Polda Jabar Curigai Korban Lain Taufik Hidayat yang Muncul di Media Sosial, Ada Berapa?
- istimewa
Jakarta, tvOnenews.com- Polda Jabar baru-baru ini menyampaikan pesan soal kasus penyekapan dilakukan terduga Taufik Hidayat, membuka peluang ada korban lainnya, karena muncul di media sosial.
Dalam keterangannya, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Polisi Hendra Rochmawan menyebut adanya akun-akun yang mengaku sebagai korban dari Taufik Hidayat.
Lantas, ada berapa korban dari terduga pelaku Taufik Hidayat?
Sejauh ini Polda Jawa Barat belum bisa memastikan berapa jumlahnya. Namun pihaknya masih menduga dan menelusuri akun-akun tersebut.
- Istimewa
Sehingga dia membuka ruang kepada siapapun yang menjadi korban dari TH (30) tersebut, diduga terjerat dalam kasus penyekapan di Bandung.
"Memang secara fakta, sampai saat ini belum ada laporan yang masuk kepada kami," ujarnya.
"Kami menerima unggahan di media sosial dari pihak yang mengaku sebagai korban. Kami membuka ruang bagi siapa pun yang merasa menjadi korban untuk melapor," kata Hendra, dalam antara, Kamis (25/6).
Sehingga ia memberikan penjelasan penting untuk seluruh masyarakat Indonesia. Hal ini menjadi langkah utama dengan menelepon ke nomor darurat ini.
Bagi yang memiliki informasi atau merasa menjadi korban dapat melapor melalui Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang Polda Jabar atau layanan darurat 110.
- dok.kolase tvOnenews.com / antara/Instagram atalia praratya
Motif Taufik Hidayat Lakukan Penyekapan dan Penganiayaan
Sejauh ini, Polda Jabar masih mendalami kasus penyekapan dan penganiayaan di Bandung yang memakan korban seorang wanita bernama YTR (29).
"Penyidik masih melengkapi alat bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap secara menyeluruh rangkaian tindak pidana yang diduga dilakukan tersangka," katanya.
Sehubungan dengan kondisi YTR, pihak RSHS menyebut penanganan terhadap korban tidak dapat dilakukan dalam satu kali tindakan medis. Diketahui, adanya kondisi memerlukan perbaikan secara bertahap.
RSHS disampaikan Kepala Dinkes Jawa Barat (Jabar) Raden Vini Adiani Dewi mengatakan runah sakit membentuk tim khusus.
Tim ini terdiri atas sejumlah dokter spesialis yang akan menangani berbagai kondisi medis yang dialami korban.
"Sudah dibentuk tim khusus oleh Rumah Sakit Hasan Sadikin. Ada spesialis bedah, bedah plastik, mata, satu tim pokoknya sudah dibentuk," jelas Vini.
Vini menjelaskan korban akan menjalani serangkaian operasi sesuai kebutuhan medis. Dengan mempertimbangkan kondisi fisik dan proses pemulihan setelah tindakan dilakukan.
"Nanti ada operasi bertahap, jadi satu operasi istirahat dulu karena ada beberapa kondisi yang harus diperbaiki. Jadi perawatannya membutuhkan waktu yang cukup lama karena kan operasi pertama pulang dulu," ujarnya.
"Alhamdulillah, sekarang kondisinya membaik. Kalau kami dari Pemprov Jabar diinstruksikan oleh Pak Gubernur untuk memberikan bantuan dalam proses pengobatan. Jadi Insya Allah dalam pemantauan Pemprov Jabar," pesan Kepala Dinkes Jabar itu.(klw)
Load more