai nilai yang kuat. Kalau desa naik kelas, ekonomi nasional akan jauh lebih kokoh,” katanya.
Dalam paparannya, Anthony turut mendorong kolaborasi antara HIPMI dan perguruan tinggi untuk mencetak pengusaha muda berbasis riset dan inovasi. Ia menilai kampus memiliki peran strategis dalam melahirkan teknologi serta model bisnis baru yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Forum kuliah umum tersebut berlangsung interaktif. Sejumlah mahasiswa dan kader HIPMI PT menyampaikan antusiasme terhadap gagasan ekonomi yang dibawa Anthony, terutama terkait pembangunan daerah berbasis kewirausahaan dan digitalisasi.
Belakangan, Anthony memang aktif melakukan safari gagasan ke berbagai daerah dan kampus menjelang Munas XVIII HIPMI. Ia dinilai konsisten mengangkat isu penguatan pengusaha daerah, ekonomi digital, serta hilirisasi nasional sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.(chm)
Load more