Soal Pola Pikir Mistis Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih, KDM Inisiasi Kajian Ilmiah
- ANTARA
tvOnenews.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) secara resmi menginisiasi penyusunan naskah kajian akademik yang komprehensif terhadap dua artefak legendaris, yakni Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih Sang Hyang Pake.
Langkah taktis ini diambil sebagai upaya nyata untuk menggeser paradigma atau cara pandang masyarakat dari pola pikir mistis menuju pemahaman sejarah yang berbasis ilmiah.
KDM menegaskan bahwa langkah dekonstruksi mitos ini sangat krusial untuk dilakukan.
- Pemprov Jabar
Mengingat, Kota Bogor memiliki posisi sebagai pusat historis dari peradaban besar Kerajaan Pakuan Pajajaran, sebuah fakta yang dibuktikan secara autentik melalui keberadaan fisik Prasasti Batutulis.
Nantinya, hasil riset ilmiah mendalam tersebut tidak sekadar dibukukan atau menjadi arsip semata. Pemprov Jabar mewajibkan hasil kajian ini ditransformasikan menjadi cetak biru (blueprint) haluan kebijakan publik bagi jalannya pemerintahan daerah.
"Jadi Batutulis nanti harus ada buku akademiknya, memberikan kajian secara komprehensif, dimulai dari tanggal pembuatan, bahan pembuatan, siapa yang membuat, apa arti tulisannya dan nanti kemudian Mahkota Binokasih Sanghyang Pake juga sama," ujar Dedi Mulyadi dalam keterangannya di Bandung, Minggu (31/5/2026).
Pria yang akrab disapa KDM tersebut menjelaskan, naskah akademik itu akan diproyeksikan sebagai landasan yuridis serta sosiologis dalam merumuskan kebijakan tata ruang, tata bangunan, hingga tata kelola sektor fundamental seperti pendidikan dan kesehatan di Jawa Barat.
Tujuannya, demi menciptakan kesinambungan mutlak antara linimasa masa lalu yang agung dan masa depan yang modern.
Komitmen ini sebelumnya juga telah dipaparkan KDM dalam Diskusi Kecagarbudayaan yang digelar di Museum Pajajaran Bogor, Kamis (14/5/2026) lalu.
Agenda tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pakar dan akademisi, salah satunya Ahli Epigrafi, Titi Surti Nastiti.
Dalam paparannya, Titi menyajikan data kesejarahan otentik bahwa Prasasti Batutulis diukir atas perintah langsung dari Raja Surawisesa.
- ANTARA
Monumen batu tersebut berfungsi sebagai media untuk memperingati pencapaian luar biasa dari pendahulunya, yakni Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi (1482-1521), yang dinilai berjasa besar dalam menata wilayah metropolitan Pakuan Pajajaran sebagai ibu kota Kerajaan Sunda.
Meskipun sisa-sisa kemegahan fisik Kerajaan Sunda banyak yang menyusut dan runtuh akibat derasnya pengaruh ekspansi kerajaan Islam di Pulau Jawa pada abad-abad berikutnya, ornamen kemegahan tersebut nyatanya masih terepresentasi secara utuh pada Mahkota Binokasih yang kini tersimpan rapi di Keraton Sumedang Larang.
Load more