GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kolaborasikan Desain dan Rekayasa, Seorang Profesor Ciptakan Sepeda Multiguna

Profesor Dr Ir Bambang Iskandriawan M.Eng ciptakan deretan inovasi sepeda multiguna untuk memudahkan mobilitas dan meningkatkan produktivitas manusia. 
Minggu, 7 Januari 2024 - 14:16 WIB
Seorang Profesor Ciptakan Sepeda Multiguna
Sumber :
  • sandi irwanto

Surabaya, tvOnenews.com - Kolaborasi rekayasa dan desain menjadi kunci utama dalam pengembangan produk guna menunjang kualitas hidup manusia. Ide inilah yang memantik Profesor ke-192 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof Dr Ir Bambang Iskandriawan M.Eng ciptakan deretan inovasi sepeda multiguna untuk memudahkan mobilitas dan meningkatkan produktivitas manusia. 

Guru besar pertama dari Desain Produk Industri (Despro) ITS ini menyampaikan, sepeda merupakan alat mobilisasi yang ramah bagi berbagai kalangan. Tak hanya sebagai alat transportasi, sepeda juga menjadi sarana olahraga, rekreasi, hingga penunjang kesehatan. Menurut Bambang, inovasi fitur sepeda diperlukan untuk mengoptimalkan seluruh fungsi yang dimiliki.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sebagai tambahan nilai guna dan nilai jual juga,” ujar lelaki yang juga menjadi profesor pertama dari Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital (FDKBD) ITS ini.

Dalam penjelasannya, Kepala Pusat Unggulan Iptek (PUI) Desain Kreatif ITS ini mengatakan, salah satu sepeda yang dikreasikannya adalah Trandem Bike (TB). Yakni merupakan sepeda tandem yang dapat bertransformasi menjadi sepeda tunggal dan sebaliknya.Menurut Bambang, sepeda ini dapat menyelesaikan permasalahan sepeda tandem yang biasanya jarang digunakan karena harus dikayuh oleh dua orang.

“Kalau TB ini bisa dilepas rangka tengahnya dan menjadi sepeda tunggal,” jelasnya.

Selanjutnya, untuk memudahkan penyimpanan sepeda tandem pada kondisi ruang terbatas, dosen kelahiran 1960 ini melanjutkan inovasi TB dengan menciptakan Sliding Tandem Bike (STB).

Bambang memaparkan, STB memiliki keterbaruan dari segi efisiensi kerangka. Sepeda jenis ini dirancang dengan fitur kerangka yang dapat dipanjangpendekkan tanpa melepas frame sepeda.

“Dengan fitur ini, sepeda dapat ditaruh di ruang sempit, bahkan di dinding ruangan sekalipun,” tuturnya.

Dari segi lingkungan, mantan Kepala Laboratorium Human Centered Design Departemen Despro ITS ini juga telah berhasil menciptakan inovasi sepeda yang dapat membersihkan udara kotor bertajuk Air Purifier Bike (APB). APB ini dilengkapi dengan sistem filter yang dapat menyaring udara selama sepeda digunakan.

“Udara yang disaring nantinya dikeluarkan kembali menjadi udara bersih lewat tepi luar keliling roda belakang dan depan sepeda,” tambah Bambang.

Beralih ke sisi multiguna selanjutnya, lelaki asal Surabaya ini telah menciptakan inovasi sepeda lipat portable yang dapat bertransformasi menjadi sebuah kursi. Sepeda bernama Commuter Bike (Cobi) ini telah melewati analisis struktur dan simulasi numerik yang kompleks hingga menghasilkan kerangka yang lebih ringan dan desain yang lebih praktis. Menurut Bambang, sepeda ini cocok untuk digunakan bepergian oleh anak muda hingga orang lanjut usia (lansia).

Sementara itu, terkait inovasi terbaru yang digagasnya, lulusan sarjana Teknik Mesin ITS ini telah mengembangkan jenis sepeda kelompok dengan nama Community Bike ITS (Combits). Combits merupakan sepeda yang bisa digunakan oleh enam orang sekaligus. Bambang menjelaskan, sepeda ini juga dirancang dengan penambahan atap yang dapat melindungi penggunanya dari paparan matahari langsung. “Agar interaksi saat bersepeda tetap nyaman” tambahnya.

Dalam penjelasannya, Bambang mengungkapkan bahwa berbagai ide dan proses dalam pembuatan inovasi ini melibatkan keilmuan multidisiplin. Mulai dari proses manufaktur, analisa tren, ergonomi, simulasi, hingga uji produk dan publikasi melibatkan banyak pihak. Tak hanya civitas akademika, dalam inovasinya lulusan magister dari Wollongong University, Australia ini bahkan melibatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mendukung perekonomian warga lokal. 

Ke depannya, Bambang menyampaikan, pengembangan inovasi yang telah berjalan selama 20 tahun ini akan terus digiatkan. Keberlanjutan inovasi akan digencarkan melalui penambahan fitur, perluasan fungsi, hingga penggalian potensi bisnis melalui perintisan start up.

“Kita sudah mulai rintis untuk perusahaan ini dan masih terus dikembangkan hingga kini,” ungkapnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terakhir, lulusan Program Doktor ITS ini juga meyakini bahwa keberlanjutan inovasi tersebut akan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi berbagai sektor termasuk sosial, pendidikan, hingga seni terapan. Bambang berharap melalui inovasi ini, rekayasa dan desain dapat terus berjalan selaras untuk menciptakan kebermanfaatan bagi bangsa.

“Sudah saatnya, kolaborasi keilmuan ini menciptakan produk optimal bukan malah dipisahkan sendiri-sendiri,” tegasnya. (msi/far)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Di Luar Dugaan Usai Kalah Tipis dari Bulgaria, John Herdman Blak-blakan soal Performa Menakjubkan Timnas Indonesia

Di Luar Dugaan Usai Kalah Tipis dari Bulgaria, John Herdman Blak-blakan soal Performa Menakjubkan Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkapkan kekecewaannya usai kekalahan tipis 0-1 dari Bulgaria dalam laga FIFA Series 2026. Dia bilang timnas Indonesia
Media Vietnam Tak Habis Pikir Kesalahan Fatal saat Timnas Indonesia Takluk dari Bulgaria

Media Vietnam Tak Habis Pikir Kesalahan Fatal saat Timnas Indonesia Takluk dari Bulgaria

Media Vietnam soroti kekalahan Timnas Indonesia 0-1 dari Bulgaria di final FIFA Series 2026, beberkan kesalahan penalti menjadi faktor fatal bagi skuad Garuda.
VAR Buat Timnas Indonesia Kebobolan Lawan Bulgaria, Ini Penyebab Skuad Garuda Dapat Hukuman Penalti di Final FIFA Series 2026

VAR Buat Timnas Indonesia Kebobolan Lawan Bulgaria, Ini Penyebab Skuad Garuda Dapat Hukuman Penalti di Final FIFA Series 2026

Timnas Indonesia harus mengubur mimpi meraih gelar FIFA Series 2026 setelah kalah tipis dari Bulgaria. Kekalahan itu ditentukan lewat penalti kontroversial.
Reaksi Francis Ngannou Usai Israel Adesanya Tersungkur di UFC Seattle: Olahraga Ini Tak Selalu Adil

Reaksi Francis Ngannou Usai Israel Adesanya Tersungkur di UFC Seattle: Olahraga Ini Tak Selalu Adil

Mantan juara kelas berat UFC, Francis Ngannou, mengaku patah hati menyaksikan sahabatnya, Israel Adesanya, kalah TKO dari Joe Pyfer dalam UFC Fight Night 271.
Anak Aniaya ibu Kandung Jalani Observasi di RS Jiwa, Ini Penjelasan Kapolres Sambas dan Wadir RSJ

Anak Aniaya ibu Kandung Jalani Observasi di RS Jiwa, Ini Penjelasan Kapolres Sambas dan Wadir RSJ

Polres Sambas menggelar konferensi pers perkembangan kasus penganiayaan terhadap seorang ibu yang dilakukan oleh anak kandungnya sendiri.
Pengangkatan Hendarsam Marantoko sebagai Dirjen Imigrasi Momentum Tepat untuk Pembenahan

Pengangkatan Hendarsam Marantoko sebagai Dirjen Imigrasi Momentum Tepat untuk Pembenahan

Momentum pengangkatan Hendarsam Marantoko sebagai Direktur Jenderal Imigrasi dinilai sebagai langkah penting dalam upaya pembenahan sektor keimigrasian nasional.

Trending

Kalah karena Penalti, John Herdman Bilang Begini soal Permainan Timnas Indonesia vs Bulgaria

Kalah karena Penalti, John Herdman Bilang Begini soal Permainan Timnas Indonesia vs Bulgaria

Kekalahan perdana yang dialami John Herdman bersama Timnas Indonesia tidak serta-merta membuatnya pesimistis. Meski takluk 0-1 dari Timnas Bulgaria di Stadion -
Pengangkatan Hendarsam Marantoko sebagai Dirjen Imigrasi Momentum Tepat untuk Pembenahan

Pengangkatan Hendarsam Marantoko sebagai Dirjen Imigrasi Momentum Tepat untuk Pembenahan

Momentum pengangkatan Hendarsam Marantoko sebagai Direktur Jenderal Imigrasi dinilai sebagai langkah penting dalam upaya pembenahan sektor keimigrasian nasional.
Ihwal Pencalonan Ketua Umum KONI Papua Barat, Gubernur: Tidak Ada Titipan

Ihwal Pencalonan Ketua Umum KONI Papua Barat, Gubernur: Tidak Ada Titipan

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan jelaskan, tidak ada titipan atau intervensi dari pihak manapun dalam bursa pencalonan Ketua Umum KONI Papua Barat
Di Luar Dugaan Usai Kalah Tipis dari Bulgaria, John Herdman Blak-blakan soal Performa Menakjubkan Timnas Indonesia

Di Luar Dugaan Usai Kalah Tipis dari Bulgaria, John Herdman Blak-blakan soal Performa Menakjubkan Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkapkan kekecewaannya usai kekalahan tipis 0-1 dari Bulgaria dalam laga FIFA Series 2026. Dia bilang timnas Indonesia
VAR Buat Timnas Indonesia Kebobolan Lawan Bulgaria, Ini Penyebab Skuad Garuda Dapat Hukuman Penalti di Final FIFA Series 2026

VAR Buat Timnas Indonesia Kebobolan Lawan Bulgaria, Ini Penyebab Skuad Garuda Dapat Hukuman Penalti di Final FIFA Series 2026

Timnas Indonesia harus mengubur mimpi meraih gelar FIFA Series 2026 setelah kalah tipis dari Bulgaria. Kekalahan itu ditentukan lewat penalti kontroversial.
Reaksi Francis Ngannou Usai Israel Adesanya Tersungkur di UFC Seattle: Olahraga Ini Tak Selalu Adil

Reaksi Francis Ngannou Usai Israel Adesanya Tersungkur di UFC Seattle: Olahraga Ini Tak Selalu Adil

Mantan juara kelas berat UFC, Francis Ngannou, mengaku patah hati menyaksikan sahabatnya, Israel Adesanya, kalah TKO dari Joe Pyfer dalam UFC Fight Night 271.
Media Vietnam Tak Habis Pikir Kesalahan Fatal saat Timnas Indonesia Takluk dari Bulgaria

Media Vietnam Tak Habis Pikir Kesalahan Fatal saat Timnas Indonesia Takluk dari Bulgaria

Media Vietnam soroti kekalahan Timnas Indonesia 0-1 dari Bulgaria di final FIFA Series 2026, beberkan kesalahan penalti menjadi faktor fatal bagi skuad Garuda.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT