Contoh Harmoni Industri dan Kelestarian Lingkungan, Model Baru Restorasi Laut dan Pemberdayaan Pesisir di Batang
- Antara
tvOnenews.com - Pembangunan kawasan industri kerap dihadapkan pada tantangan besar, yakni bagaimana menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Di wilayah pesisir, tantangan tersebut menjadi semakin kompleks karena aktivitas industri beririsan langsung dengan ekosistem laut yang rentan terhadap tekanan pembangunan.
Di tengah meningkatnya kebutuhan investasi dan ekspansi kawasan industri nasional, pendekatan pembangunan berkelanjutan kini menjadi fokus utama.
Bukan hanya menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi, pembangunan juga dituntut mampu menjaga kualitas lingkungan, melindungi sumber daya pesisir, serta memastikan masyarakat sekitar ikut merasakan manfaatnya.
Konsep inilah yang mulai diterapkan di kawasan Batang, Jawa Tengah. Melalui penataan ruang laut yang lebih tertib, program restorasi ekosistem pesisir, serta penguatan kapasitas masyarakat, pemerintah bersama BUMN berupaya menghadirkan model pembangunan yang memadukan kepentingan industri dan keberlanjutan lingkungan dalam satu ekosistem yang saling mendukung.
Melansir dari Antara, upaya tersebut diwujudkan melalui kerja sama antara PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), yang merupakan anggota Holding BUMN Danareksa, dengan Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Kedua pihak menandatangani Perjanjian Kerja Sama mengenai penataan pesisir dan pemanfaatan ruang perairan kawasan Batang pada Jumat (5/6). Kesepakatan ini diharapkan mampu menciptakan sinergi antara pengembangan kawasan industri dengan upaya perlindungan ekosistem laut dan pesisir.
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Jenderal Penataan Ruang Laut KKP, Kartika Listriana, dan Pelaksana Tugas Direktur Utama KITB, Indri Septa Respati. Acara tersebut turut disaksikan oleh Direktur Utama Holding BUMN Danareksa, Ngurah Wirawan.
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang lebih luas antara KKP dan PT Danareksa (Persero) yang telah ditandatangani pada Juli 2025.
Ngurah Wirawan menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut menjadi langkah konkret untuk menerjemahkan kesepakatan di tingkat kebijakan menjadi program yang dapat dijalankan langsung di lapangan.
"Kawasan industri yang baik justru harus ikut menjaga garis pantainya, ekosistem lautnya, dan masyarakat pesisir di sekitarnya. Peran kami sebagai Holding adalah menjadi orkestrator yang mempertemukan keahlian dan sumber daya, agar setiap pihak dapat memainkan perannya," ujar Ngurah.
Load more