Goa Gong Sempat Dijual 6 Juta Rupiah, Ahli Waris Pemilik Lahan Tolak Kompensasi
- tim tvone - agus wibowo
Pacitan, tvOnenews.com - Goa Gong salah satu destinasi wisata utama di kawasan Karst Pacitan ramai dikabarkan akan dijual oleh pemilik lahan. Goa terindah di Asia Tenggara dengan struktur stalaktit dan stalagmit berumur ratusan tahun tersebut, sempat dijual murah namun tak kunjung ada pembeli.
Kateni (48) ahli waris pemilik lahan menceritakan bahwa lahan seluas 3569 meter persegi yang terletak di RT 001 RW 007 Dusun Pucung, Desa Bomo, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, atau tepat di atas Goa Gong itu berdasarkan dokumen SPPT merupakan tanah milik Sukimin (alm).
Menurutnya, karena butuh uang, lahan itu sempat dijual seharga Rp 6.000.000 (enam juta rupiah) pada tahun 2022 lalu. Kateni berusaha menawarkan ke sejumlah warga, namun tak satupun warga yang berminat.
Tak berhenti disitu, Kateni memohon Suratmi Kepala Desa Bomo saat itu untuk membelinya. Namun demikian harapannya pupus, sebab Kepala Desa beralasan tidak ada uang sebesar itu.
“Pada tahun 2022 lalu, saya sempat jual 6 juta saja mas. Saya waktu itu butuh uang. Karena tidak ada yang minat beli, akhirnya saya tawarkan kepada Bu Suratmi Kepala Desa waktu itu, tapi alasannya tidak ada uang,” imbuhnya.
Kateni menambahkan, memang ada itikad baik dari Pemkab Pacitan dengan menawarkan kompensasi, akan tetapi karena takut disalahkan, tawaran kompensasi itu pun menuai tolakan.
“Mohon maaf kepada Pemkab Pacitan, saya saat ini tidak butuh kompensasi mas. Saya sudah ikhlas, yang penting bagi saya lahan itu terjual agar tidak menjadi polemik di kemudian hari terhadap anak cucu nanti. Soal harga, siapa saja yang mau membeli saya serahkan ke Pak Sutikno dan Bu Suratmi mau dijual berapa. Intinya saya tidak mau ramai. Itu saja,” imbuhnya.
Sejak awal perselisihan lahan milik orangtua Kateni yang berada di atas Goa Gong ternyata ada oknum yang sengaja membuat gaduh. Warga Desa Bomo berharap ada penyelesaian keluarga terlebih dahulu sebelum ada pihak berwenang yang bergerak untuk mengetahui siapa di balik ini semua.
Salah seorang warga mengatakan ini ada dugaan provokasi. Selama puluhan tahun kenapa baru sekarang muncul permasalahan. Apalagi sempat ditawarkan hanya seharga 6 juta. Itupun tidak ada yang mau beli sampai sekarang.
Load more