News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Uniknya Tradisi Petik Laut Nelayan Campurejo Gresik Agar Terhindar dari Musibah dan Bencana

Ratusan warga nelayan pesisir Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, menggelar tradisi unik sebagai wujud syukur telah terhindar dari musibah dan bencana selama bekerja mencari ikan di tengah lautan
Kamis, 31 Oktober 2024 - 09:22 WIB
Nelayan pesisir Campurejo
Sumber :
  • tvOne - m habib

Gresik, tvOnenews.com - Ratusan warga nelayan pesisir Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, menggelar tradisi unik sebagai wujud syukur telah terhindar dari musibah dan bencana selama bekerja mencari ikan di tengah lautan.

Para nelayan menggelar sedekah laut dengan menggunakan perahu besar yang membawa aneka makanan dan masakan hasil tangkapan ketengah lautan lepas, untuk mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti diketahui, sedekah laut atau yang diistilahkan dibeberapa daerah sebagai 'Petik Laut' menjadi tradisi yang tetap terjaga sebagai warisan leluhur ribuan nelayan di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik.

Hal itu cukup membanggakan, karena di tengah arus modernisasi yang mengancam eksistensi sebuah tradisi kuno, namun di Desa yang berada di pesisir laut, berbatasan dengan Kabupaten Lamongan tersebut, masih mempertahankan warisan kearifan lokal.

Kepala Desa Campurejo, Amudi, menyampaikan, tradisi petik laut sudah turun temurun dilaksanakan di desanya. Hal itu sebagai bentuk rasa syukur atas hasil rejeki laut yang diberikan kepada nelayan yang dinikmatinya setiap hari, berupa ikan maupun yang lain.

"Ini kegiatan rutin yang terus kita pertahankan, supaya tidak melupakan nikmat yang diberikan. Selain itu juga tujuannya melestarikan budaya. Kebiasaan nenek moyang yang dulu ya seperti itu. Mungkin dalam keyakinannya orang terdahulu (nenek moyang red-), kalau kita banyak bersyukur kepada Allah maka nikmatnya akan ditambah," ujarnya, Kamis (31/10).

Ia juga menerangkan, acara petik laut tersebut merupakan event besar yang menyedot animo ribuan masyarakat. Sehingga bisa menjadi sarana untuk mempererat kerukunan masyarakat nelayan, Perangkat Desa serta para tokoh setempat. 

"Event itu efeknya positif. Dapat menjalin ukhuwah, kebersamaan, persatuan nelayan. Karena nelayan kita ada dari beberapa sektor. Ada sektor jaring ada sektor kursin, ada nelayan tradisional. Jadi ketika ada event seperti itu mereka jadi satu menyatu, kompak untuk menyelenggarakannya," jelasnya.

Kegiatan sedekah laut diawali dengan tumpengan tasyakuran atau bahasa jawanya, "Selametan" yang diisi dengan Istighotsah, Yasinan, Tahlilan, serta doa meminta keselamatan dan rejeki melimpah serta doa untuk tokoh masyarakat Desa yang telah wafat. 

Setelah itu, dilanjutkan dengan kegiatan lomba perahu hias dimana perahu-perahu yang dilombakan di hiasi dengan berbagai model yang menarik, setalah itu diparadekan ke tengah laut.

Lalu pada malam harinya diadakan sholawatan bersama atau kegiatan hiburan yang lain. 

"Tahun lalu, kita undang Habib Syech bersholawatan disini. Itu perkiraan 10.000 ribu jamaah yang hadir kesini," urainya. 

"Karena masyarakat kita mayoritas Islam jadi kegiatan itu isinya perpaduan antara nilai tradisi budaya dan religi.Namun juga ada hiburan lain, seperti elekton," lanjutnya.

Dia juga menerangkan, kegiatan petik laut di desa Campurejo setiap tahun semakin meriah, seiring waktu dan bertambahnya jumlah nelayan. Untuk itu, Ia bertekad ingin membesarkan event tersebut sehingga bisa menjadi icon tahunan yang menarik perhatian umum. 

"Masyarakat sangat-sangat antusias. Biasanya ribuan yang hadir. Kalau ada event event seperti itu antusiasme masyarakat sangat luar biasa," jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ini, Kades memperkirakan, ada sekitar 600 hingga 700 pemilik perahu, dengan jumlah ribuan warganya yang bekerja di sektor nelayan. Itu merupakan sektor pekerjaan mayoritas dari warganya.

"Harapannya nelayan kami mendapatkan hasil laut yang melimpah. Bahasa nelayannya itu Along dan mereka diberi keselamatan dalam bekerja," pungkasnya.(mhb/gol)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bung Ropan Sebut Gelandang Dewa United Rp5,6 Miliar Ini Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026

Bung Ropan Sebut Gelandang Dewa United Rp5,6 Miliar Ini Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026

Salah satu pengamat sepak bola Indonesia, Bung Ropan, menyebutkan bahwa gelandang serang milik Dewa United, Ricky Kambuaya, bisa dipanggil ke Timnas Indonesia.
Komitmen Kesetaraan dalam Industri Pertambangan, Keterlibatan Pekerja Perempuan PT Vale Indonesia Capai 12,37 Persen

Komitmen Kesetaraan dalam Industri Pertambangan, Keterlibatan Pekerja Perempuan PT Vale Indonesia Capai 12,37 Persen

PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) terus berkomitmen untuk menghadirkan industri pertambangan sebagai dunia yang tidak tertutup bagi perempuan.
Gibran Rakabuming Raka Sebut Jusuf Kalla Mentor, Analis UI: Langkah Dewasa yang Jarang Terjadi

Gibran Rakabuming Raka Sebut Jusuf Kalla Mentor, Analis UI: Langkah Dewasa yang Jarang Terjadi

Menurutnya, respons Gibran bukan sekadar spontanitas, melainkan bagian dari strategi komunikasi untuk meredam eskalasi konflik yang berpotensi melebar.
Purbaya Ngaku Tak Tahu Sumber Gaji Manajer Kopdes Merah Putih: APBN Cuma Bayar Cicilan Rp40 Triliun

Purbaya Ngaku Tak Tahu Sumber Gaji Manajer Kopdes Merah Putih: APBN Cuma Bayar Cicilan Rp40 Triliun

Purbaya menegaskan, APBN sejauh ini hanya menanggung pembayaran cicilan program tersebut, yang disebut mencapai Rp40 triliun per tahun.
Gelar Bakti Sosial, Majelis Muballighin Indonesia Imbau Warga Jaga dan Kawal Kepeminpinan Prabowo-Gibran

Gelar Bakti Sosial, Majelis Muballighin Indonesia Imbau Warga Jaga dan Kawal Kepeminpinan Prabowo-Gibran

Keprihatinan atas stabilitas dunia memicu kenaikan harga pangan. Merespons hal tersebut, Majelis Muballighin Indonesia memberikan dukungan sosial kepada 105 warga dengan kegiatan bakti sosial.
Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan, Buyback Jadi Berapa?

Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan, Buyback Jadi Berapa?

Level ini sama seperti perdagangan sebelumnya, menandakan belum ada pergerakan harga untuk sementara waktu.

Trending

Peringatan Tegas Dedi Mulyadi untuk ASN Pemprov Jabar dan Kota Bandung: Radius 1 KM dari Kantor Wajib Bersih

Peringatan Tegas Dedi Mulyadi untuk ASN Pemprov Jabar dan Kota Bandung: Radius 1 KM dari Kantor Wajib Bersih

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), gencar melakukan upaya besar untuk mengembalikan daya tarik dan kewibawaan Kota Bandung sebagai ibu kota provinsi. 
Mengenal Reno Munz, Bek Rp26 Miliar yang Bakal Jadi Saingan Jay Idzes hingga Rizky Ridho di Timnas Indonesia

Mengenal Reno Munz, Bek Rp26 Miliar yang Bakal Jadi Saingan Jay Idzes hingga Rizky Ridho di Timnas Indonesia

Lantas, seperti apa profil Reno Munz, pemain Bundesliga 2 yang siap dinaturalisasi untuk bermain bersama Timnas Indonesia? Simak penjelasannya di bawah ini.
Jadwal Grand Final Proliga 2026, Jumat 24 April: Megawati Hangestri Beraksi Hari Ini! JPE Tantang Gresik Phonska Plus

Jadwal Grand Final Proliga 2026, Jumat 24 April: Megawati Hangestri Beraksi Hari Ini! JPE Tantang Gresik Phonska Plus

Jadwal Grand Final Proliga 2026, Jumat 24 April, menyuguhkan laga perdana partai puncak dari sektor putra dan putri yang digelar di GOR Amongrogo, Yogyakarta.
Tak Ingin Bertele-tele, Pengacara Jusuf Kalla Skak Rismon soal Kasus Ijazah Jokowi: Simple, Sebut Saja Siapa Pendananya

Tak Ingin Bertele-tele, Pengacara Jusuf Kalla Skak Rismon soal Kasus Ijazah Jokowi: Simple, Sebut Saja Siapa Pendananya

Dalam kasus ijazah mantan Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Pengacara Mantan Wapres Jusuf Kalla (JK) Abdul Haji Talaohu tak ingin bertele-tele. Ia langsung
Media Korea Terlalu 'Ikut Campur', Sebut Kalau Megawati Hangestri Tak Lagi Dilirik Klub Korea Karena Hal ini

Media Korea Terlalu 'Ikut Campur', Sebut Kalau Megawati Hangestri Tak Lagi Dilirik Klub Korea Karena Hal ini

Megawati Hangestri yang sebelumnya digadang-gadang bakal kembali meramaikan liga voli Korea Selatan justru dikabarkan tak lagi menjadi prioritas klub-klub peserta
Meski Sebentar Lagi Eligible, Raja Assist Eks Kasta Teratas Eropa Belum Bisa Bela Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni karena Alasan Ini

Meski Sebentar Lagi Eligible, Raja Assist Eks Kasta Teratas Eropa Belum Bisa Bela Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni karena Alasan Ini

Raja assist eks kasta teratas Eropa ini belum bisa dinaturalisasi untuk FIFA Matchday Juni. Ada tembok regulasi FIFA yang menghalanginya membela Timnas Indonesia lebih cepat.
5 Fakta Menarik Taisei Marukawa yang Berpeluang Dinaturalisasi Timnas Indonesia

5 Fakta Menarik Taisei Marukawa yang Berpeluang Dinaturalisasi Timnas Indonesia

Taisei Marukawa berpeluang dinaturalisasi Timnas Indonesia. Simak fakta menarik winger Jepang ini, dari syarat residency hingga perannya di skuad John Herdman.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT