Harga Minyak Goreng Subsidi Minyakita Melonjak di Pasar Tradisional dan Langka
- Sandi Irwanto/tvOne
Surabaya, tvOnenews.com - Harga minyak goreng di pasar tradisional di Surabaya terus mengalami kenaikan signifikan dalam tiga pekan terakhir. Salah satunya di pasar tradisional di kawasan Surabaya Timur, dimana harga minyakita maupun minyak goreng curah, kini telah melampaui harga eceran tertinggi. Bahkan, untuk minyakita barang sulit didapat atau langka.
Suasana aktivitas jual beli di Pasar Tradisional Tambakrejo Surabaya masih ramai. Namunn di tengah keramaian, menyeruak obrolan para pembeli dan pedagang yang mengeluhkan sejumlah bahan pokok yang harganya naik dan masih mahal di pasaran, termasuk harga minyak goreng subsidi atau minyakira yang melonjak harganya.
Memang, para pembeli dan para pedagang terus mengeluhkan dengan melambungnya harga kebutuhan pokok, khususnya minyak goreng subsidi atau minyakita, bahkan sulit didapat atau mengalami kelangkaan di pasar.
Menurut Qomsiah, salah satu pedagang, harga minyak goreng subsidi pemerintah atau minyakita, yang sebelumnya dijual dengan harga normal Rp17 ribu, kini telah mencapai Rp23 ribu per liternya.
“'Tidak hanya mahal, stok minyakita di pasaran pun kini mulai sulit didapat atau langka sejak dua pekan terakhir ini," keluh Qomsiah.
Akibat mahal dan langkanya minyak goreng kemasan rakyat tersebut, banyak konsumen yang akhirnya beralih ke minyak goreng curah, meskipun harganya juga turut mengalami kenaikan.
"Untuk minyak goreng curah, kini dijual seharga Rp22 ribu per kilogram. Sedangkan untuk kemasan kecil ukuran 250 gram dijual seharg Rp5.500," ujarnya.
"Selisihnya memang gak begitu besar, tapi saya beli minyak curah ini karena minyakita gak ada. Ya terpaksalah beli minyak yang lain," tukas Mila salah seorang pembeli.
Sementara itu harga minyak goreng kemasan premium lainnya seperti merek Sunco masih bertahan di harga Rp25 ribu per liter dan merek Sania maupun Tropical di harga Rp23 ribu per liter.
Para pedagang berharap, pemerintah segera melakukan operasi pasar atau menambah pasokan minyak goreng kemasan bersubsidi ke pasar tradisional agar harga kembali stabil. (msi/far)
Load more