Strategi Atasi Kelangkaan Jelang Nataru 2024, Pacitan Usulkan Penambahan Kuota BBM
- tim tvone - agus wibowo
Pacitan, tvOnenews.com - Menyambut Natal dan Tahun Baru 2024, Pemerintah Kabupaten Pacitan melakukan langkah proaktif di berbagai sektor. Salah satu upaya itu adalah mengajukan permohonan usulan penambahan biosolar 14.872 kiloliter (kll) dari kuota sebelumnya sebesar 13.520 kl.
Hal tersebut sebagai langkah strategis guna mengamankan pasokan Bahan Bakar Minyak BBM jelang Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 nanti.
Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayu Aji mengatakan, untuk mencukupi kebutuhan BBM (Bio Solar) di Pacitan menjelang Nataru, dimana kunjungan wisatawan akan meningkat, serta program layanan umum, pertanian dan perikanan juga mengalami peningkatan kegiatan, sehingga kebutuhan BBM (Bio Solar) akan bertambah. Untuk itu kuota BBM di Pacitan perlu dinaikkan.
“Ini yang kemudian menjadi sebuah bentuk mengantisipasi kondisi yang belakangan ini masih kerap terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Pacitan,” katanya.
Selama ini memang antrean terjadi di beberapa SPBU, namun bukan karena ada kelangkaan BBM jenis solar, hanya karena banyak permintaan sedangkan ketersediaan BBM belum mencukupi.
“Usulan penambahan kuota BBM solar telah disampaikan ke Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH) Migas,” lanjut mas Aji, sapaan akrab Bupati Pacitan.
Section Head Communication & Relation Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Taufiq Kurniawan menerangkan realisasi solar tahun 2023 Pacitan hingga 19 November mencapai 12.344 kilo liter. Konsumsi meningkat pada akhir tahun dikarenakan baik pemerintah maupun swasta sama-sama kejar target merampungkan proyek / bisnis yang dicanangkan pada akhir tahun.
Kuota ditetapkan per SPBU oleh pemerintah pusat sehingga kondisi SPBU berbeda-beda kuotanya.
“Ada yang tinggal sedikit ada yang masih banyak. Namun semua SPBU berusaha menjaga agar kuotanya masih ada sampai dengan periode terakhir penugasan di tanggal 31 Desember 2023,” terangnya.
Mulai bulan Juni 2023, Pertamina telah melaksanakan program subsidi tepat di Pacitan dengan pengisian menggunakan QR Code per hari per kendaraan sesuai kuota hariannya. Harapannya jika dilaksanakan secara full dari awal tahun proyeksi kuota akan lebih maksimal karena konsumsi akan lebih terpetakan dengan baik.
Taufiq meminta masyarakat tidak ikut-ikutan panic buying melihat antrian di SPBU, karena semua tetap akan terlayani swsuai dengan kuota harian per kendaraan berdasarkan jenis kendaraannya.
“Kami juga meminta kendaraan yang tidak berhak menikmati subsidi tidak perlu antri karena stok produk non subsidi melimpah seperti Pertamina Dex dan Dexlite. Untuk masyarakat yang ingin menghindari antrian bisa mengisi kedua jenis produk tersebut,” pungkasnya.
Sesuai data yang disampaikan ke pihak Pertamina Patra Niaga, Pemkab Pacitan memastikan penambahan kuota BBM 14.196 kl itu akan cukup hingga akhir tahun 2023.
Sementara untuk memenuhi kebutuhan ketersediaan BBM di Tahun 2024 pernohonan penambahan kuota sebesar 14.872 Kl. (asw/hen)
Load more