6 Relawan Indonesia Berangkat ke Gaza Lewat Jalur Darat, Ini Misinya
- tvOne - sandi irwanto
Surabaya, tvOnenews.com - Relawan kemanusiaan asal Indonesia akan mengikuti misi kemanusiaan internasional melalui jalur darat (Land Convoy) menuju Gaza sebagai bagian dari inisiatif global Global Sumud Flotilla. Misi ini merupakan gerakan masyarakat sipil lintas negara yang berfokus pada pengiriman bantuan kemanusiaan dan dukungan pemulihan bagi masyarakat terdampak di Gaza.
Konvoi darat ini direncanakan akan dimulai dari Tripoli, Libya, dan melintasi wilayah Libya hingga Mesir, dengan tujuan akhir mencapai perbatasan Rafah sebagai akses utama distribusi bantuan. Misi ini melibatkan ratusan hingga ribuan partisipan dari berbagai negara dengan latar belakang profesional, termasuk relawan kemanusiaan, tenaga medis, dan tenaga teknis.
Sebagai bentuk dukungan moral dan spiritual, akan diselenggarakan agenda doa bersama dan pelepasan relawan di Masjid Nuruzzaman Kampus UNAIR B, Gubeng, Surabaya, Jawa Timur.
Kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat untuk memberikan dukungan serta doa kepada para relawan yang akan menjalankan misi kemanusiaan tersebut. Surabaya mengirimkan 2 relawan yang akan mewakili Indonesia dan akan bergabung dengan 4 relawan lainnya dari Bandung dan Jakarta. Sehingga total ada 6 relawan yang akan mengikuti agenda Land Convoy ini.
Menurut Ziyad selaku dewan pengarah GPCI, inisiatif kegiatan di Surabaya ini juga membawa semangat untuk memperluas partisipasi publik. Selama ini, berbagai aksi solidaritas kemanusiaan kerap terpusat di wilayah tertentu seperti Jakarta dan Jawa Barat.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kepedulian dapat tumbuh lebih merata, termasuk di Surabaya dan wilayah Jawa Timur,” ungkap Ziyad.
Selain menjadi momentum pelepasan relawan, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong meningkatnya eksposur publik terhadap isu kemanusiaan di Gaza, sekaligus membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi masyarakat, baik dalam bentuk doa, dukungan moral, maupun kontribusi lainnya.
Ziyad menyampaikan bahwa keterlibatan para relawan merupakan bagian dari ikhtiar kolektif masyarakat sipil dalam merespons isu kemanusiaan global.
“Misi ini bukan sekadar perjalanan lintas negara, tetapi bagian dari upaya bersama untuk menghadirkan bantuan dan kepedulian. Tidak semua harus berada di lokasi, namun setiap orang dapat mengambil peran dalam cara yang berbeda,” tuturnya.
Load more