GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Libur Nataru, Petugas Bea Cukai Juanda Gagalkan Penyelundupan Puluhan Satwa Ilegal yang Akan Diekspor ke Hongkong

Libur Natal dan Tahun Baru, petugas Bea dan Cukai Juanda berhasil menggagalkan penyelundupan puluhan satwa ilegal yang akan diekspor ke negara Hongkong.
Selasa, 24 Desember 2024 - 16:47 WIB
Libur Nataru, Petugas Bea Cukai Juanda Berhasil Gagalkan Penyelundupan Puluhan Satwa Ilegal yang Akan Diekspor ke Hongkong
Sumber :
  • khumaidi

Sidoarjo, tvOnenews.com - Libur Natal dan Tahun Baru, petugas Bea dan Cukai Juanda berhasil menggagalkan penyelundupan puluhan satwa ilegal yang akan diekspor ke negara Hongkong, Selasa (24/12/2024).

"Total 39 ekor satwa hidup berupa ular, tarantula, biawak dan iguana di Terminal Kargo Bandara Internasional Juanda," ucap Kepala Kantor Bea dan Cukai Juanda, Sumarna.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia mengatakan, barang hasil penindakan yang dicegah tersebut merupakan barang ekspor yang tidak memenuhi perizinan larangan dan atau pembatasannya (lartas) berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan serta Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006.
 
"Satwa yang disita ini terdiri dari 12 ekor ular karung (acrochordus javanicus), dua ekor sanca hijau (morelia viridis), dan satu ekor ular python (reticulatus), 16 ekor biawak (varanus rudicolis), dua ekor biawak tak bertelinga (lanthanotus borneensis), satu ekor iguana green albino serta lima ekor tarantula," jelasnya.

Ia melanjutkan bahwa satwa hidup tersebut diberitahukan dalam dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) sebagai baju, kosmetik, aksesoris, dan beberapa jenis makanan sebanyak 160 colly (kemasan) dengan berat keseluruhan 4.676 kilogram dengan tujuan Hongkong.
 
Lebih lanjut berdasarkan analisa awal terhadap dokumen PEB terdapat dugaan pemasukan barang yang tidak sesuai dengan jumlah dan jenis barang pada PEB, sehingga petugas Bea Cukai dengan petugas TPS PT JAS melakukan mitigasi resiko dengan proses pemindaian barang ekspor melalui mesin X-Ray.

"Terhadap barang ekspor tersebut kemudian dilakukan pemeriksaan oleh petugas Bea Cukai melalui analisa mesin X-Ray, berdasarkan manajemen risiko terhadap salah satu colly dan didapati hasil citra yang mencurigakan," ungkapnya.

Sumarna menyampaikan atas kecurigaan terhadap satu colly, petugas Bea Cukai selanjutnya melakukan pemeriksaan fisik dengan membuka kemasan dan kedapatan barang berupa satwa hidup yang tidak diberitahukan dalam PEB serta diatur perizinan ekspomya berdasarkan undang-undang tentang karantina hewan, ikan, dan tumbuhan.

"Untuk memastikan kebenaran pemberitahuan seluruh barang yang diberitahukan, petugas melakukan pemeriksaan terhadap seluruh colly atas barang ekspor tersebut, dan didapati satu colly lainnya yang juga berisi satwa hidup," ungkapnya.
 
Ia bersama pihaknya juga memastikan akan terus melakukan pengawasan secara terus menerus selama 24 jam tujuh hari sepekan dalam rangka menjaga keamanan barang kena cukai di lingkungan Bandara Internasional Juanda selama libur tahun baru.

"Kami tetap tegas dalam menjalankan langkah-langkah pencegahan terhadap barang-barang yang masuk dan keluar melalui Bandara Internasional Juanda," tuturnya.

Sumarna menegaskan setelah dilakukam penyitaan, 39 satwa tersebut kemudian diserahkan kepada Balai Karantina untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut.

Petugas Balai Karantina, Bimo Wicaksono mengatakan satwa yang disita tidak dilengkapi dengan sertifikat kesehatan dan ijin dari pejabat karantina.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih lanjut ia mengatakan, bersama pihaknya akan menindaktlanjuti dan mengidentifikasi satwa tersebut.

“Upaya ke depannya adalah dengan memanggil saksi-saksi untuk dimintai keterangan dan tentunya berkoordinasi dengan pihak Bea Cukai dan juga balai konservasi untuk identifikasi lebih lanjut," pungkasnya. (khu/far)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jelang Ramadan, BMKG Prakirakan Mayoritas Wilayah Indonesia Hujan Ringan Hingga petir Hari Ini

Jelang Ramadan, BMKG Prakirakan Mayoritas Wilayah Indonesia Hujan Ringan Hingga petir Hari Ini

BMKG mengeluarkan peringatan dini berupa potensi hujan ringan, sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di berbagai kota besar di Indonesia pada Rabu.
Emas Pegadaian Rontok Berjamaah, Galeri24 Balik ke Level Rp2,94 Juta per Gram

Emas Pegadaian Rontok Berjamaah, Galeri24 Balik ke Level Rp2,94 Juta per Gram

Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan perdagangan Selasa pagi
Diskotek di Jakarta Wajib Tutup H-1 Ramadhan hingga H+3 Lebaran

Diskotek di Jakarta Wajib Tutup H-1 Ramadhan hingga H+3 Lebaran

Ketentuan tersebut dikeluarkan sebagai bagian dari penyesuaian aktivitas usaha pariwisata guna menjaga ketertiban dan menghormati nilai keagamaan masyarakat selama Ramadhan.
Omongan Jujur Sergio Castel soal Persib, Striker Asal Spanyol Itu dari Awal Sudah Tahu Kualitas Skuad Bojan Hodak

Omongan Jujur Sergio Castel soal Persib, Striker Asal Spanyol Itu dari Awal Sudah Tahu Kualitas Skuad Bojan Hodak

Sergio Castel bicara jujur soal kesan pertamanya berada di dalam Persib Bandung. Sergio Castel merupakan striker baru Persib Bandung yang berasal dari Spanyol.
Rupanya Ini Hubungan Eks Kapolres Bima AKBP Didik dengan Aipda Dianita, Polwan yang Dititipi Koper Isi Narkoba

Rupanya Ini Hubungan Eks Kapolres Bima AKBP Didik dengan Aipda Dianita, Polwan yang Dititipi Koper Isi Narkoba

Kasus narkoba yang menyeret eks Kapolres Bima Kota, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Didik Putra Kuncoro masih jadi perbincangan hangat.
Tentukan Kemenangan Real Madrid atas Benfica, Vinicius Junior Diduga Jadi Korban Rasisme

Tentukan Kemenangan Real Madrid atas Benfica, Vinicius Junior Diduga Jadi Korban Rasisme

 Penyerang Real Madrid, Vinicius Junior, diduga menjadi korban rasisme usai kemenangan atas Benfica dengan skor 1-0. Dia mencetak satu-satunya gol dalam duel playoff 16 besar Liga Champions tersebut.

Viral

ADVERTISEMENT