News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Santri Pondok Pesantren di Nganjuk Alami Pendarahan Otak, Diduga Akibat Bullying

Kejadian memilukan terjadi di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk. Seorang santri asal Kediri berinisial MKM (12) mengalami pendarahan otak setelah diduga menjadi korban bullying oleh sejumlah rekannya
Selasa, 10 Desember 2024 - 20:26 WIB
Ilustrasi stop bullying
Sumber :
  • Istimewa

Nganjuk, tvOnenews.com – Kejadian memilukan terjadi di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk. Seorang santri asal Kediri berinisial MKM (12) mengalami pendarahan otak setelah diduga menjadi korban bullying oleh sejumlah rekannya.

Menurut informasi yang dihimpun, peristiwa ini terjadi pada pertengahan November 2024. Korban yang masih berumur 12 tahun diduga mengalami kekerasan oleh santri lainnya di dalam asrama pondok.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Akibat kekerasan tersebut, MKM mengeluhkan sakit kepala hebat hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit, di mana dokter mendiagnosis adanya pendarahan pada otak.

Pihak keluarga korban mengaku terpukul dan mendesak pihak pondok pesantren untuk bertanggung jawab atas kejadian ini.

“Kami tidak menyangka anak kami yang kami titipkan untuk belajar agama justru mengalami hal seperti ini,” kata WYN, orang tua korban.

Tak terima dengan kejadian tersebut, orang tua MKM, yakni WYN, melaporkan kasus ini ke polisi di Kepolisian Sektor Prambon pada Senin (9/12).

Kapolsek Prambon, AKP Ridwan, membenarkan adanya laporan yang masuk terkait dugaan kekerasan yang dialami oleh salah satu santri asal Kediri.

“Iya, kemarin dilaporkan, dan yang lapor orang tua korban,” ujar Ridwan, Selasa (10/12).

Berdasarkan pengakuan orang tua korban, AKP Ridwan menyampaikan dugaan penganiayaan itu terjadi pada pertengahan bulan November 2024. Namun, korban selalu menutup-nutupi kasus tersebut.

“Anak ini pada saat ditanyai tidak ngaku, kena apa, jatuh atau apa, itu enggak ngaku. Makanya kita masih intensif untuk melakukan lidik dulu atas laporan yang kemarin,” ungkap Ridwan.

Sementara itu, korban saat ini tengah dirawat di salah satu rumah sakit di Kota Kediri dan telah menjalani operasi di rumah sakit tersebut.

Menurut Ridwan, pihaknya kini tengah berkoordinasi dengan rumah sakit untuk meminta salinan visum korban.

“Pihak rumah sakit sendiri juga agak kurang berkenan kemarin, waktu kita minta visum terkait dengan itu. Karena pada saat masuk rumah sakit itu ditanya, anaknya diam saja, enggak mau ngaku,” jelas Ridwan.

Terkait penyebab pendarahan otak yang dialami korban, Ridwan menyatakan pihaknya belum dapat memastikan.

“Untuk memastikan penyebab pendarahan otak, kita akan melakukan penyelidikan secara intensif,” ucap Ridwan.

“Jadi, penyebab pendarahan otak kita belum bisa pastikan, kita kan baru menerima laporannya. Kita masih lakukan lidik dulu,” jelasnya.

Ridwan juga menambahkan bahwa setelah proses penyelidikan selesai dan salinan visum didapatkan, kasus ini akan dilimpahkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Kepolisian Resor Nganjuk.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Iya, akan dilimpahkan ke PPA, karena korbannya masih 12 tahun. Paling-paling pelakunya pun juga sama-sama anak itu, teman sekamar atau bagaimana,” ujar Ridwan.

“Sebelum dilimpahkan, kita masih koordinasi dengan rumah sakit dulu, biar dalam lidik bisa memastikan. Baru nanti setelah itu kita limpahkan ke PPA,” pungkasnya. (kso/gol)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Komisi IV DPR RI Minta Dirjen PSDKP Jelaskan Secara Terbuka Soal Penyegelan 1.000-an Ton Udang di Jatim

Komisi IV DPR RI Minta Dirjen PSDKP Jelaskan Secara Terbuka Soal Penyegelan 1.000-an Ton Udang di Jatim

Penyegelan lebih dari 1.000 ton udang oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Dirjen PSDKP) di sejumlah wilayah Jawa Timur menuai sorotan.
Update Klasemen Medali Asian Games 2026, 26 September Malam: Tambah Satu Emas, Indonesia Melesat Lima Peringkat

Update Klasemen Medali Asian Games 2026, 26 September Malam: Tambah Satu Emas, Indonesia Melesat Lima Peringkat

Update klasemen medali Asian Games 2026 Sabtu 26 September malam setelah seluruh cabang olahraga hari ini menyelesaikan pertandingannya.
Bursa Transfer Liverpool: Masih Cari Winger Baru, The Reds Pantau Serius Kevin Schade dari Brentford

Bursa Transfer Liverpool: Masih Cari Winger Baru, The Reds Pantau Serius Kevin Schade dari Brentford

Liverpool mulai memantau winger Brentford, Kevin Schade. Pemain Timnas Jerman itu kini memasuki fase penting dalam kariernya di level klub.
Thomas Tuchel Beri Peringatan Keras, Cole Palmer dan Kobbie Mainoo Terancam Kehilangan Tempat di Timnas Inggris

Thomas Tuchel Beri Peringatan Keras, Cole Palmer dan Kobbie Mainoo Terancam Kehilangan Tempat di Timnas Inggris

Thomas Tuchel memperingatkan Cole Palmer dan Kobbie Mainoo soal ketatnya persaingan Timnas Inggris setelah keduanya kembali absen pada jeda internasional.
Usai Gagal Dievakuasi Hiu Bintang Raksasa yang Terdampar di Aceh Akhirnya Mati

Usai Gagal Dievakuasi Hiu Bintang Raksasa yang Terdampar di Aceh Akhirnya Mati

Seekor hiu bintang raksasa dengan perkiraan bobot tiga ton yang terdampar di pesisir Gampong Lama Tuha, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya, gagal
Haaland Mendadak Dicoret dari Konferensi Pers Norwegia Usai Man City Divonis Bersalah 114 Dakwaan

Haaland Mendadak Dicoret dari Konferensi Pers Norwegia Usai Man City Divonis Bersalah 114 Dakwaan

Erling Haaland mendadak dicoret dari konferensi pers Timnas Norwegia setelah Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan.

Trending

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Mengenal Kim Hee-jin, Pevoli Senior Hyundai Hillstate yang Beri Wejangan untuk Megawati Hangestri Jelang Debut

Mengenal Kim Hee-jin, Pevoli Senior Hyundai Hillstate yang Beri Wejangan untuk Megawati Hangestri Jelang Debut

Nama Kim Hee-jin menjadi salah satu sosok senior Megawati Hangestri dalam skuad Hyundai Hillstate. Pevoli Korea itu beri wejangan untuk Megatron jelang debut.
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Berikut jejak kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz, mulai dari dilaporkan 8 korban ke polisi atas kasus investasi bodong aplikasi Binomo hingga bebas bersyarat.
Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT