Dapur SPPG Dekat Kandang Babi di Sragen Dibongkar, Mitra Tegaskan Tidak Merugi
- Tim tvOne - Mahfira Putri
Sragen, tvOnenews.com - Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) Banaran, Sambungmacan, Sragen, Jawa Tengah legawa dengan hasil mediasi.
Dapur SPPG yang telah rampung 100 persen itu terpaksa dibongkar karena batal dijadikan dapur MBG. Pihaknya diberi waktu 45 hari untuk mencari lahan baru namun masih di kecamatan yang sama.
Pengelola SPPG Banaran, Aan Yuliatmoko menyampaikan hasil mediasi yang dilakukan kemarin baik. Pihaknya bersyukur masih diberi fasilitas untuk mencari tempat baru.
Aan mengakui mencari titik dapur SPPG tidaklah mudah bahkan bisa dibilang susah. Meski harus membongkar bangunan yang sudah jadi, Aan mengklaim tidak mengalami kerugian demi mendukung program nasional.
Dia mengakui adanya celah dalam sistem verifikasi yang selama ini mengandalkan sistem online.
"Saat kita memasukkan titik di portal web BGN, semuanya pakai sistem online. Di tampilan web itu memang tidak terlihat ada kandang babi. Saya pribadi pun awalnya tidak tahu kalau di situ ada kandang," ujar Aan.
Dirinya juga tidak menampik ada unsur kenekatan dalam proses pembangunan tersebut.
"Setelah berjalan, mungkin kesalahan kami memang agak nekat. Tapi dari polemik ini, kami semua introspeksi. Alhamdulillah, BGN memberikan solusi yang sangat baik bagi kami,"tambahnya.
Kepada pemilik kandang babi, Angga Wiyana, Aan mengaku sudah saling berjabat tangan dan menganggap permasalahan ini selesai.
"Terima kasih kepada BGN karena program presiden memang benar-benar nyata dan kita enggak main-main. kalaupun kita salah tetap kita akan benar-benar perbaiki. Dan kita memang perlu mengikuti aturan yang berlaku," kata dia.
Mengenai nasib bangunan lama yang sudah terlanjur jadi, Aan mengaku pasrah pada konsekuensi. Dia mengatakan bisa dialihkan untuk usaha lain.
"Otomatis tetap kita bongkar atau mungkin bisa dipakai untuk usaha lain. Kalau ditanya rugi, secara hitungan insya Allah tidak. Ini program negara, tetap harus kita dukung," tegasnya. (uti/buz)
Â
Load more